
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ting.. Tong..
Ting.. Tong..
Kalandra mengernyitkan dahinya ketika pintu apartement itu tak kunjung dibuka oleh penghuni apartement didalam.
" Apa siboss masih tidur? Tapi boss bahkan nggak pernah tidur lebih dari 4 jam " batin Kalandra kebingungan.
Apalagi bossnya itu bukanlah tipe yang suka tidur atau lebih tepatnya tidak bisa tidur sih.
" Ini sudah jam delapan, apa benar siboss ketiduran..?? " gumam Kalandra sambil melihat jam yang ada ditangannya.
Dalam waktu 1 jam lagi mereka memiliki jadwal untuk rapat dengan client dari negara J yang sudah datang jauh-jauh kenegara I demi bekerja sama dengan company mereka.
Yohan bahkan menganggap kerja sama ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaannya, tidak mungkin ia melewati meeting ini begitu saja. Tapi apa ini? dia mengeram bagaikan janin ayam didalam apartement? Ini bukan ciri khas bossnya yang workaholic.
Ting.. Tong..
" Kalau pintu tidak terbuka, berarti gue harus manggil resepsionis " ucap Kalandra dalam hati yang sudah menduga-duga dan menganggap bossnya bisa saja pingsan didalam.
Saking resahnya bahkan laki-laki itu terus berbolak-balik didepan pintu apartement.
Cklek
" Berisik banget sihh, siapa- " ucap Naomi yang mulai mengomel tetapi tiba-tiba ucapannya terhenti ketika terdengar suara orang meringis.
" ASHH!! SAKIT NANA " teriak Yohan yang ternyata sedang dipapah Naomi. Laki-laki itu terjedot oleh batas pintu atas membuat Naomi sebenarnya ingin tertawa tapi kasihan.
" Cupcupcup.. makanya bapak jangan terlalu tinggi " Naomi berkata sambil sesekali mengatupkan bibirnya untuk menahan tawanya yang akan keluar.
Ketika laki-laki itu bersandar pada bahu Naomi yang kecil itu, Naomi dengan spontan mengelus dahi yang terlihat merah.
Kalandra terkesiap, bahkan mulut dan bola matanya yang membuka serta melebar itu tak bisa ditutup olehnya ketika melihat Yohan yang bersikap begitu manja pada Naomi.
" Boss sakit boss? " tanya Kalandra dengan polosnya yang masih mencerna apa yang terjadi dihadapannya.
Yohan pun hanya berdeham saja karena dahinya yang cenat-cenut, matanya yang kunang-kunang membuatnya tak fokus dan tak bisa melihat kearah depan dengan baik.
__ADS_1
" Lebih baik bawa bossmu ini kerumah sakit cepat, aku ingin pergi kekampus " Naomi bahkan menyerahkan tangan Yohan yang memeluk dirinya itu pada Kalandra. Tetapi seolah tak setuju, Yohan mengeratkan pelukannya pada Naomi.
" Tidak mau..!! Saya ingin dirawat diapartement saja "
" Kenapa? Dirumah sakit akan ada perawat yang mengurus bapak. Kalau diapartement kan tidak ada yang mengurus bapak " Yohan lagi-lagi menggeleng membuat Kalandra dan Naomi nampak heran pada lelaki itu.
" Kan ada kamu diapartement " ucap Yohan membuat Kalandra melongo.
" Ehh buset modus itu..!! " ucap Kalandra dalam hati tak terima sambil memutar bola matanya malas.
Bagaimana Kalandra tak bilang seperti itu, lihatlah posisi laki-laki triplek didepannya yang malah asik mengendus-ngedus dan bahkan menguselkan wajahnya dibahu gadis yang jauh lebih pendek darinya itu.
" Kok terlihat pedo^fil ya si boss? " Agak kurang aj*ar memang pikiran Kalandra yang me*sum itu.
" Pak, saya harus pergi kekampus..!! kalau saya ketahuan bolos nanti beasiswa saya dicabut pak " ucap Naomi dengan nada yang agak kesal.
Ia sebenarnya sekaligus agak risih dengan sikap Yohan yang membuatnya tak biasa. Laki-laki itu berkali-kali mendusel-dusel kearah bahunya seperti anak kucing yang meminta makan.
" Siapa yang akan berani mencabut beasiswamu? Saya yang akan mematahkan lengannya " ucap Yohan dengan nada dingin bahkan ditengah pusing kepalanya itu ia dapat menatap Naomi dengan tajam.
" Saya pemilik universitas itu!! Saya CEO dari Aldrich Company, Nana " Dan seketika itu juga mulut sang boss Kalandra tutup dengan tangannya yang masih bau sambal terasi buatan ibunya.
" Apakah dia melantur..?? " batin Naomi sambil mengangkat alisnya sebelah.
" BAU SEKALI TANGANMU " ucap Yohan sambil menepis telapak tangan milik Kalandra bahkan menatap laki-laki itu sinis.
" Jangan didengarkan Naomi, lebih baik kita mengantar boss secepatnya kerumah sakit " ucap Kalandra mengalihkan topik.
" Apakah aku harus ik-"
" SAYA TIDAK MAU KERUMAH SAKIT " ucap Yohan dengan nada yang cukup tinggi membuat Naomi sempat terkejut.
" Baiklah memang sepertinya aku harus ikut " senyum terpaksa Naomi, bahkan telapak tangannya sudah menutup mulut milik Yohan yang senantiasa mendumel tidak jelas.
Selama persiapan bahkan saat diperjalanan, Yohan tak ingin lepas dari tubuh Naomi sejengkal pun. Yohan berdalih Kalandra akan memperlakukannya dengan kasar dan ia akan merasa pusing bila tidak ada yang bisa dirinya senderi.
" Kau menang banyak boss..!! " dengus kasar Kalandra. Bahkan saat bersama Song Eun-Yong, Yohan tak pernah berperilaku aneh seperti ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" TIDAK MAUU " bentak Yohan layaknya anak kecil saat dirinya ingin dipapah oleh Kalandra. Mereka sudah sampai diparkiran rumah sakit bahkan.
__ADS_1
" Haishh.. jangan bertindak kekanakan bapak..!! " gadis itu dengan rasa geramnya bahkan mencubit hidung laki-laki itu sampai dia tak bisa bernapas.
" Tidak mau " ucap Yohan dengan suara sengaunya itu karena Naomi masih menutup hidung laki-laki itu dengan jarinya.
" Saya capek pak kalau ngangkut bapak terus seperti ini "
" Tidak mau..!! " rengek Yohan yang terdengar lebih jelas ketika Naomi melepaskan cubitan hdiung itu, sumpah Kalandra ingin mual melihat tingkah bossnya.
" Mengapa gue yang harus jadi nyamuk..?!! " kesal Kalandra.
Biasanya dirinya yang sering bersenang-senang dengan para wanita atau bahkan menggodanya dan membuat bossnya menjadi nyamuk tetapi mengapa sekarang menjadi terbalik 180 derajat?
" Kalau tidak menurut, saya tinggal nih disini " ancam Naomi dan hendak melepaskan rangkulan Yohan.
" AN*JIR!! " Naomi bahkan tak sengaja mengumpat saking kagetnya.
" Shutt your language " ucap datar Yohan tetapi wajahnya masih menelusup keleher Naomi. (Shutt bahasa mu)
Diancam bukannya menurut, malah semakin menjadi-jadi. Laki-laki itu secara tiba-tiba melompat kearah Naomi dan menggelantung layaknya anak mo*nyet. Ia seakan meminta gendong pada perempuan itu, yang benar saja
" Si^alan! berat banget lagi, memang nggak tau umur " umpat Naomi dalam hati, ia menatap melas pada Kalandra meminta bantuan pada lelaki itu.
Tetapi naasnya laki-laki itu malah meninggalkannya pergi masuk kedalam rumah sakit dan terlihat berbicara dengan salah satu petugas disana.
" Bapak tuh nggak tau umur tau nggak..!! " kesal Naomi walaupun begitu dia tetap berjalan menyusul Kalandra yang sedang berbicara dengan salah satu perawat laki-laki disana.
" Mana ada perempuan yang menggendong laki-laki pak " gerutu perempuan itu.
" Diam kamu, suara kamu cempreng bikin saya pusing "
" Saya jatuhin bapak ke got depan ya pak..?!! " Naomi bahkan mengancam dengan matanya yang melotot. Tetapi sayang, laki-laki itu bahkan tak menatap dirinya.
" Jatuhin aja, biar nanti ada berita ' seorang CEO Aldrich Company dijatuhkan kedalam got oleh seorang perempuan, berikut ulasannya nomor empat menggegerkan..!! ' " ucap Yohan sambil mengeratkan pelukannya karena gendongan itu sedikit melorot.
" Idihh halu jadi seorang CEO " sindir Naomi dan mengangkat untuk membetulkan gendongannya pada Yohan.
" Saya nggak halu Nana..!! "
Apakah sebegitu tak meyakinkannya peryataan dirinya itu? Sampai-sampai Naomi tak mempercayainya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...