
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" KAPAN BAPAK DISINI " seketika Yohan mengernyitkan dahinya. Sudah sedari 7 menit yang lalu loh dia memasuki apartementnya, apakah wanita itu tak menyadarinya? Apa yang wanita itu lamunkan.
" Sudah tujuh menit lima puluh detik yang berarti empat ratus tujuh puluh ribu milidetik saya berada disini, Nana " ujar Yohan dengan nada yang sedikit sebal. Pantas saja saat laki-laki itu berbicara Naomi tak merespon apapun, ternyata dia sedang melamun.
" Ha? " otak Naomi sedikit ngeblank dengan pernyataan Yohan.
Tanpa menghiraukan gadis itu, Yohan berjalan masuk kedalam kamar dan meninggalkan Naomi dengan jas serta tas kerjanya.
" Apa sih, udah tau kapasitas otakku agak minim. Malah dikasih matematika seperti itu " gerutu Naomi karena nyatanya ia memikirkan empat ratus tujuh puluh ribu milidetik itu seperti apa.
Naomi menatap jas berwarna hitam milik sang dosen dan tas kerja kulitnya. Ia dengan isengnya meneliti jas itu berharap apa yang ada dipikirannya itu terjawab.
" Nggak ada bekas lipstik wanita, ahh tidak seru " gumam Naomi saat membolak-balikkan jas itu. Ia malah melihat merk Channel yang terdapat dijas itu.
" Jasnya branded, traktir orang pakai promo restoran " ucap Naomi dalam hati menjulid karena ia teringat dengan kejadian traktiran kemarin. Walaupun dia akui semisal ia yang mentraktir direstoran ala western kemarin sekalipun memakai promo, Naomi bisa tidak makan berbulan-bulan.
Naomi tetaplah Naomi dengan sifat kepo yang melekat, ia coba mengendus-ngedus harum dari jas itu. Berharap ada parfum wanita disana, sebentar mengapa ia seperti istri yang sedang mencurigai suaminya?
" Tidak ada parfum wanita, apakah pak Yohan tak tertarik dengan wanita? " batin Naomi sambil tetap mencium aroma dari jas hitam branded tersebut.
Seketika Naomi teringat dengan kejadian wajahnya ditarik menghadap perut kotak-kotak itu dan terciumlah wangi parfum yang sama.
" APA SIHH?!! " teriak kesal Naomi pada dirinya sendiri, ia menghempaskan jas itu kesofa disebelahnya dengan wajah yang merah padam.
" Kenapa aku memikirkan kejadian itu, dasar me*sum " umpat Naomi pada dirinya sendiri sambil mengipas wajahnya yang merah merona berharap rasa panas diwajahnya hilang.
" Tapi kenapa dia pulang keapartement ya? Tumben.. " batin Naomi baru sadar dengan intensitas kehadiran Kim Yohan yang sangat jarang saat ia bertempat tinggal selama hampir 1 bulan ini.
.
" APA SIHH?!! "
Yohan sedikit terkejut hingga memberhentikan aktivitas mandinya sebentar. Ia mematikan shower yang sedang menyala untuk mendengar kembali teriakan siapa itu.
__ADS_1
" Apakah Nana yang berteriak? " ucap Yohan dalam hatinya. 5 menit ia menunggu teriakan gadis itu kembali takut gadis itu kenapa-napa, tapi seketika hening kembali tak ada suara sekalipun.
" Ya Tuhan! Pedas " sekarang balik Yohan yang berteriak, ia lupa kalau dirinya sedang keramas tadi dan saat ingin membilas Naomi malah berteriak tak jelas dipendengarannya.
Yohan langsung menyalakan shower dengan susah payah dan membersihkan busa shampoo yang berada dirambut dan menempel diwajahnya.
Yohan pun melanjutkan mandinya dengan kalem, tak seperti bapak-bapak lain yang kalau mandi gebyar-gebyur kayak mau tsunami.
Selesai mandi, ia pun berjalan kewalk in closet miliknya yang agak menjorok kedalam ruangan.
Tringg
Ponsel milik Yohan berbunyi dan Yohan pun keluar dari walk in closetnya dengan pakaian putih dan boxer warna hitamnya.
" Ada apa kalandra? " tanya Yohan dengan nada datar seperti settingan awal dirinya.
" Anda berada dimana bossku tersayang? " jawab seseorang dari sebrang sana.
" Ngapain disana sayang? Anda menyuruh saya mengumpulkan berbagai kepala departement tapi ente malah berada diapartement? " ucap Kalandra dengan nada kesal yang tertahan. Untung ia ingat ini adalah bossnya.
" Mengapa nadamu menggelikan seperti itu? " ucap Yohan dengan raut wajah yang ikutan menjadi aneh.
" Bubarkan saja, besok pagi baru kita bahas. Saya sedang capek " Dan Yohan mematikan sambungan telepon itu secara sepihak sekaligus mematikan ponselnya.
" Boss Any^ing..!! Aing santet baru tau rasa an^jir. Gue harus ngomong apa sama kepala departement lain!! " umpat Kalandra pada CEO nya sendiri sambil berbalik menuju ruang rapat dan memijat pelipisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yohan keluar dari kamarnya sambil mengusak rambut miliknya dengan handuk putih ditangannya.
Ia sedikit tertegun melihat Naomi dengan daster hitam tanpa lengan yang memperlihatkan ketiak mulusnya berada didapur dan sedang memasak.
" Kenapa menjadi dejavu.. " batin Yohan sesaat terdiam. Tetapi aroma yang menggugah selera itu menyadarkannya untuk melepas lamunannya.
" Sedang apa? " tanya Yohan sambil melanjutkan mengeringkan rambutnya dengan handuk dan mendekati Naomi yang sedang memasak.
__ADS_1
" Mandi " jawab Naomi dengan nada ketus sambil tetap mengoseng-oseng capcay miliknya didalam wajan.
" Saya lihat kamu sedang memasak " Yohan menaikkan satu alisnya dan ia terkejut ketika Naomi menodongkan sotil kearah dirinya.
" Itu tau! Kenapa masih nanya. Hushh hushh jangan dekat-dekat sana..!! " sinis Naomi seperti emak-emak yang sedang memarahi anaknya. Apalagi dengan cepolan rambut dan daster hitamnya yang sepertinya sudah cocok jadi emak-emak.
" Kenapa saya tidak boleh dekat-dekat? " heran Yohan.
" Lihat deh, bapak sekarang sedang apa " Naomi beralih pada ayam serundeng yang sedang ia goreng. Sedangkan Yohan meneliti tubuhnya sendiri sedang apa.
" Memangnya saya sedang apa? " Ihh Naomi seketika gemas dengan dosen lemotnya itu.
" Bapak lagi ngeringin rambut bapak lohh ya Tuhan..!! Nanti rambut bapak yang rontok atau air yang tersisa habis keramas tadi jatuh kemasakan saya pak " ujar Naomi sambil menatap dosennya dengan tajam.
" Tapi rambut saya nggak rontok, Nana "
" Tapi kan berjaga-jaga pak, daripada ganggu saya mending bapak duduk deh dimeja makan..!! " dengus kesal Naomi, memang laki-laki tuh selalu harus ditunjukkan alasannya tanpa langsung peka dengan keadaan.
Seperti anak itik yang patuh dengan induknya, ia menurut saja pada Naomi dan duduk dikursi meja makan yang bernuansa serba cokelat.
Makanan rumahan ala negara I tersaji didepan Yohan, ia biasanya jarang memakan masakan rumahan dan entah kenapa menjadi kangen akan rasa khasnya walau Yohan yakin masakan rumahan Naomi dengan masakan rumahan dinegara miliknya sangat berbeda.
" Apa nama makanan ini ya? " batin Yohan saat melihat ayam serundeng dihadapannya.
Yohan memang sudah cukup lama menetap dinegara I ini mungkin selama 3 tahun? tapi dia juga sering pergi keluar negeri dan lidahnya yang terbiasa dengan makanan western.
" Ayam goreng tepung tidak seperti ini, terus ini cokelat-cokelat namanya apa? " Yohan mengambil sejumput serundeng dan mencicipnya dengan takut-takut.
" ASTAGA NAGA, YA TUHAN BAPAKK!! " Yohan sampai terjengit dan hampir melompat dari bangkunya karena teriakan gadis itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...
__ADS_1