My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 16


__ADS_3

Pada malam hari, tidak biasanya Naomi sudah mengantuk dijam 8 malam. Biasanya ia masih asik dengan streaming idol dari negara KS favoritenya.


" Hoamm.. aku ngantuk sekalii. Bye bye mas Jeno, sampai jumpa dialam mimpi yang indah " ucap Naomi sambil menutup mulutnya yang terus menguap dan mematikan ponselnya.


Tutt... Tutt.. Ceklek..


Bunyi suara tombol password pintu apartement terdengar jelas ditelinga Naomi, seakan sudah tau siapa yang datang Naomi malah beranjak dari sofa yang ia tempati dan masuk kedalam kamarnya karena tau keadaan akan menjadi canggung bila ia bertatap muka dengan orang itu.


" Naomi Yemima " suara berat itu memanggilnya tetapi Naomi menulikan pendengarannya dan tidak menghentikkan langkahnya.


" Saya yakin kamu tidak tuli untuk mendengar panggilan saya, Mimi " kantuk Naomi seketika menghilang. Berubah menjadi pelototan dan ia langsung membalikkan wajahnya kearah pria yang asik menginterogasi dia tadi siang.


" Mengapa bapak memanggil saya dengan sebutan itu?!! " pandang aneh Naomi kepada Yohan sambil meneliti pakaian pria itu dari atas sampai bawah.


" Dia masih memakai kemejanya? Lecek sekali, rambutnya juga acak-acakan. Percuma wajah tampan tapi penampilan tidak menunjang " batin Naomi sambil berdecak dan menggeleng. Ia bahkan lupa kalau tadi ia menghindari bertatapan dengan makhluk triplek didepannya.


" Mengapa kamu menatap saya seperti itu? " tanya Yohan dengan nada yang datar.


" Tidak ada pak, mengapa bapak mengalihkan topik? Apakah ada sesuatu yang memukul kepala bapak sehingga bapak memanggil saya dengan sebutan seperti itu? " Naomi butuh penjelasan sekarang. Telinganya bahkan sampai gatal saking anehnya panggilan itu terdengar dari bibir Yohan.


" Bukannya memang itu nama panggilanmu? " alis Yohan mengernyit saat pertanyaan itu keluar dari bibir Naomi.


Yohan menaruh jasnya disofa dan mulai membuka lilitan dasi yang seakan mencekik leher miliknya dihadapan Naomi.


" Tapi mengapa bapak memanggil saya dengan sebutan itu? Terasa sangat aneh pak. Lebih baik bapak menyebut nama saya dengan lengkap seperti biasanya " ucap Naomi dengan nada yang menyindir.


Ditengah-tengah perdebatan mereka, Naomi merasa geram dengan dasi milik Yohan yang tak kian terbuka. Karena laki-laki itu seakan tak sabaran dan hanya menarik kain dasi itu dengan tidak jelas.


" Tidak, saya bosan memanggil kamu seperti itu. Baiklah jika kamu tidak memperbolehkan saya memanggilmu dengan sebutan Mimi " seringai Yohan yang menggoda Naomi sambil memajukan wajahnya hingga hanya sisa 5 centimeter saja jarak diantara mereka.


" Berarti kamu siap dipanggil dengan nama yang aneh, kreasi dari saya " bisik Yohan membuat Naomi menjadi sebal dengan pria dihadapannya.

__ADS_1


" Saya tidak tau mengapa bapak sedari siang bersikap menyebalkan. Jadi terserah bapak saja, saya tidak takut..!! " Naomi ikut membisik ditelinga lelaki tersebut sambil tangannya membantu melepaskan dasi milik Yohan yang sedari tadi membuatnya geram.


" Masih belum bisa melepaskan dasi dengan benar saja sok-sok an bersikap menyeramkan didepan mahasiswa cih.. " ucap Naomi dengan tatapan remeh yang memandang Yohan. Ia pun meninggalkan Yohan yang masih terpaku disana dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


Baru beberapa langkah Naomi meninggalkan Yohan, tiba-tiba ada kain dasi yang seolah akan mengikat dan mencekik leher Naomi jika selangkah lagi Naomi berjalan.


" Jangan tidur! karena saya akan mengajak kamu makan malam tanpa bantahan. Tunggu saya mandi diruang tamu " ucap Yohan dengan nada memerintahnya sungguh Naomi menghela napasnya kasar.


" Bapak, jangan ngadi-ngadi pak..!! saya udah ngantuk pak!! " sebal Naomi sambil menghentakkan kakinya yang sebelah dengan menatap wajah rupawan didepnnya.


" Tidak ada bantahan Naomi " tatapan dingin itu mulai menguar.


" Ciuss deh pak, saya ngantuk..!! tadi malam saya ngerjain tugas mendadak dari pak Dean dan tau-taunya pak Dean tidak masuk hari ini. Liat deh kantung mata saya kalau tidak percaya! " ucap Naomi sambil menunjukkan kantung matanya dan mengacungkan dua jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V.


Pada akhirnya Naomi menyerah, tatapan dingin itu tak kian mencair sedikit pun seolah berkata ' kamu melawan, nyawa melayang '. Dengan lesu Naomi pun berjalan kearah sofa yang ditunjuk oleh Yohan tanpa berkata-kata lagi dan mendenguskan napasnya dengan kasar.


" Dasar dosen triplek..!! pantas saja modelan mantan istrinya seperti itu. Sama-sama nadanya selalu memerintah dan arogan " batin Naomi kesal. Ia menunggu Yohan sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.


" Nana, bangun Nana " ucap Yohan sambil membetulkan lengan kemeja putih miliknya. Naomi mengerjapkan matanya untuk menerima pancaran cahaya lampu saat ia terbangun.


" Hoamm.. lima menit lagi pak " decak sebal Naomi karena tidurnya diganggu dan menutup matanya lagi.


" Bangun atau saya gendong kamu secara paksa kemobil, Nana " ucap Yohan sambil berdecak kesal membuat Naomi merasa terganggu. Saat ia membuka matanya, malah ia disuguhkan oleh beberapa potongan roti sobek yang terlihat dengan urat-urat kekar yang menambah kesan hot dimatanya.



" Apa-apaan ini?!! " batin Naomi yang terkejut dengan wajah yang merah merona panas karena pikirannya yang menjalar kemana-mana.


" Mengapa posisi bapak duduk seperti itu?!! " sebal Naomi sambil memalingkan wajahnya yang masih merah. Yohan hanya mengernyit heran pada gadis muda didepannya.


" Apa yang salah memangnya? " batin lelaki tersebut. Ia hanya duduk biasa pada umumnya laki-laki.

__ADS_1


" Ada apa mem-"


" Cepat kancing kemeja bapak, pak..!! atau saya masuk lagi nih kedalam kamar " rajuk Naomi yang memotong perkataan Yohan. Baiklah Yohan mengetahui isi pikiran perempuan tersebut dan menyunggingkan senyum miringnya.


Bukannya mengancing kemejanya, Yohan malah menunduk dan mendekatkan wajahnya dengan wajah mahasiswinya itu.


" Kenapa saya harus mengancing kemeja saya? Apakah kamu takut jatuh kepesona saya " Naomi langsung membelalakkan matanya dan wajah yang awalnya ia palingkan langsung menghadap kearah Yohan, menatap tajam dosennya itu.


" Jangan kegeeran ya pak! Ayo cepat " Naomi langsung mendorong dada bidang yang terpampang didepannya. Ia mengambil ponsel serta cardigannya dan berjalan kearah pintu membuat Yohan terkekeh dengan kelakuan remaja labil dihadapannya.


" Kamu tidak mengganti baju? " tanya Yohan sambil mengancingkan kemejanya yang tersisa dan menatap Naomi dari atas sampai bawah.



Naomi hanya memakai dress tidur berwarna cokelat dengan sedikit renda putih. Ia juga cuman membawa cardigan putihnya yang bisa saja membuat Naomi kedinginan saat diluar.


" Tidak, untuk apaa. Cuman makan malam kan pak? " ujar Naomi dengan nada yang malas dan Yohan mengangguk.


"  Ya sudah, saya tidak usah dandan cantik. Toh habis makan langsung tidur " cuek Naomi.


" Yang ada bapak yang aneh memakai kemeja terus-menerus. Dengan warna yang sama lagi, saya curiga bapak tidak mengganti baju " gumam Naomi dengan nada yang pelan. Ia meniliti balik pakaian yang dikenakan dosennya itu.


" Karena habis makan malam, saya akan pergi lagi Nana. Ayo " nada datar itu seolah membalas perkataannya dan menggandeng tangan Naomi keluar dari apartement itu.


Naomi terdiam sebentar sambil menatap genggaman tangan antara telapak tangannya dan Yohan yang bersatu. Entah kenapa perasaannya jadi Nano-nano dengan duda dihadapannya ini.


" Ada apa dengan jantungku?!! " batinnya yang bahkan tidak menyadari wajahnya sudah merah merona. Dan menatap punggung tegap laki-laki yang sedang berjalan membawanya keluar dari apartement.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...

__ADS_1


__ADS_2