
...Choi Kalandra...
...27 Tahun...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kedua lelaki itu sedang berdiri dengan satu kakinya diangkat dan tangan yang memegang kedua telinga.
Mereka bahkan menunduk saking tidak beraninya pada perempuan yang membawa kemoceng dihadapan mereka.
" Kenapa saya harus terlibat sih boss..!! " bisik Kalandra pada boss disampingnya.
Sungguh ia tak tau apa-apa dan bahkan seluruh badannya terasa sakit karena dipukuli dengan sapu dan beberapa bagian tubuhnya dicubiti oleh Naomi.
" Apalagi tadi saya dijadikan tameng saat gadis gi*la didepan ini ingin memukulmu dengan panci " ucap Kalandra dengan nada sinisnya.
" Diamlah..!! atau saya potong gajimu " ucap Yohan dengan nada pelannya sambil menatap tajam assistennya itu.
" Haishh.. kenapa gue harus ditengah-tengah kekerasan dalam rumah tangga ini. Apalagi gaji gue yang jadi taruhan " gerutu Kalandra dalam hati sambil menjaga keseimbangannya karena dirinya mulai oleng dihukum seperti itu yang sudah berjalan selama setengah jam.
Kalandra melirik kearah depan dan menatap wajah Naomi dengan wajah yang memelas meminta ampun, tetapi wanita itu malah memelototinya.
" APA?!! " sinis gadis itu membuat nyali Kalandra ciut dan menggeleng pelan.
" Ternyata lebih seram gadis gi^la ini dibanding siboss " batin Kalandra ingin menangis.
" Tidak usah mengumpatiku, kebo..!! " sontak Kalandra pun memingkemkan bibirnya, bagaimana bisa perempuan itu menebak isi pikirannya.
Naomi menghela napasnya pelan, berusaha untuk sabar menghadapi dua laki-laki dewasa yang umurnya jauh lebih matang darinya tapi tidak dengan sikapnya.
" Jadi, apakah kalian sudah mengetahui kesalahan kalian? " tanya Naomi dengan nada yang datar dan dengan polosnya kedua lelaki dihadapannya menggeleng. Naomi pun menghela napasnya kasar.
" Bagaimana kami bisa mengetahui kesalahan kami, kalau kamu saja tidak memberitahu " batin Yohan sambil memutar bola matanya malas dalam tunduknya.
Plakk
" Tak usah mengejekku!! " ucap Naomi setelah dirinya menabok lengan kekar milik Yohan dan laki-laki itu mengangguk sambil meneguk salivanya kasar,.
" Mengapa Nana bisa membaca pikiran saya " ucap Yohan dalam hati.
" Tentu saja bisa, dari wajah triplekmu itu sudah kelihatan sir " sinis Naomi dan Yohan akhirnya ikut bungkam seperti Kalandra.
" Mengapa kalian meninggalkan apartement dalam kondisi berantakan?!! " kesal Naomi sambil memijat pelipisnya.
" Selimut tidak dilipat, botol kaleng dan botol soda dimana-mana. Bahkan tempat cucian piring juga terdapat beberapa piring dan wajan, mengapa kalian tidak mencucinya hah? " ucap Naomi dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
Sambil menodong kemoceng dihadapan wajah Yohan yang menunduk, Naomi pun berkata " Aku tau kalau bapak adalah pemilik apartement. Tapi apakah bapak tidak bisa menjaga kebersihan sedikit saja? "
" Saya tau, bapak bisa dengan gampangnya menyewa cleaning service dan saya tau bapak pasti mengira saya hanya mempermasalahkan hal kecil " sindir Naomi seolah mengetahui isi pikiran Yohan.
" Tapi berarti bapak terus-terusan bergantung pada orang lain. Bapak manja dan tidak bisa mengurus diri bapak sendiri "
" Apakah itu definisi dari seorang laki-laki? " harga diri Yohan terasa terinjak-injak. Ia menatap tajam pada gadis dihadapannya.
Tringg..
Keheningan terjadi diantara mereka, Kalandra hanya menyengir kuda dan mengambil ponselnya yang ternyata berdering disakunya.
" Halo- ohh iya saya segera pergi kesana. Terima kasih " ucap Kalandra yang menjawab teleponnya dan kabur keluar dari apartement itu.
" HEII! URUSAN KITA BELUM SELESAI PENGECUT..!! " teriak kesal Naomi karena ia tau telepon itu hanyalah akal-akalan Kalandra. Tetapi laki-laki itu terlanjur berlari jauh dari apartement.
" APA?!! " sinis Naomi saat tiba-tiba Yohan mendekati dirinya.
Semakin dekat dan semakin dekat, membuat Naomi lama-lama mundur dan bahkan kemoceng ditangannya sudah lepas.
" Jangan mendekat! Mau apa kau?!! " ucap Naomi dengan nada yang menantang padahal hatinya ketar-ketir karena pria dihadapannya menatap dirinya dingin dan datar.
" Aku terpojok..?!! " batin Naomi saat dirinya sudah mepet dengan tembok dibelakangnya sedangkan Yohan terus mendekatkan diri dengannya.
" ADA APA? APAKAH KAU MARAH DENGANKU KARENA AKU MENGINJAK HARGA DIRIMU YANG KAYA ITU " teriak Naomi untuk menutupi kepanikannya dan Yohan pun menyeringai.
" Saya tidak melakukan pekerjaan bersih-bersih rendahan seperti itu Naomi " ucap laki-laki itu dengan penuh penekanan sambil menatap netra hitam pekat dihadapannya.
" Rendahan? Bersih-bersih kau anggap rendahan? kau dosen tapi otakmu sangatlah dangkal sir Yohan " tatap tajam Naomi.
" Aku yakin pasti dirimu terbiasa dilayani layaknya tuan muda dan menganggap para maidmu seperti Mbok Sumi yang beres-beres itu pekerjaan yang rendah padahal sesungguhnya kau yang rendah tuan! "
" Tanpa adanya mereka, kau tidak bisa merasakan hidup yang bersih dan nyaman tuan "
" Dan aku hanya mengatakan untuk dirimu bersih-bersih karena kita berbagi apartement tuan..!! hargailah aku juga disini sebagai penyewa apartement dasar kepa*rat " umpat Naomi didepan dosennya itu langsung.
" Pantas saja kau bercerai dengan Eun-Yong, ternyata kau memang manusia yang tak bisa menghargai orang lain " Naomi menepis lengan yang mengukungnya didinding apartement dan hendak pergi.
Tetapi lengannya tiba-tiba ditahan dan pinggangnya ditarik oleh lengan kekar itu, seketika matanya membulat melihat bibir laki-laki dihadapannya itu melu*mat kasar bibirnya.
" Ummhh- Eumm..!! " Naomi memukul dada kekar laki-laki dihadapannya.
Bukannya melepas luma*tan itu, Yohan malah memperdalamnya.
" Mengapa saya menikmatinya..?? " ucap Yohan dalam hati.
Sesaat kondisi apartement itu nampak sunyi setelah perdebatan mereka, Yohan melepas pagutannya dan membiarkan Naomi untuk bernapas dengan tenang.
" Hoshh.. hoshh.. " keduanya nampak ngos-ngosan setelah pagutan yang lama.
__ADS_1
" Kamu tidak tau apa-apa tentang saya Nana. Jangan bicara macam-macam..!! " kecam Yohan pada gadis dipelukannya, Naomi meronta dan melepaskan pelukan itu.
" Dasar breng*sek! " umpat Naomi dengan mata yang berkaca-kaca dan pergi masuk kedalam kamarnya.
Brakk
Pintu kamar itu ditutup secara kasar beriringan Yohan yang mulai terduduk lemas dibawah lantai.
" Apa yang saya lakukan..?!! " umpatnya pada diri sendiri dan mengacak rambut miliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Apalagi yang harus kutambahkan arghh..!! " frustasi seorang gadis terhadap proposal yang sedang ia buat.
Padahal tinggal sedikit lagi dan ia selesai tetapi mengapa otaknya menjadi buntu.
" Brrr.. dingin sekali lagi " gerutu gadis itu yang ternyata Lamima, sebenarnya salah dirinya sendiri yang berada ditaman mengerjakan proposalnya seorang diri.
" KITA TIDAK BISA BEGINI TERUS KARIN..!! "
Suara teriakan ditaman yang sunyi ini membuat Lamima terkejut, untung saja laptopnya tidak jatuh dari pangkuannya.
" Apa sih.. bikin kaget saja " kesal Lamima sambil mencari sumber dari teriakan tadi hendak untuk menegurnya.
" Jino? Karina..?!! " kaget Lamima saat ia melihat kedua sejoli yang sepertinya sedang berdebat panas dibawah pohon.
" Apakah aku harus melerainya? Ahh.. biarkan saja aku tidak ingin menjadi pengganggu dihubungan mereka " ucap Lamima dalam hati lalu ia pun fokus kepada proposalnya kembali walaupun dirinya masih lirak-lirik kearah pohon.
" APA-APAAN..?!! " batin Lamima terkejut dan ia langsung berlari begitu saja kearah pasangan tersebut.
.
" Tapi aku nggak mau putus Jino, aku nggak mau hiks.. hiks.. " tangis Karina yang tak kunjung reda.
" Orang tua kamu tidak merestui kita..!! Karena aku sendiri bukan orang asli negara ini bahkan bersanding dengan kamu yang ningrat, Karina " ucap datar Jino sambil menghela napas dan memejamkan matanya sebentar.
" Aku tidak mau menjaga jodoh orang Karin " ucapan menusuk itu tidak ingin Jino lontarkan sebenarnya.
" Kamu nggak ngejagain jodoh orang Jino..!! Ayo kita kawin lari Jin, aku ca-"
Karina spontan memejamkan matanya dan mengerutkan dahinya saat tangan Jino sudah terangkat keatas hingga suara yang ia kenali pun menyapanya.
" Apakah sepengecut itu kamu untuk bermain kasar dengan Karina, Jino? "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...
__ADS_1