
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah melalui banyak tangisan dan Naomi yang harus membujuk lelaki itu agar tidak menangis lagi.Sekarang dengan gi*lanya Naomi meminta Yohan untuk makan dengan peralatan bayi serba pink.
" Pake ini ya pak " bujuk Naomi sambil menunjukkan serbet bayi untukmakan membuat Yohan mendelik kesal.
" Yang benar saja kamu Nana..!! " ucap Yohan sambil memelototkan kedua bola matanya dengan sisa-sisa air mata yang masih ada disana.
Melihat tempat makan bayi yang serba berwarna pink membuat Yohan merinding, ia bahkan memunggungi gadis yang sedari tadi membujuknya itu seolah merajuk.
" Mengapa kamu membeli hal tak berguna seperti itu?!! Saya bukan bayi lagi Nana. Jangan gi*la kamu "
" Ihh ini berguna tau pak, serbet makanan bayi ini berguna kalau semisal bapak mu-" Naomi mendelik barang-barang yang dibelinya dikatakan tidak berguna dan secara tiba-tiba Yohan mual kembali.
" Huekk " laki-laki itu segera berlari kedalam kamar mandi dan Naomi pun menyusul untuk mengurut tengkuk Yohan.
Didalam kamar mandi, Yohan memuntahkan isi perutnya dan yang keluar hanya air saja karena memang sedari tadi laki-laki itu hanya meminum air setelah memuntahkan bubur suapan Song Eun-Yong.
Naomi kembali memapah laki-laki itu keatas kasur berking size itu, dengan keadaan lemas pun Yohan menyender pada bantalan dibelakangnya.
" Aaa " ucap Naomi dengan nada datar sambil menyodorkan sendok silikon berwarna pink itu kehadapan Yohan.
" Nanaa " nada lemas Yohan yang ingin berkata kesal tapi sudah sangat lemas nan pasrah. Sendok berisi potongan kecil buah naga itu Naomi paksakan masuk kedalam mulut Yohan.
" Heumm! " Yohan memelototkan matanya kepada gadis dihadapannya, tapi Naomi seolah acuh tak acuh.
" Saya tidak mual..?? " batin Yohan sambil mengunyah potongan buah naga itu. Ia mulai kesenangan karena ternyata buah dapat menjadi solusi dari kesulitan makannya itu.
Sedangkan Naomi diam-diam melirik kearah dosennya itu untuk menunggu reaksi dari laki-laki itu. Dan ternyata Yohan tidak menunjukkan raut apapun yang menandakan dirinya mual.
" Syukurlah dia sudah tidak mual " senyum Naomi yang membatin.
Yohan mulai menunjukkan keaktifan dan kecerewetannya itu yang terkadang membuat Naomi sedikit kesal. Bahkan laki-laki itu dengan iseng menggigit sendok silikonnya sehingga tertahan didalam mulutnya.
__ADS_1
" Saya mau itu, Nana " ucap Yohan setengah agak merengek mungkin karena Naomi mengacuhkan permintaannya. Laki-laki itu menunjuk pada buah pir yang Naomi beli.
" Nanaa " laki-laki itu bahkan menggoyangkan lengan Naomi.
" Ya Tuhan pak, ini saja belum habis " ucap Naomi memperingatkan sambil menunjuk apel yang sudah ia kerok dan banyak buah lain seperti pisang bahkan buah naga tadi yang belum habis.
" Tapi saya mau itu, yang lain kalau tidak habis taruh didalam kulkas kalau tidak buang saja " ucap Yohan sambil menunjuk kearah kulkas kecil didekat digantungkannya televisi.
Naomi mencubit tangan Yohan yang berurat secara tiba-tiba membuat laki-laki itu berteriak kecil .
" Aww..! " Yohan memelototkan kedua bola matanya kearah
" Yang benar saja mau dibuang! Mubazir tau pak. Banyak orang diluar sana yang bahkan perlu buah bervitamin tetapi tidak ada uang..!! "
Naomi lantas menaruh mangkuk kecilnya dan pergi kedalam kamar mandi untuk membuang hajatnya dalam perasaan yang kesal.
" Dia.. marah pada saya? " batin Yohan sedih dengan bibir yang bahkan sudah melengkung kebawah.
Naomi mencuci tangannya diwastafel dan keluar dari kamar mandi. Ia melihat Yohan sudah berbaring dengan lagi-lagi memunggunginya.
" Nggak nangis lagi kan..?? " resah Naomi segera mendatangi dan menengok wajah laki-laki itu. Karena kalau Yohan nangis lagi, dia yang akan pusing.
" Bapak sakit perut lagi pak? " tanya Naomi dan segera ia ingin memanggil perawat.
" Nggak.. hiks.. hiks.. " telapak tangan Naomi yang awalnya menggenggam bel perawat menjadi meregang dan membalikkan tubuh Yohan secara paksa kehadapannya.
" Terus? Kenapa lagi pak? " tanya Naomi setengah frustasi. Bahkan tanpa sadar nada bicaranya menjadi naik.
" Tuh kan kamu m-marahh..!! hiks.. hiks.. " Yohan kembali terisak dan segera menarik kembali selimutnya untuk memunggungi Naomi.
" Hah? Marah darimananya? " Naomi meletakkan salah satu tangannya disamping pinggang dan satu tangannya lagi menggaruk kulit kepala.
" Hiks.. Tadi karena saya kepengen buah lain dan kamu nggak ngebolehin. Terus hiks- kamu langsung ninggalin saya kedalam kamar mandi eumphh hiks.. hiks.. " walaupun Yohan berusaha menahan isaknya dengan melipat bibirnya tetap saja tangisan itu keluar dengan lancarnya.
Naomi melongo dengan bahu dan punggung yang lemas kebelakang, dia bingung harus bersikap apalagi dengan Yohan. Memang sih dia sedikit kesal tapi bahkan Naomi tidak membentak Yohan.
Naomi menarik tubuh Yohan secara paksa kembali kehadapannya. Gadis itu mengarahkan tubuh Yohan untuk duduk bersandar diranjang.
" Coba deh cium nih tangan saya " Naomi mengasihkan telapak tangannya pada Yohan untuk dicium dengan air mata yang masih berlinangan Yohan mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Harum sabun kan? Saya habis buang hajat pak. Bukan sedang marah sama bapak " walau dalam hatinya Naomi melanjutkan ' sebenarnya sedikit ada benarnya sih '.
Tetapi penjelasan itu tidak menyurutkan bibir Yohan yang melengkung kebawah tadi untuk naik kembali keatas, Naomi pun menghela napas.
" Bapak ingin makan buah lagi " tanya Naomi tetapi Yohan hanya diam saja dengan wajah yang dialihkan kearah jendela.
" Baiklah dia masih merajuk " ucap Naomi dalam hati sambil merotasi matanya.
" Bapak ingin makan lagi dengan bubur? " lagi-lagi Yohan hanya diam dan Naomi pun menganggap jawaban itu sebagai ' tidak '.
Gadis itu mengambil kotak bungkusan berisi nasi dan rendang yang tadi ia beli dan bakso tadi juga ia buka bungkusnya membuat aroma sedapnya kemana-mana.
" Surga duniaku " gumam Naomi sambil menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri ketika suapan tangan dirinya berisi nasi dan potongan daging sapi itu masuk kedalam mulutnya.
Tanpa sadar Yohan yang sedari tadi merajuk malah merasa tertarik dengan kegiatan dan makanan yang dimakan Naomi.
" Bukannya itu jorok? Memakan makanan pakai tangan? " ucap Yohan dalam hati ketika Naomi memakan nasi dan rendang memakai tangan dan sesekali menyendok bakso memakai sendok plastik.
Naomi membelalakkan matanya ketika mangkok bungkusan berisi bakso melayang dihadapannya, ia segera menahan bakso yang ada dihadapannya.
" Bapak..?!! Astaga, kaget saya. Kenapa mengambil makanan saya? "
" Saya mau " jawab Yohan dengan muka yang datar untung tidak dijotos Naomi.
" Belum boleh pak, itu kuahnya pedas. Nanti perut bapak sakit lagi " Naomi menatap mata milik Yohan yang mulai berkaca-kaca lagi walaupun wajah awet muda itu tetap menunjukkan ekspresi datar.
" Baiklah-baiklah..!! tapi nyoba baksonya aja jangan kuahnya " pasrah Naomi dan Yohan mengangguk dengan cepat.
" Sini saya suapin aja, sendoknya udah kena bercak bumbu rendang saya " ucap Naomi sambil menyendokkan potongan kecil bakso kearah Yohan dan laki-laki itu pun memakannya.
" Enakk " batin Yohan dengan senang dan bahkan kepalanya menggoyang kekanan dan kekiri.
" Mengapa dia jadi cengeng dan menggemaskan seperti ini. Awas aja kalau pas sembuh balik kesetting awal " ucap Naomi dalam hati tanpa sadar dan terkekeh melihat tingkah laku dosennya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...
__ADS_1
...WARN : JADWAL TERBARU UPDATE 1 HARI SEKALI (15.00-00.00) KALAU AUTHOR TIDAK ADA UPDATE DIJAM SEGITU BERARTI MEMANG SEDANG TIDAK DAPAT UP. Mohon pengertiannya thankies !...