My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 23


__ADS_3

" ASTAGA NAGA, YA TUHAN BAPAKK!! "


.


" Ada apa Na? " tanya Yohan sambil menghampiri gadis tersebut. Dilihatnya Naomi sudah menatapnya dengan tajam sambil menunjuk suatu benda diatas sofa.


" Handuk? Ada apa dengan handuk? " batin Yohan sambil menaikkan alisnya sebelah. Ada apa memangnya dengan handuk bekas mengeringkan rambutnya itu.


Naomi menepuk jidatnya pelan menghadapi lelaki tak peka itu. Padahal laki-laki itu pernah menikah sebelumnya, apakah dalam rumah tangga Yohan sebelumnya tak pernah berdebat tentang handuk?


" Lihat nih ya benar-benar " ucap Naomi dengan nada penuh penekanan.


Sambil menarik kecil kaos putih yang dipakai Yohan, ia juga mengambil handuk putih bekas dosennya dan pergi kedalam kamar mandi yang berada didalam kamar Yohan.


Naomi menggantungkan handuk putih itu dengan rapih diatas gantungan besi dan menunjukkannya kearah Yohan.


" Paham sekarang? " Alis Yohan malah bertambah naik dan menggeleng.


" Ya Tuhan " hela napas Naomi pelan.


" Bapak tuh ya, kalo habis mandi atau habis ngeringin rambut kayak tadi tuh handuknya ditaruh digantungan lagi!! jangan taruh sembarangan. Apalagi kayak disofa tadi, sofanya kan jadi basah " ujar Naomi dengan nada yang cepat seperti seorang rapper.


" Mengapa dia mempermasalahkan hal yang kecil? sampai berteriak seperti itu? " ucap Yohan dalam hatinya.


Jujur saat bersama Eun-Yong, Eun-Yong tidak mempermasalahkan kebiasaannya itu dan cenderung mereka memang jarang berbicara karena Yohan hanya membicarakan hal yang penting dan Eun-Yong akan berbicara kepada Yohan bila dia ingin sesuatu.


" Lagi pula kenapa bapak tidak mengeringkan rambut dengan hairdryer saja? daripada dengan handuk akan membuat rambut menjadi rusak karena dikeringkan secara kasar " ketus Naomi sambil meninggalkan Yohan yang habis ditarik olehnya kedalam kamar bernuansa hitam dan gold itu.


Yohan memandang punggung belakang Naomi yang pergi begitu saja dengan tatapan yang aneh, apakah Naomi tidak menyadari Yohan adalah laki-laki? untuk apa Yohan menyimpan benda seperti hairdryer yang tidak begitu penting bagi dirinya.


" Saya tidak menyimpan benda seperti itu, Nana. Saya laki-laki " jawab Yohan sambil menyusul Naomi yang ternyata sedang menarik kursi meja makan.


" Kalau laki-laki memangnya kenapa? benda hairdryer itu umum pak, kecuali eyeshadow, bulu mata palsu. Bahkan ada juga laki-laki yang menyimpan makeup dalam kamarnya " gadis itu berucap sambil mendudukkan dirinya dan mengambil secentong nasi dipiringnya.


" Saya lelaki asli Nana, yang benar saja kamu membandingkan saya dengan yang seperti itu " Yohan memandang Naomi dengan tatapan yang aneh dan mendudukkan dirinya dihadapan gadis itu.


" Tidak ada yang bilang bahwa bapak lelaki palsu, saya cuman menjelaskan dan bercerita pengalaman saya " ujar Naomi dengan santai dan mengambil sedikit capcay buatannya keatas piring.

__ADS_1


" Tapi penjelasan kamu tadi- " ucapan Yohan dipotong oleh Naomi yang mengambilkan nasi dipiringnya sangat banyak.


Yohan menatap tajam Naomi dihadapannya yang malah dengan santai menyuapkan nasi, capcay beserta ayam goreng yang baru diambil kedalam mulut mungilnya.


" Apa? " tanya gadis itu sambil melotot balik kearah Yohan.


" Katanya laki-laki asli kan? laki-laki asli tuh makannya banyak pak. Habisin " ucap Naomi dengan kekehan jahatnya.


" Tapi porsi makan masing-masing laki-laki itu beda Nana, jangan bandingkan saya dengan- " tatapan Yohan berubah menjadi melotot saat Naomi malah memasukkan sendok berisi nasi dan lauk pauknya kedalam mulutnya yang sedang berbicara.


" Udah, makan pak. Jangan ngomel terus, nanti udah tua malah makin tua " Naomi dengan santainya menggunakan sendok yang ia sodorkan tadi kearah Yohan untuk ia pakai makan kembali.


" Ahh.. atau mau saya suapin? " goda Naomi sambil menaik-turunkan alisnya.


" Si^alan, saya digoda balik..!! " batin Yohan sambil memalingkan pandangannya dan mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya. Entah kenapa suasana disekitar Yohan menjadi panas begitupun dengan wajahnya yang memerah.


" Ada apa ini? " batinnya dan menaikkan suhu AC diruangan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yohan mengumpati Naomi dalam hatinya karena porsi yang diberikan gadis itulah makanya dirinya sangat kekenyangan sekarang.


Tiba-tiba Naomi melewati dirinya begitu saja dan duduk dikursi sofa tunggal setelah mencuci piring diwastafel.


" Karena kamu, saya kekenyangan sekarang " sindir Yohan pada gadis itu.


" Masih mending kekenyangan pak, daripada kelaparan. Banyak orang diluar sana yang kelaparan " acuh Naomi walaupun ia terkekeh dalam hati.


" Tapi ini karena porsi yang kamu berikan Nana..!! "


" Jangan merasa paling tersakiti deh pak! "


" Setelah itu kan bapak nambah dua centong lagi bahkan sampai semua lauk pauk ikutan habis " sindir telak Naomi dengan nada sinisnya. Baiklah Yohan baru menyadari akan hal itu dan terdiam begitu saja.


.


" Kamu masih memakan snack? " tanya Yohan memastikan, karena gadis itu habis mengotak-ngatik kulkas dan balik kesofa dengan jalan lenggak-lenggoknya.

__ADS_1


" Menurut bapak? " beginilah wanita bila sedang asik dengan oppa-oppa kesayangannya, bahkan Naomi tidak sekalipun melirik kearah Yohan.


Naomi memang sedang menyetel film kolaborasi antara aktris lokal dengan aktor dari negara asal Yohan, kisah cinta yang berbeda kasta dan hanya sebatas antara Tour Guide dengan seorang turis yang bersama selama 1 minggu membuat cerita itu kian menarik karena mereka menyukai satu sama lain.


" Hey- " nada kesal Naomi dan mengalihkan atensinya ketika rempeyek kesukaannya diambil oleh Yohan.


" Makanan apa ini? Apakah kamu tidak merasa kenyang habis makan tadi? " ucap Yohan dengan nada heran tetapi lebih herannya lagi ketika Yohan malah ikut memakan rempeyek milik Naomi.


Rasanya renyah, gurih dan ada sedikit asinnya walaupun kacang yang ada dirempeyek bisa nyangkut digigi. Tetapi Yohan malah melanjutkan makan rempeyek itu sambil ikutan menonton film didepannya.


" Katanya kenyang..!! Tapi rempeyek saya diambil " sebal Naomi pada lelaki matang didepannya, sedangkan Yohan yang malah balik acuh pada perkataan gadis itu.


" Dasar dosen labil! " ucap Naomi dan merebut kresekan rempeyek miliknya kembali dari tangan Yohan. Yohan menatap tajam Naomi yang ternyata gadis itu langsung duduk anteng setelah merebut rempeyek darinya.


" Nana " panggil Yohan penuh penekanan, entah ada apa dengan mereka berdua yang sekarang malah berebutan rempeyek.


" Apa? " ucap Naomi dengan nada malas dan merotasi bola matanya.


Yohan merebut kembali rempeyek itu dan langsung berdiri ketika gadis itu ingin merebutnya kembali.


" IHH BAPAK, APAAN SIH..!! ITU REMPEYEK KAN PUNYA SAYA " teriak Naomi kesal sambil melompat-lompat mencoba menggapai kresekan rempyek.


" Ini apartement saya, benda-benda termasuk rempeyek punya kamu pun juga menjadi milik saya " sisi arogan Yohan muncul dengan nada santai berkata seperti itu.


Yohan mengangkat kresekan rempeyek itu tinggi-tinggi saat Naomi hampir mencapai kresekan rempeyek. Selain ingin melindungi rempeyek dari gadis itu, ia juga ingin menjahili mahasiswinya ini.


Dengan akal licik, Naomi mencubit perut kotak-kotak itu membuat Yohan terkejut dan otomatis menurunkan kresekan rempeyek.


" HAHAHA DAPET- WAAAA " teriak Naomi ketika dirinya seperti ikut terjatuh kedepan bersama Yohan. Ia lupa kalau kakinya berpijak diatas kaki Yohan yang otomatis kalau Yohan jatuh, dirinya juga ikut terjatuh.


" Aduhh!! " Naomi terhantuk keatas dada bidang milik Yohan. Naomi mengangkat pandangannya dan seketika pandangan mereka beradu.


" Bapak tidak apa-apa? "


Seketika Naomi memukul pelan bibirnya yang tiba-tiba menjadi perhatian.


__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !


__ADS_2