
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selesai Lamima berkonsultasi tadi pada Immanuel, buru-buru Naomi pergi kearah kelasnya pada jam itu dan berpamitan pada Lamima namun tidak pada Immanuel. Mereka bertiga pun berpisah dari kantin.
" Akhirnya selesai juga..!! " ucap Naomi sambil meregangkan tangan dan pinggangnya setelah sang dosen dan beberapa teman lain ikut keluar dari kelas.
Naomi pun akhirnya ikut keluar dari kelasnya karena jadwalnya yang sampai jam 5 sore itu sudah selesai dan time to menagih janji Lamima.
" Kak Lamima udah selesai kelas belum ya? " batin Naomi dan mengambil ponsel dari saku celana jeansnya.
Ia mengetikkan pesan chat melalui media sosial Lamima yang dirinya follow, berharap kakak tingkatnya itu membalas dan tidak memberi harapan palsu.
@Yem.Naomi
Kakak, ini Naomi kak.
Kakak udah selesai kelas belum?
^^^@Mima_Laamimaa^^^
^^^Sebentar lagi kakak selesai, tungguin kakak didepan ruang kelas nomor 12.^^^
@Yem.Naomi
Siap Komandan😽
Dengan wajah yang berseri-seri, gadis itu berjalan kearah gedung C sambil melompat-lompat kecil sampai ia dilirik dengan tatapan yang beragam nan aneh oleh orang-orang yang berlalu lalang disekitarnya.
" Yes! Kak Mima nggak bohong " batin Naomi seperti anak kecil yang mendapat permen.
Ketika memasuki gedung C lantas Naomi berubah menjadi kalem karena tidak mungkin ia bertindak aneh dikalangan kaum elite yang sudah tercium aroma duitnya.
" Kenapa gedung C sendiri ya yang beda auranya? " gumam Naomi sambil melihat kearah sekitarnya kagum.
Walaupun gadis itu sudah pernah masuk sekali kegedung C dan berjanji ia tidak pernah masuk lagi kesini sekalipun dirinya diseret.
Nyatanya omongannya itu menjadi omong kosongnya sendiri karena sekarang bahkan Naomi memasuki gedung C tanpa paksaan.
" Nggak! Aku harus fokus " gumam Naomi sambil menepuk pipinya untuk sadar dan segera mencari kelas yang dimaksud Lamima tadi. Interior dari gedung C membuat ia gagal fokus saking mewahnya.
Naomi semakin masuk kedalam gedung C itu, ia melihat ruangan samping kanan dan kirinya untuk mencari ruangan nomor 12 dan pada akhirnya gadis itu menemukannya.
" Kak Aleka..?? " batin Naomi saat melihat kakak tingkatnya yang berdandan imut itu sepertinya tertidur dikursi penunggu ruang 12 itu dengan keadaan kepala yang tertunduk.
__ADS_1
" Duduk nggak ya? " gumam Naomi dengan pikiran yang berkecamuk padahal pertanyaannya cuman ' duduk atau tidak '.
Pada akhirnya gadis itu memutuskan untuk duduk dikursi tunggu itu tepat disamping Aleka.
Karena melihat Aleka yang sepertinya tak terganggu saat ia menduduki kursinya akhirnya Naomi pun bisa bernapas lega.
" Kemarin.. apakah namaku sesusah itu untuk dihafal? atau kak Aleka aja yang memang lupa karena tidak terlalu memperhatikan? " batin Naomi sambil mencuri pandang pada gadis yang tertidur disebelahnya.
Naomi teringat pada kejadian dimansion kakak beradik itu, dimana Aleka datang kepelukan Immanuel dengan keadaan menangis lalu membentak dirinya.
" Kenapa kakak membawa dia? Siapa dia? " tanya Aleka dengan nada yang tidak suka.
" Apa gara-gara kak Aleka dalam keadaan menangis dan matanya agak buram jadinya kak Aleka tidak mengenaliku? " Naomi terus membuat opini dalam pikirannya sampai-sampai ia berpikiran yang tidak-tidak.
" Apakah kak Aleka menyukai Kak Immanuel? Makanya kak Aleka terlihat tidak suka dengan kedatanganku dan spontan tidak mengenaliku? " baiklah ini pemikiran Naomi yang Naomi pikir paling efektif setelah dirinya memecah tesis yang ada.
Cklek
Naomi menoleh kearah pintu kelas yang terbuka dan ajaibnya ia bertemu dengan situkang triplek. Bahkan mereka bertatapan mata langsung.
" Ya Tuhan.. " batin Naomi sebal sambil menepuk jidatnya pelan dan menundukkan kepalanya agar tak betatapan dengan dosen itu lagi.
" Apakah intensitas bertemu kami tidak bisa seperti kemarin lagi? Yang seminggu pun hanya sekali atau bahkan tidak ada..!! " ucap Naomi dalam hati.
Berbeda dengan Naomi yang langsung memberikan reaksi, Yohan hanya melirik gadis 19 Tahun itu dengan tatapan datar dan berjalan melewati lorong itu begitu saja.
" Ayo mi..!! " ajak seorang wanita dengan rambut pendeknya yang membuatnya nampak lebih segar.
" Kamu kenapa? " tanya Lamima dengan nada yang heran melihat Naomi yang tampak suram.
" Tidak apa-apa kak. Ayo pergi " ucap Naomi lantas berdiri dari tempat duduknya.
Saat ingin melangkahkan kakinya beriringan dengan Lamima, tiba-tiba lengannya ditarik oleh seseorang.
" Tunggu..!! "
" I-iya kak? " cukup terkejut Naomi saat perempuan yang tadi duduk disampingnya menarik lengannya.
" Apakah kamu melihat Immanuel? " tanya Aleka dengan mata yang masih senyap-senyap dari bangun tidurnya.
" Tunggu, apakah dia mengenaliku? Ahh berarti kemarin pandangannya hanya buram saja " batin Naomi yang sesaat dirinya terdiam dan saat ingin menjawab pertanyaan Aleka, dirinya malah diwakilkan oleh Lamima.
" Kak Immanuel berada diruang sebelahnya lagi kak, tadi sepertinya dia sudah keluar " Aleka pun mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya.
" Ahh sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana ya? " ucap Aleka mengingat-ngingat memorinya.
__ADS_1
" Siapa yang kak Aleka maksud? Apakah Lamima? atau.. aku..?? " batin Naomi sambil lirik-lirikan dengan Lamima.
" Ahh sayang sekali memoriku memang kecil hehe, perkenalkan namaku Aleka semoga kita bisa berteman baik " senyum lembut gadis itu.
" Ahh nama sa- " Lamima lah yang ingin menjawab tetapi ucapannya terpotong karena Aleka tadi langsung meninggalkan mereka untuk mengejar Immanuel.
" KAK NUEL..!! " teriak Aleka dan berlari menghampiri laki-laki yang ternyata berjalan lebih masuk kelorong kelas dibelakang mereka.
" Dasar aneh " bisik Lamima kepada Naomi.
Jujur Lamima paling tidak suka diajak biacara duluan ehh malah saat dia berbicara ditinggal.
Lamima bahkan dengan beraninya menatap sinis pada punggung milik Aleka.
" Shutt nggak boleh gitu kak "
" Tapikan nyatanya gitu " dengus kasar Lamima.
" Ya tapi- "
" Udahh ahh ayo pergi. Kamu mau beli apa? " tanya Lamima sambil merangkul gadis yang sedikit lebih pendek darinya itu.
" Kakak peka ya hehe " cengenges Naomi dan Lamima pun memutar bola matanya malas.
" Tentu saja, kodemu itu sudah jelas tau! "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" AKU PULANGG " teriak Naomi dengan nada yang girang sambil membawa masuk cheesecake traktiran Lamima yang ia bawa pulang.
Naomi terkekeh dan senyam-senyum sendiri bahwa ia ditraktir banyak oleh Lamima.
Seperti sepaket nasi dan katsu, bakso dan bahkan ia disuruh bawa pulang cheesecake karena kebetulan Lamima tadi juga membeli cheesecake dan membelikannya pula untuk Naomi.
" YA TUHANN!! " Naomi pun menghela napas dengan berat setelah menutup pintu apartement.
Dengan tatapan yang dendam ia berjanji akan menyidang kedua lelaki yang Naomi yakini merupakan penghuni terakhir apartement.
" Menyebalkan, Awas kau Kim Yohan.!! "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...
__ADS_1