
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Sicantik Naomi yang cuman pake piyama demi nganterin si Tuan triplek...
" Sebenarnya Tuan muda Yohan mengidap PTSD nona atau Post-Traumatic Stress Disorder " ucap dokter Stefany saat mereka sudah berada diruangan pribadi dokter itu.
" Ahh iya perkenalkan nama saya Stefany Hardiansyah selaku psikolog sekaligus psikiater dari Tuan Yohan " dokter itu tersenyum ramah sambil mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan Naomi.
Naomi membalas jabat tangan Stefany dengan perasaan yang nano-nano.
Gadis itu sangat-sangat mengetahui bahwa orang yang ada dihadapannya saat ini merupakan psikiater sekaligus psikolog terbaik yang sering dicari kalangan konglomerat.
" Ya Tuhan, apakah aku bermimpi..?? " batin Naomi yang masih terpesona dengan perempuan hebat dihadapannya.
" Nona Naomi? Nona..?? " Stefany melambaikan tangannya dihadapan Naomi karena gadis itu nampak seperti melamun.
" A-ahh iya dok..?? Maaf saya tidak fokus. Soalnya baru kali ini saya berhadapan langsung dengan psikiater yang sedang dicari-cari orang banyak " ujar kagum Naomi membuat Stefany tertawa kecil.
" Anda sangat mengenal saya ya Nona "
" Tentu saja! Dibidang kesehatan bahkan farmasi yang saya tempati banyak yang membicarakan anda dok " ucap Naomi dengan menggebu-gebu.
" Wahh nona mendalami jurusan farmasi? baiklah sepertinya tidak akan terlalu sulit membicarakannya kepadamu " Naomi mengernyit sebentar tetapi karena pandangan sang dokter menjadi serius akhirnya gadis itu mendengarkan Stefany dengan baik-baik.
" Begini nona, seperti yang saya bilang diawal. Tuan Yohan mengidap PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder apakah nona pernah mendengarnya? " Naomi mengangguk pelan walaupun dia terlihat agak ragu.
" Gangguan mental yang disebabkan pengalaman yang traumatis dok..?? " tanya Naomi untuk memastikan dan dokter Stefany mengangguk bangga.
" Betul..!! Dan biasanya apa yang dikasih kepada orang yang terkena gangguan mental? " entah kenapa Dokter Stefany merasa penasaran dengan kepintaran otak milik gadis yang dibawa Tuan Muda Aldrich Company.
" Obat anti depresan dan anti cemas? " jawab Naomi dengan rasa penasaran karena ia belajar langsung pada ahlinya.
" Betul! Tapi dalam kasus Tuan Christian- upss Tuan Yohan maksud saya kurang satu lagi obatnya "
" Prazosin namanya, merupakan obat untuk mencegah mimpi buruk nona " ucap Stefany yang menjelaskan dan Naomi pun mengangguk mengerti.
Entah kenapa ingatan Naomi mundur kebelakang saat Yohan selalu terbangun dengan posisi keringat dingin dak ketakutan tidak jelas.
__ADS_1
" Apakah penyakit ini yang membuatnya seperti itu? " ucap Naomi dalam hati yang pada akhirnya semua kata kunci itu hampir terjawab.
" Sudah selama tiga tahun Tuan Christian mengalami PTSD ini. Dari segala macam terapi dan obat sudah saya berlakukan " dokter Stefany menghela napas panjang bahkan wanita berambut panjang sepinggang itu sampai tidak sadar menyebutkan nama ' Christian ' lagi dan membuat Naomi sedikit kebingungan.
" Apakah panggilan lain pak Yohan itu adalah Christian? Tapi mengapa reaksi perawat tadi berbeda saat aku mencari pak Yohan dan dokter Stefany yang memanggil Tuan Christian..?? " batin Naomi
Gadis itu membuka indranya dari segala macam indra pendengaran, indra penglihatan sampai pikirannya karena saat ini otaknya terbelah dua.
" TETAPI!! " ucapan Stefany seketika menggebu membuat Naomi terkejut bahkan mengelus dadanya yang tidaklah kecil tapi juga tidak besar.
" Tuan Christian tidak lantas sembuh secara sempurna nona..!! saya mendapat laporan dari Tuan Kalandra kalau Tuan Christian sejauh ini hanya bisa tertidur selama 4 jam dan membuat saya merasa gagal menjadi psikiater " lesu Stefany, bahkan perempuan itu tanpa sadar menjedutkan dahi miliknya dimeja dokter.
JDUKK
" ADUHH!! " ringis Stefany membuat Naomi ikutan meringis.
" Ternyata dokter idamanku seaneh ini. Apa tidak cukup hanya pak Yohan yang aneh? Tidak usah rekan disekelilingnya? " Naomi membatin sambil mengelus dadanya kembali.
Padahal kalau dipikir-pikir lagi gadis itu merupakan cerminan bagi lingkungan sekitarnya juga alias dia sama anehnya.
" Shh.. intinya begini nona, Tuan Christian mengidap PTSD yang cukup parah dan dia merupakan orang yang sangat tertutup terutama dengan saya sebagai dokternya..!! Padahal katanya dia mau sembuh " sindir Stefany sambil mengelus dahinya yang Naomi yakin pasti merah parah karena jedukkannya sampai bunyi.
" Saya harap anda bisa lebih dekat dengan Tuan Christian agar laki-laki itu tidak menanggung bebannya sendirian "
" Mengapa dokter Stefany mempercayakan hal seperti itu denganku sih..?? " entah kenapa wajah Naomi terasa panas karena sepertinya Stefany salah paham dengan hubungannya dan Yohan.
" Tapi seberat apa memangnya beban yang ditanggung pak Yohan? Apakah aku mampu untuk ikut membantunya " batin Naomi seolah bertabrakan karena seperti ada sisi malaikat yang memperdulikan Yohan sedangkan sisi iblisnya yang ingin masa bodo itu saling tarik-tarikkan.
" Dokter.. " Stefany yang tadinya sedang mencari berkas pasien milik Yohan langsung membalikkan badan.
" Iya Nona..? " Sebenarnya Naomi agak ragu untuk menanyakannya tapi rasa penasaran lebih menekannya daripada rasa keraguan.
" Tapi sebenarnya apa yang membuat pak Yohan sampai bisa mengalami PTSD ini? " Beberapa detik mereka saling terdiam, sampai akhirnya dokter Stefany tersenyum kepada Naomi tanpa gadis itu dapat membaca arti dari senyum sang dokter.
" Nona belum dikasih tau ya? " tanya sang dokter dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.
" Kalau saya tau, saya tidak mungkin menanyakannya dok " sontak Stefany tertawa mendengar jawaban polos nan menyindir sepertinya dari Naomi.
" Berarti belum saatnya anda mengetahuinya, Nona " ucap Stefany dan meneruskan pekerjaannya untuk mencari berkas kesehatan milik Yohan.
" Loh terus bagaimana caranya aku membantu pak Yohan " ucap Naomi dalam hati sambil menggaruk kulit kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
" Dan saya minta tolong Nona, untuk tidak memberitahu tuan Christian kalau saya membicarakan riwayat penyakitnya "
Naomi pun mengangguk dengan cepat karena dia mengerti kode etik seorang dokter yang tidak boleh mengatakan riwayat pasiennya tanpa seizin pasiennya.
" Mari nona kita kembali keruang inap Tuan Christian " mereka berdua pun keluar dari ruangan pribadi sang dokter dan berjalan menuju lift.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bagaimana? Sudah puas dengan meetingnya? " sindir Naomi dan mendudukkan diri disofa yang posisinya cukup jauh dari ranjang pasien.
" Hem " Kalau tidak mengingat dosennya itu tampan, mungkin sudah Naomi cabik-cabik wajah dosennya itu.
" Jadi dokter Andre, bagaimana kondisi kesehatan Tuan Chris- maksud saya Tuan Yohan? " tanya dokter Stefany pada dokter yg belum lama berada dirumah sakit ini.
" Sebenarnya memanggil Tuan Chris juga nggak papa " batin Naomi yang merasa aneh. Toh sebenarnya dia sudah banyak mendengarkan nama ' Christian ' itu diluar tadi.
Tetapi tanpa Naomi sadari sebenarnya Stefany dipelototi oleh Yohan ketika hampir mengatakan ' Tuan Christian '.
" Tuan Yohan mengalami Anemia, dok. Karena kurangnya waktu tidur membuat asupan darah keotak dan tubuh lainnya berkurang " jelas dokter Andre dan baik Stefany maupun Naomi pun mengangguk paham.
" Saya sarankan untuk mengkonsumsi sayuran atau buah-buahan yang mengandung zat besi untuk menaikkan darah Tuan Yohan kembali. Tapi-- "
Naomi mengangkat alisnya sebelah saat melihat Dokter Andre yang nampak ragu untuk berucap sesuatu.
" Katakan saja " ucap dingin Yohan.
" Saya mendengar Tuan tadi mengeluh mengenai membuang uri*ne yang sulit dan cenderung menyakitkan "
" Apakah tuan mengalami er*eksi berlebihan pada ' milik ' tuan? Karena saya menduga ' milik ' tuan sedang mengalami pembengkakan " tenggorokan Naomi terasa tercekat hingga rasanya ia tersedak dengan liurnya sendiri.
Uhukk.. Uhukk..
Dibidang kedokteran, pembicaraan ini bukanlah hal yang privasi bagi para dokter. Tetapi berbeda situasi dengan Naomi sekarang.
" Ya Tuhan bolehkah aku diculik olehmu sebentar saja agar tidak mendengar percakapan ini? "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sumpah, jangan bully aku. Aku paling takut upload episode ini sebenarnya😭😭😭. Ini udh agak aku sensor-sensorin dari alur yg ada dipemikiranku🤧
__ADS_1
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...