My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 11


__ADS_3

" Eumhh.. " Naomi mengerjapkan matanya perlahan ketika terbangun, badannya terasa pegal-pegal semua. Ia meluhat kearah gorden jendela yang terbuka, dan ternyata hari sudah pagi.


" Apa yang terjadi..?? " gumam Naomi sambil memegang kepalanya yang terasa pusing, ia mulai bersandar pada dinding kasur. Sebentar nuansa kamar miliknya terasa aneh, bahkan bau dari kamarnya tercium parfum yang harumnya sangat kuat dan maskulinitas.


" DIMANA AKUU?!! " teriak Naomi histeris. Kamar ini yang pasti bukanlah miliknya, kamar ini berwarna hitam putih dan dipenuhi oleh para atlet basket yang sangatlah terkenal dimancanegara.


" Sudah bangun? " suara berat itu mengagetkannya, Naomi berjengit kaget dan menoleh. Ternyata itu Immanuel tetapi kenapa ia bisa berada disini.


" Bagaimana ceritanya aku bisa disini?? Apa yang kamu lakukan terhadapku!! " ucap Naomi dengan nada yang tinggi, ia sangatlah panik apalagi ketika mendapati dirinya berada dikamar seorang pria seperti ini. Bahkan pertanyaannya tadi sudah tidak ada embel-embel 'kak' lagi.


Naomi bahkan mengecek pakaiannya, ternyata masih lengkap. Sudah 2 kali dia terbangun dengan posisi ada laki-laki dihadapannya, entah kenapa Naomi ingin menangis karena takut diapa-apakan dikota yang bahkan ia tidak mempunyai sanak saudara disini.


" Tenanglah Naomi, kemarin kamu-"


" Aku tidak ingin tau, Minggir..!! Aku ingin pulang sekarang " Immanuel dapat melihat mata hitam legam milik Naomi yang sudah berair dan mungkin sebentar lagi tumpah. Karena tertegun saat Naomi melewatinya begitu saja bahkan Nuel tidak mengejarnya.


Naomi keluar dari sana yang ternyata merupakan salah satu apartement yang dekat dengan kampusnya juga, ia memesan taksi dan pergi menuju apartementnya sendiri.


" Tujuannya kemana mbak? " tanya sang pak sopir sambil melirik kearah spion atas yang mengarah kekursi belakang. Ia melihat penumpangnya menunduk dan bahunya bergetar.


" Apartement xxx pak " bibir Naomi bergetar saat mengucapkan alamatnya, ia mencoba menahan tangisnya karena malu dihadapan sang pak sopir.


" Nangis aja nggak papa mbak " santai pak sopir sambil terus mengendarai taksi tersebut kearah apartement Naomi. Tiba-tiba tangis Naomi pecah, ia menutup wajah berparas ayu miliknya karena takut dirinya direkam dan diviralkan oleh sang pak supir dengan tajuk ' Seorang wanita menangis sehabis keluar dari sebuah apartement '.


" Sudah sampai mbak " Naomi langsung membayar ongkos taksi tersebut. Tetapi ketika ingin keluar dari taksi, lengannya ditahan dan digenggaman tangannya pak Sopir itu mengasihkan sebuah benda yang nampak halus.


" Ingusnya meler-meler tuh mbak, hapus cepet. Nanti para lelaki muda jadi ilfeel loh sama mbak " canda sipak sopir dan tangis Naomi malah makin bertambah karena malu.


" Waduhh " batin pak Sopir malah jadi panik. Ia kira simbak nggak baperan ternyata dia salah tempat dan waktu. Bapak yang diperkirakan Naomi setengah baya itu menepuk punggung dan pundak milik Naomi seolah menenangkan.


" Nggak mbak, bapak cuman bercanda cupcupcup anak geulis. Sana masuk mbak atau mau saya culik? " memang benar-benar sibapak ini memang tidak tau tempat saat bercanda. Sedangkan Naomi yang mendengar kata 'diculik' langsung keluar dari taksi itu dan berlari masuk kedalam apartementnya.

__ADS_1


.


Naomi membuka pintu unit apartementnya, seketika pandangan matanya malah terpaku pada sepatu pantofel laki-laki yang sangatlah berciri khas dengan seseorang.


" Pak Yohan sudah pulang? " batin Naomi sambil menghapus jejak air matanya karena takut harus menahan malu malu dan ketahuan menangis lagi seperti kejadian sipak sopir.


Naomi mulai berjalan perlahan dengan menundukkan pandangannya. Ia melihat sepasang kaki yang bahkan masih memakai kaos kaki itu sedang bersilang kaki disofa tersebut. Tetapi sepertinya pria itu tidak menghiraukannya dan Naomi pun bertindak acuh juga dengan pergi kekamarnya begitu saja.


" Dia kemana semalam? " batin Yohan dengan lirikan dingin saat gadis belia itu melewatinya begitu saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Naomi menghabiskan waktunya untuk menangis seharian. Untung saja kemarin dan hari ini jadwal pelajarannya semingguan ini sudah ia kebut. Setidaknya hari ini ia tidak kekampus pun tidak apa-apa.


Ringg.. Ringg..


Suara alarm itu terus menganggu dirinya, Naomi menggeram kesal dalam tidurnya dan membuka matanya yang merah dengan paksa.


Naomi mencoba menscroll akun media sosialnya, karena dari kemarin ia mematikan notif media sosialnya dan bahkan tidak menengok media sosialnya kembali sekarang banyak sekali notif yang bemunculan.


" Apa ini?? " gumam Naomi dengan mata yang masih senyap-senyap. Dari sekian banyak notif bahwa ada yang mengikutinya ataupun ada yang mengechat dan komentar dipostingannya, ia tertarik dengan tag an oleh salah satu akun yang idnya sepertinya akun media sosial milik kampusnya.


Naomi menekan postingan yang terdapat tag an kepada akun media sosialnya, seketika matanya yang senyap-senyap berubah menjadi melotot.


" DASAR GI*LA!! SIAPA YANG MEMBUAT PORTAL BERITA SEPERTI INI " umpat Naomi yang dengan spontan mendudukkan dirinya. Ia langsung mengecek laman komen dipostingan tersebut.


@k.enzoal : Wahh seperti bidadari, tak disangka anggota panitia ospek doyannya sama para MABA.


@Alin.chrnz : Semoga mereka cepat putus, mereka sangat tidak cocok.


@Dvianda : @Alin.chrnz iya. Heran bagaimana Immanuel bisa terikat hubungan dengan mahasiswi centil yang sering menggerai rambutnya.

__ADS_1


@Jasmine.lizn : @Dvianda Bilang saja kau iri padanya karena dia mempunyai rambut lurus yang bagus sedangkan rambutmu gimbal.


@Dvianda : Kurang ajar!!


Beberapa komentar ada yang Naomi baca dan ada juga yang tidak, karena kebanyakan komen dari mereka adalah komen negatif yang membuat Naomi tidak ingin menambah penyakit hati pastinya. Terserah mereka ingin merumorkan apa tentang dirinya dan Immanuel, tapi ini sampai masuk portal berita kampus dengan tajuk ' Panitia Ospek Falling In Love with MABA ' sungguh hidupnya seperti dibuat film FTV.


" Mengapa harus dengan kak Immanuel sih? " gusar Naomi sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Sungguh ia akan mengomel sampai malam satu suro ketika penulis portal berita itu sudah ia ketahui.


Naomi akhirnya memilih mandi agar tubuh dan pikirannya segar. Bahkan ia rela berkeramas malam-malam dan berharap pikirannya lepas sejenak.


" Kemana semua orang? " batin Naomi saat keluar kamar sambil menggosokkan rambutnya dengan handuk putih.


" Pak Yohan dan Mbok Sumi kemana? " gumam Naomi bingung, biasanya jam segini Mbok Sumi belum pulang dan ia melirik kerak sepatu pun sepatu pantofel milik Yohan masih ada disana.


" Masa aku ditinggal sendiri " cembetut Naomi, dirinya ingin menangis karena disaat ia membutuhkan adanya keberadaan orang lain agar pikiran buruknya sirna walaupun hanya diam-diaman pun tetapi tidak ada yang menemaninya.


Naomi mencoba menelepon ponsel papihnya dan mengambil cemilan didalam kulkas, sampai ia berjalan kearah sofa pun telepon itu tak kunjung diangkat oleh sang papih.


" Mengapa papih tidak mengangkat teleponku? " kernyit Naomi, baiklah mungkin ia ditakdirkan Tuhan untuk menghadapi ini sendirian. Naomi memakan snacknya sambil menonton film Spongebob Squarepants yang sedang special kebetulan tayang malam ini.


" Untung yang membeli ini pakai uang Pak Yohan, setidaknya aku tidak harus irit dalam menghabiskannya " senyum Naomi seketika. Ia mencoba tetap menyenangkan diri dan bersyukur dengan keadaannya.


Sampai jam 10 malam, Naomi terus asik didepan televisi dengan semua snack yang berjejer diatas meja. Tiba-tiba nomor telepon asing terlihat menelepon ponselnya.


" Siapa ini? " Naomi malas mengangkat karena ia sedang malas untuk berbicara dengan siapapun itu.


Penelepon itu menelponnya hingga 4 kali, Naomi mulai terusik ketika panggilan kelima dan mengangkatnya dengan nada yang ngegas.


" Mau apa sih? Kalo nggak diangkat tuh ya nggak usah ditelepon lagi " ucap Naomi dengan nada yang tinggi, tetapi tiba-tiba dirinya shock.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...


__ADS_2