My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 14


__ADS_3

" NGGAK BOLEHH..!! " teriak Karina dengan tidak terima.


" Ada apa? Jino saja kelihatannya tidak keberatan " ucap Lamima sambil mengkerutkan dahinya.


" Pokoknya tidak boleh " tolak Karina mentah-mentah sambil mendekati mereka berdua dan menjadi pembatas pandangan antara Jino dengan Lamima.


" Coba Jino, bagaimana pendapatmu? " tanya Lamima dengan menyunggingkan senyum miringnya. Jino merasa diapit oleh pilihan yang sulit.


" Maaf Lamima, aku tidak bisa " ucap Jino dengan tidak enak karena Karina yang menatapnya tajam. Karina tersenyum menang dihadapan sang mantan dari pacarnya itu.


" Kamu harus ikut Jino " tiba-tiba Lamima menarik paksa tangan Jino membuat mata Karina membelalak kesal. dan murka.


" YAKK!! DIA SUDAH BILANG DIA TAK BISA. KENAPA KAU MEMAKSA..!! " teriak Karina sambil menarik surai panjang berwarna hitam legam milik Lamima.


*" HEY BITCH TAK USAH MENARIK RAMBUTKU!! " teriak balik Lamima dan tangan yang awalnya menggenggam tangan Jino itu beralih menarik rambut milik Karina.


" KAU JUGA BALIK MENARIK RAMBUTKU, NGACA JALANG..!! " Dan suasana ditoko eskrim itu menjadi ramai dengan keributan yang ditimbulkan mereka.*


.


Karina tersentak kaget saat Naomi menjentikkan jari tepat dihadapannya. Ketika melihat sekitarnya, tempat yang sedang diduduki Karina pun masih tempat yang sama dan tidak ada orang-orang yang sedang memisahkan mereka.


" Kamu kenapa rin? " tanya Naomi dengan raut kebingungan. Bahkan dua orang lainnya yang berada dihadapan Karina menatap Karina dengan tatapan yang bingung.


" Ti-tidak apa-apa " senyum manis Karina dengan canggung.


" Rambutku tidak berantakan, makeup milikku juga tidak berantakan. Terutama dia " batin Karina sambil melihat kamera diponselnya untuk melihat penampilannya dan melirik Lamima yang berada dihadapannya.


" Ternyata aku halu, Ya Tuhann " batin Karina dan mengusap wajahnya dengan gusar.


" Bagaimana Jin? Kamu bisa kan? " Lamima memohon-mohon dengan tangan yang dikatupkan dan puppy eyesnya.


Sedangkan Jino melirik kearah Karina seolah meminta persetujuan tetapi Karina hanya memandangnya dengan dingin dan malah memakan es krim milik Naomi.


" Hey, es krimku..!! " ucap Naomi dengan kesal ketika mendapati es krimnya diraup habis oleh Karina padahal baru ia makan setengah. Naomi menabok punggung milik Karina dan Karina melirik sinis kearah sahabatnya itu.

__ADS_1


" Eumm.. aku butuh persetujuan Karina, Lam " jawab Jino setelah beberapa saat bertatapan dengan Karina dan ternyata tatapan Karina sedang tidak bersahabat.


Tatapan puppy eyes milik Lamima berpindah kepada Karina yang sedang memakan es krim. Lamima menggenggam tangan Karina dan sangat memohon pada gadis itu.


" Tolong izinin Jino dong rin..!! Gue udah nggak demen lagi kok sama dia. Lo udah pasti tau kan status gue dulu sama Jino makanya lo natap sengit gue begitu " melas Lamima membuat Karina terkejut.


Karina kira Lamima akan membuat tatapan yang sama-sama sengit dengannya dan akab berusaha memperebutkan Jino seperti yang ada diangannya tetapi ternyata tidak. Lamima bahkan mengakui bahwa dia sudah tak menyukai Jino.


Karina terdiam sebentar mencoba mencerna ini semua.


" Bagaimana cara gue percaya kak kalo lo udah nggak suka sama Jino? Dan gimana caranya biar gue gak curiga sama lo? " frontal Karina yang akhirnya mengutarakan perasaannya.


" Gini dehh, lo ikut aja pas gue sama Jino keruangan dosen. Biar lo nggak curiga rin " jawab Lamima dengan tatapan meyakinkan, tetapi Karina menggeleng.


" Habis ini gue ada matkul lagi kak, sekitar sepuluh menit lagi " baiklah Lamima kehilangan akal sekarang, tetapi tiba-tiba ia melotot kearah Naomi.


" Perasaan aku nggak enak " batin Naomi mengalihkan pandangannya dan berpura-pura memainkan ponselnya kembali. Tapi tiba-tiba ada yang mengambil ponselnya secara paksa.


" Hey, ponselku!! " kaget Naomi. Tadi es krim yang diambil dan sekarang ponsel miliknya, apakah esok hari ia akan dipalak?. Dan ternyata yang mengambil ponselnya adalah Lamima, Lamima menatap tajam kepada wanita berusia 19 Tahun didepannya.


" Ti-tidak ada kak.. " Naomi memukul bibirnya pelan, mengapa bibirnya ini tidak bisa diajak kerjasama.


" Baiklah, temani kakak ya. Kamu bisa meminta tolong untuk Naomi merekami kami rin, agar kamu tak curiga " perhatian Lamima kembali lagi dengan Karina. Dan Karina pun hanya mengangguk saja.


Lamima beranjak dari tempat duduknya dan mulai mengajak Naomi serta Jino mengikutinya.


" Jagain Jino gue, mi. Nggak usah videoin, cukup lihat ada yang mencurigakan apa nggak "  bisik Karina pada Naomi dan Naomi hanya mengangguk saja karena batinnya tertekan. Mereka pun berpisah jalur dari tempat es krim tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Naomi baru mengetahui bahwa gedung fakultas bisnis dan manajemen dengan Farmasi itu berbeda. Ia juga baru mengetahui Universitas yang ia tempati ini memiliki 3 gedung yang berbeda dan gedung fakultas bisnis dan manajemen ada digedung C sedangkan gedung fakultas Naomi itu gedung A.


" Wahh interiornya lebih mewah dari gedung fakultasku " gumam Naomi yang terkagum dengan suasana yang serba gold itu. Bahkan lorong gedung mereka lebih luas dibanding lorong gedung A.


" Hahaha, sama aja kok mi. Disini malah terlalu bling-bling, mata malah menjadi sakit " keluh Lamima yang ternyata mendengar gumaman milik Naomi.

__ADS_1


" Beda kak! Lihat dehh kalian bahkan memiliki perpustakaan sendiri. Sedangkan aku ketika ingin keperpustakaan harus ke gedung B dulu " protes Naomi, memang rumput tetangga itu selalu lebih hijau.


Saat sedang melihat kearah sekitarnya tiba-tiba pupil matanya menangkap seorang lelaki yang ia hafal perawakannya dengan kemeja hitam dan kacamata bulatnya. Ketika tatapan mereka saling beradu, Naomi langsung memalingkan wajahnya dan bersembunyi ditubuh Lamima.


" Kak, ayo cepat keruangan dosen. Nanti kalau dosennya keburu ada jam ngajar lagi gimana " ucap Naomi sambil menarik tangan Lamima yang tadinya sedang berbicara dengan Jino.


" Tadi kakak udah- ehh pelan pela mi " ucap Lamima karena takut dirinya yang ditarik Naomi dengan cepat terjatuh.


" Aku ditinggal? " batin Jino sambil menatap bingung Lamima yang ditarik oleh Naomi. Dan menyusul kedua gadis itu.


.


Naomi mengernyitkan dahinya saat melihat kearah name tag yang ada dipintu ruangan dosen. Dengan alis yang naik sebelah, Naomi bertanya kepada Lamima yang ada disampingnya.


" Serius ini ruangan dosennya kak? " Lamima yang sedang mengatur nafasnya agar gelagapan bertemu dosen killernya itu pun hanya mengangguk saja untuk menjawab pertanyaan Naomi.


" Tenang Lam " ucap Jino sambil mengelus surai hitam milik Lamima ketika melihat gadis itu nampak gugup. Bukan bermaksud untuk menjadi playboy tetapi Jino sudah menganggap Lamima sebagai adiknya.


" Aku masih berada disini ya kak Jino " tatap sengit Naomi dan Jino hanya terkekeh saja.


Mereka bertiga masuk kedalam ruangan dosen tersebut, hanya Jino dan Lamima saja yang mengangkat pandangannya sedangkan Naomi tidak. Karena Naomi sadar bahwa ini bukanlah jurusan miliknya dan takut dimarahi datang keruangan dosen yang bukan jurusan miliknya.


" Selamat pagi pak, saya ingin mengasihkan proposal saya yang bapak bilan untuk revisi kemarin " ucap Lamima dengan nada yang diusahakan tidak bergetar.


Dosen yang awalnya sedng fokus dengan beberapa file ditangannya langsung melirik kearah 3 orang yang ada dihadapannya.


" Kamu membawa Jino? Baguslah. Agar Jino tau seberapa buruk proposalmu terutama yang kemarin " seringai dosen itu. Dosen itupun melirik kearah Naomi yang berada disamping Lamima.


" Dan satu temanmu lagi siapa? " Ketiga orang itu diam membisu mendengar pertanyaan diluar konteks ini.


" Angkat kepalamu!! Dan jangan buat saya marah karena ini terlalu ramai " suasana mulai terlihat dingin dan dengan perlahan Naomi mengangkat pandangannya.


" Maaf pak, saya akan kelu-" Naomi terkejut melihat sosok yang baru ia temui kemarin dihadapannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...***Tinggalkan jejak like\, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !***...


__ADS_2