
...Edisi New Year, Ody bakal ngeup sekitar 2 atau 3 an episode untuk jatah tanggal 31 Desember. Biar kalian sekalian mabok okay? Semoga kalian senang dihari terakhir tahun 2022...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" BAPAKK!! " teriak seseorang dengan riang sambil berlari kedalam ruangan Yohan. Walaupun tangannya banyak tentengan, dia tetap tersenyum senang.
Ruangan itu seketika hening dengan kecanggungan yang hinggap disana, Naomi mengenyitkan dahinya ketika melihat Eun-Yong sedang ditarik oleh perawat.
" Untuk apa dia disini? " batin Naomi dengan raut keheranan.
" Hey perawat sial*an, saya istri dari Tuan Christian " bentak Eun-Yong secara tidak sopan kepada perawat yang sepertinya sudah berumur setengah baya.
" MANTAN istri ya nyonya Eun-Yong dan jangan membentak mbak-mbak perawat itu..!! " ucap Naomi mengingatkan, ia terlihat tidak suka dengan cara Eun-Yong yang tidak ada sopan-sopannya pada yang lebih tua.
" Siapa kamu menyuruh-nyuruh saya " desis sinis Eun-Yong sambil menyentak kasar tangan perawat itu yang masih memegangnya.
" Nyonya mohon anda- " ucapan perawat itu tiba-tiba terpotong mendengar Yohan yang sudah mulai berbicara.
" Biarkan saja dia berada disini " ucapan Yohan membuat Naomi membelalakkan matanya tidak terima.
" Bapak, saya tau bapak sedang kekurangan darah. Tapi bukan berarti bapak kekurangan otak juga kan? " ucap Naomi dengan nada kesal apalagi melihat Eun-Yong disampingnya yang sudah tersenyum kemenangan.
" Nana..!! " ucap Yohan dengan nada yang ditekan.
" Baiklah, terserah bapak! " mood Naomi langsung down bahkan gadis itu menaruh tas dan barang belanjaannya dengan kasar.
Tanpa Naomi sadari, Yohan sedang menahan rasa sakitnya yang berubah menjadi ganda. Dengan nada yang lirih, Yohan meminta tolong kepada perawat untuk mendatangkan dokter Andre.
" Kamu sakit apa sayang? " tanya Eun-Yong dengan nada yang khawatir sambil duduk dikursi besi dekat ranjang utama milik Yohan.
" Cihh, sok perhatian banget sih mantan istri " ucap Naomi dalam hati dan memainkan ponselnya tanpa memedulikan kedua sejoli itu lagi dengan memasang earphone ditelinganya.
Dokter Andre dan perawat memasuki ruangan dengan troli peralatan rumah sakit yang lengkap. Karena mengira ada Eun-Yong yang sedang mencari perhatian itu, sepertinya Naomi tak usah repot-repot turun tangan.
" Aku beliin buah nih, aku petik langsung dari pohon Grandpa terus aku wrap deh " ucap Eun-Yong dengan membanggakan diri dihadapan dokter dan suster.
" Bukannya itu parsel dari supermarket mall sebelah? " ucap Naomi dengan senyuman miring yang tersembunyi.
__ADS_1
Ia hanya memakai earphone sebelah jadinya gadis itu masih bisa mendengar semua percakapan mereka.
Wajah Eun-Yong langsung merah entah menahan malu atau menahan amarah, dia menatap sengit kearah Naomi yang menatapnya balik dengan ejekan.
" Maksudmu aku berbohong gitu? " nada kesal itu terlihat jelas membuat Naomi terkekeh kecil.
" Tidak, aku kan hanya bertanya " ucap Naomi dengan tenang, gadis itu kembali menatap ponselnya sambil menscroll foto biasnya yang baru saja update.
" Kakek dan Nenekku kaya, mereka punya banyak perkebunan buah. Yang benar saja kamu menuduhku membeli buah disupermarket? " suasana mulai tidak selow bahkan dokter Andre menjadi tidak fokus.
" Aku tidak menuduh sih, cuman mana ada sih ngambil diperkebunan tapi ada logo harga didekat keranjang " perawat setengah baya yang ikut masuk kedalam ruangan nampak menahan tawa begitupun dokter Andre.
" Si*al parsel sia*lan..?!! " umpat Eun-Yong dalam hati dan diam-diam tangannya merayap membuang label harga diparsel itu.
" Untung saja aku sempat melihat-lihat bagian parsel hihi " batin Naomi yang tersenyum puas, ia pun menscroll media sosialnya kembali dengan tenang.
" Nahkan benar saja, dia membeli disupermarket " gumam lirih Naomi saat melihat berita terbaru kalau aktris Song Eun-Yong berbelanja disalah satu supermarket dinegara I. Berarti flash-flash yang mengganggu sebelumnya memang berasal dari reporter yang meliput Eun-Yong.
" Lebih baik tuan segera makan tetapi sedikit-sedikit saja dulu bila masih mual. Saya sudah menambah infus juga untuk penambah darah dan penambah nafsu makan " ucap dokter Andre setelah memeriksa keadaan Yohan.
" Ayo aku suapi, kamu pasti tidak dikasih makan oleh wanita jahat itu " sinis aktris senior itu dan mengambil tas berisi makanan dari restoran mewah yang Naomi beli.
" APA MAKSUD-" Eun-Yong hampir membentak Naomi tetapi gadis itu langsung memotong ucapannya.
" Kalau saya berniat tidak kasih makan pak Yohan, nggak mungkin saya capek-capek nawarin dan beli keluar..!! " ucap Naomi yang emosinya sepertinya mulai terpancing.
" Maaf para nyonya, mohon untuk tidak ribut diruangan pasien. Saya izin berjaga diluar " ucap perawat itu dengan sopan sambil keluar beriringan dengan dokter Andre.
" Terima kasih dok, sus " ucap Naomi sambil tersenyum walaupun senyum itu senyum dipaksakan.
" Ayo makan dulu yeobbo " ucap Eun-Yong sambil menyodorkan satu sendok penuh bahkan hampir tumpah-tumpah berisi bubur dengan kaldu udang dan toping lain.
" Ya Tuhan, brutal sekali " batin Naomi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa kecil.
" Nanti saja Eun " ucap Yohan sambil menahan sendok bubur yang disodorkan kepadanya.
Tringg.. Tringg..
Tiba-tiba ponsel milik aktris terkenal itu berbunyi dan ternyata perempuan itu sudah dipanggil managernya untuk jadwal photoshoot selanjutnya.
__ADS_1
" Ayolahh, sekali saja " bujuk perempuan itu pada sang mantan suami.
" Saya tidak bisa " bahkan pelipis Yohan kembali berdenyut karena bujukan Eun-Yong yang tiada hentinya.
" Satu saja, masa kamu tidak bisa menerima suapan ibu dari- " satu sendok penuh bubur itu langsung dilahap Yohan dan Eun-Yong tersenyum senang.
" Terima kasih sayang, aku pergi dulu " tepat dihadapan Naomi Eun-Yong dengan tidak sopannya mencium pipi laki-laki berstatus duda itu.
Cup..
" Apa-apaan tadi.. " batin Naomi yang entah kenapa merasa kesal apalagi Eun-Yong yang meberikan tatapan kemenangan kepadanya.
" Na.. " panggil suara lirih itu dengan tatapan melas sekaligus lemas ketika Song Eun-Yong telah keluar dari kamar.
" Ada ap-" Naomi langsung membelalakkan matanya dan melempar ponselnya disofa begitu saja.
Untung gadis itu siap siaga dengan langsung mengambil kantong kresek dikursi untuk tempat muntahan Yohan.
" Huekk wekk "
" Enakkan disuapin nyonya Song Eun-Yong? makanya kalo nggak bisa dimakan ya tegas bilang nggak bisa " sindir Naomi karena jujur ia masih merasa kesal walaupun hatinya berlawanan arah dengan tindakannya.
" Hiks.. hiks.. sakit. Saya tidak suka seperti ini " begitu selesai dengan muntahannya, laki-laki itu langsung mentup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Nanti juga sembuh pak " ucap acuh tak acuh Naomi yang belum sadar bahwa laki-laki dihadapannya itu menangis.
Perempuan itu pun membuang bekas muntahan ditoilet dan menyiramnya agar bersih, ketika kembali Yohan sudah berbaring dengan bahu yang bergetar.
" Hiks.. hiks "
" Lohh bapak menangis? " tanya Naomi sambil menarik bahu Yohan agar menghadap kearahnya. Bukannya menjawab tangis laki-laki itu malah tambah menggelar.
" HUWAAA " Naomi pun spontan menutup kedua telinganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...***Tinggalkan jejak like\, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !***...
__ADS_1