
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ahh!! " Naomi terbangun dari lamunannya saat dirinya tiba-tiba disenggol oleh seorang perempuan yang asyik membawa kamera disampingnya.
" Minggir dong..!! " bukannya Naomi yang kesal, perempuan itulah malah yang membentak dirinya.
" Lohh saya kan yang duluan disini " ucap Naomi tidak terima, tiba-tiba ketika melihat sekelilingnya ia lebih terkejut lagi.
" Apa-apaan sih ini kok pada ngerekamin dan bawa kamera? " batin Naomi kesal sekaligus merasa risih.
Banyak flash-flash disana yang entah mengarah kesiapa tapi yang pasti satu deret bagian buah dan parsel buah dengan dirinya.
" Nanti saja deh aku milih buahnya. Risih " Gadis itu pun mendorong trolinya ketempat yang lain. Ia melihat-lihat foodcourt yang ternyata tersaji disana.
" WAHH SURGA DUNIAA " girang Naomi yang tanpa sadar membuat atensi beberapa pelanggan teralih kearahnya.
" Upss.. " Naomi langsung menutup bibir penuhnya karena sadar telah mempermalukan dirinya sendiri. Gadis itu pun mengelilingi foodcourt.
" Bayar baksonya dikasir depan atau disini mbak? " tanya Naomi sambil melihat bakso dan beberapa dimsum yang dijaga oleh mbak-mbak berambut pendek berkulit hitam manis.
" Bayarnya didepan sekalian ya kak, kakak mau beli? " dan Naomi pun mengangguk dengan cepat.
" Bisa dibungkus kan ya? "
" Bisa kok kak " Naomi pun langsung memesan bakso beranak dengan tahu kuning disana. Tak lupa ia memesan 2 porsi karena siapa tau Yohan menginginkannya juga.
" Dimsumnya mau dong mbak, campur aja " mbak berkulit manis itu pun mengangguk sambil tersenyum karena ada yang berminat dengan apa yang ia jual.
" Terima kasih mbak " senyum Naomi begitu merekah ketika menerima pesanannya dan senyum itupun dibalas oleh mbak-mbak berambut pendek itu.
Naomi begitu banyak membeli jajanan dari bakso, martabak mini hingga seporsi rendang bersama nasi juga ia beli agar dirinya ketika keluar dari supermarket itu langsung membeli makanan direstoran untuk Yohan saja.
" Traktiran tanpa batas hehe " gumam Naomi terkikik. Ia mendorong trolinya kembali untuk menuju kearah tempat buah yang sempat ia tinggali.
" Ayangg! Mau beli ini..!! " tanpa sadar perempuan itu menguping percakapan suami-istri dilorong peralatan bayi yang ia lewati.
__ADS_1
" Kita kan sudah beli banyak kemarin bun " ucap sang suami membujuk.
" Tapi dedek bayinya kepengen lagi " Naomi langsung mengernyitkan pandangannya dengan sedikit-sedikit melirik pasangan yang berada tepat dibelakangnya.
" Perasaan diusia kandungan yang memasuki semester akhir, sang ibu tidak akan mengidam lagi deh? aneh aneh aja " batin Naomi menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tetapi entah kenapa disalah satu rak tersebut terdapat sesuatu yang membuatnya tertarik.
" Lucunya " ucap lirih Naomi saat melihat satu set peralatan makanan bayi berwarna pink.
Naomi akhirnya melihat-lihat dulu alat set yang terdiri dari sendok silikon, penggeruk sendok untuk buah sepertinya dan mangkok kecil disana. Ia juga melihat ada lap yang biasanya untuk membasuh badan bayi.
" Pfftt.. " Naomi tiba-tiba menahan tawanya karena kepikiran sesuatu.
" Entah kenapa aku memikirkan pak Yohan yang memakai semua ini, ehh tapi bisa saja kali ya? kan dia sedang sakit. Siapa tau dia butuh " ucap Naomi dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri.
" Hai mom, sedang cari apa? butuh bantuan? " sapa seseorang ambil menepuk bahu Naomi dari belakang.
" O-ohh nggak mbak, saya cuman-" Spg yang ada disana ternyata tidak ingin mendengarkannya dan malah mempromosikan produk.
" Sini deh mom, jangan malu-malu mamah muda mah. Kita ada promo gendongan untuk bayi yang imut-imut loh " ucap Spg itu sambil menunjukkan gendongan bayi dengan motif imut dan berbagai warna.
" Saya nggak- " lagi-lagi ucapannya terpotong oleh mbak spg.
"Ini bahannya lembut dan kuat buat sidedek bayi loh mom " mbak spgnya menjelaskan panjang lebar sampai membuat Naomi pusing, tetapi atensi perempuan itu malah terpaku pada kain sling bag yang cukup besar dibelakang simbak spg.
" Mbak "
" Iya mom? " tanya simbak spg dengan antusias mengira Naomi tertarik dengan produk yang ia tawarkan.
" Yang dibelakang ukuran segitu untuk usia berapa mbak? " senyum mbak spg itu langsung luntur karena ternyata Naomi tertarik dengan benda yang ada dibelakangnya bukan digenggamannya.
" Itu kain gendongan jenis M-Shape untuk usia sepuh mom makanya ukurannya memang lebih besar " jelas mbak spg dengan senyum sedikit muram.
" Boleh saya lihat-lihat dulu? "
" Silahkan mom " Naomi memegang kain gendong atau sling bag itu dan ternyata kainnya sangat halus dan sepertinya memang dibuat kokoh tetapi tidak dengan harganya yang bikin oleng.
__ADS_1
" Satu juta..?!! Mahal sekali " batin Naomi sampai melongo melihat harganya.
" Itu akan diskon kok mom kalau mom juga membeli set alat makan yang tadi sempat mommy lihat-lihat " ucap mbak Spg seolah mengerti apa yang dipikirkan Naomi.
Naomi menimbang-nimbang, apakah ia harus beli atau tidak karena dirinya merasa tak enak kalau mengeluarkan uang milik Yohan banyak-banyak.
" Tapi kan ini untuk pak Yohan juga.. ahh tidak apa-apa kali ya? takutnya rewel seperti tadi pagi lagi " walau sebenarnya gadis itu juga ingin menggoda Yohan sih.
Pada akhirnya Naomi membeli sling bag itu sekaligus set alat makan bayi dan lap bayi yang sempat membuat dirinya tertarik.
" Terima kasih ya mbak " senyum Naomi sambil menaruhkan barang-barang bayi itu diatas trolinya.
" Sama-sama mom, semoga kegiatan belanja anda menyenangkan " Naomi pun menuju kearah tempat buah dan segera membeli buah dan beberapa cemilan tanpa melihat-lihat lorong lain lagi karena takut khilaf.
" Satu juta seratus lima puluh? Hah?? " batin Naomi terkejut saat melihat nominalnya bahkan gadis itu sampai susah menelan salivanya.
Untung ia membawa kartu hitam dari Yohan.
" Ya tuhan ampunilah hambamu yang sudah boros ini " ringis Naomi dan mengangkut barang belanjaannya untuk lanjut kerestoran yang disuruh Yohan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Satu juta seratus lima puluh? Apa saja yang ia beli? " heran Yohan saat melihat notif baru diponselnya mengenai tagihan itu.
" Dasar wanita, biarkan saja lah. Harusnya dia beli lebih banyak lagi " ucap Yohan yang membatin dan matanya terpejam dengan bulir keringat dingin yang turun.
" Si*al kepala saya pusing lagi shh " kesal Yohan bahkan mungkin karena perutnya yang tak bisa diisi sedari pagi, sekarang perutnya pun ikut perih.
Yohan hendak memencet tombol untuk memanggil perawat didepan ruangannya, tapi niatnya langsung terurung ketika melihat perempuan yang masuk kedalam kamarnya tanpa permisi.
" Annyeong Yeobo..!! " ucap perempuan itu dengan nada melengking membuat telinga Yohan terasa terganggu. (Halo, sayang..!!)
" Eun-Yong..?? Bagaimana dia bisa disini " tiba-tiba tangan laki-laki itu bergetar tanpa sebab.
" Maaf bu, anda tidak bisa memasuki area disini..!! " larang perawat yang berjaga tadi sambil mencoba menarik tangan perempuan itu untuk keluar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...