
Disisi lain, terdapat seorang lelaki yang sedang menghisap vapenya dari dini hari sampai adzan subuh berkumandang.
Ia hanya terus merenung dibalkon apartementnya tanpa sosok siapapun yang menemaninya.
" Karena tidak ingin terus terikat dengan Aleka, gua malah ngelibatin Mimi " gumam laki-laki tersebut dan mengulas ingatannya dimalam itu
...Flashback...
Saat tubuh Naomi hampir terjatuh, Immanuel langsung menangkap tubuh ramping itu dengan keadaan terkejut dan melepaskan pelukannya pada Aleka.
" Mi, sadar mi..!! " ucap Immanuel sambil menepuk pelan pipi bulat Naomi. Tiba-tiba pandangannya mengarah kesalah satu pelayan yang membawa jarum suntik.
" Apa yang kalian lakukan pada teman saya?!! " bentak laki-laki itu pada pelayan didepannya yang sedang menunduk.
" Justru aku yang harusnya bertanya kepadamu Nuel, Apa yang ada dipikiranmu sampai membawa Naomi kesini " ucap dingin seorang perempuan yang penampilannya dan auranya sangat berkelas diantara yang lain.
" Bawa Aleka kedalam bi " titah saudara kembar Aleka itu saat melihat Aleka ternyata pingsan setelah dekapan itu dilepas oleh Immanuel.
" Aku hanya menyuruhmu untuk datang seorang diri kesini. Mengapa kamu membawa Naomi, Nuel..!! " ucap Alexa dengan nada geram yang tertahan.
" Alexa, aku sudah capek oleh obsesi adikmu itu kepada diriku dan aku ingin menyadarkannya dengan membawa Naomi " Immanuel berucap dengan nada yang datar sambil menolehkan pandangannya fokus kearah Alexa.
" Karena penyakit childish dan moodnya itu, dia bahkan memanfaatkan dirimu untuk mengabulkan semua permintaannya!! " kedua telapak tangan Alexa mulai mengepal.
" Sadarlah dia mengalami bipolar dan Obsessive Love Disorder, jangan menutup mata akan semua itu..!! Apakah kamu tidak ingin menyembuhkan adikmu? " akhirnya Immanuel mengeluarkan semua uneg-unegnya.
" Bahkan prosopagnosia yang dia alami dulu belum sembuh total "
Plakk
" CUKUP KAU MEMBICARAKAN SEMUA KEKURANGAN ADIKKU IMMANUEL..!! " teriak Alexa dengan emosi yang meledak, ia bahkan menampar lelaki yang merupakan sahabat karibnya dari dulu.
" DIA TIDAK MEMANFAATKANKU DAN AKU SEBAGAI KAKAKNYA MEMANG WAJIB MEMBAHAGIAKANNYA SETELAH DADDY MENINGGAL " Immanuel hanya menyeringai sebentar dan terkekeh.
" Membahagiakan bukan berarti memanjakan Alexa..!! Daddymu juga tidak akan senang melihat anaknya penuh dengan penyakit kejiwaan " tanpa sadar bahkan Immanuel mengeluarkan kata-kata yang menyinggung Alexa.
Plakk
" Cukup Immanuel, cukup! Adikku tidak gi*la " hati Alexa sesak saat sahabatnya itu seolah mengatakan adiknya gi*la bahkan tanpa Immanuel duga gadis dihadapannya yang terkenal sangat keras matanya bisa berkaca-kaca.
__ADS_1
" Lexa menangis..?? " batin Immanuel saat Alexa membalikkan tubuhnya dengan bahu yang bergetar.
Tetapi laki-laki itu malah mengganti arah pandangnya kewajah Naomi yang berada dipangkuannya dan bungkam begitu saja.
Beberapa menit suasana diantara mereka hening, karena baik pelayan yang ada disitu pun hanya ikut bungkam dan mendengar mereka yang saling berdebat disana.
" Jauhi Naomi dan cobalah untuk mencintai Aleka, Nuel. Apabila ingin keluarga pamanmu baik-baik saja " ucap datar Alexa dengan posisi masih membelakangi Immanuel dan Naomi.
" Apakah kamu tidak melihat selama lima tahun ini, Lexa? Aku tidak bisa mencintai Aleka! " jawab Immanuel balik dengan nada yang datar.
" Paksakan Nuel! Bila ingin keluarga pamanmu hidup tenang " ancam Alexa yang terdengar tak manusiawi.
Selalu saja Alexa menggunakan kekuasannya untuk mendapati apa yang adiknya mau dan itu membuat Immanuel jengah.
" Naomi hanya diberi obat tidur, bawalah dia pulang dan jauhi dia. Karena kedekatan kalian membuat Aleka kambuh " dan perempuan itu pergi dari ruang tamu mansion besar miliknya.
" Aku tidak bisa Alexa, karena yang aku cintai itu kamu.. "
Dengan susah payah pun Immanuel membawa Naomi untuk pulang dengan mengikat erat memakai jaket miliknya antara punggung belakangnya dengan tubuh Naomi.
Karena tidak tau Naomi tinggal diapartement mana dan biasanya Naomi hanya dia jemput didekat sebuah supermarket kecil, akhirnya ia membawa wanita itu untuk menginap diapartemennya.
...Flashback Off...
Demi menjaga marwah wanita yang sudah ia anggap adik itu, Immanuel bahkan rela tidur disofa sedangkan Naomi ia taruh diatas ranjang apartementnya.
" Tanpa menghindarimu, ternyata kamu yang duluan menghindar " gumam Immanuel saat mengingat tatapan Naomi yang kecewa dan marah terhadap dirinya.
" Semoga lu percaya dengan apa yang gua omongin "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari sudah muncul kepermukaan, bahkan ayam dikampung Naomi pun jam segini sudah berkokok.
Tiba-tiba gadis itu malah merindukan suasana kampungnya dengan keadaan yang asri nan indah.
" Astaga, mereka berdua tertidur?!! " kesal Naomi saat melihat Yohan dan Kalandra yang asik tertidur dijam yang sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
" Tadi subuh teriak-teriak, sekarang kecapean.!! " sindir Naomi yang sebenarnya baik Yohan ataupun Kalandra tidak akan terbangun.
__ADS_1
Ngokk... Heungg.. Ngokk..
Seketika Naomi berdecak pelan dan menggerutu, bisa-bisanya Kalandra mengorok sambil memeluk guling yang tadi subuh ia lemparkan saat mereka berisik.
Untung saja Kalandra tidak ngiler saat tidur, kalau ngiler Naomi akan pastikan laki-laki itu harus mencuci guling miliknya dengan air 7 kembang rupa.
" Semoga kalian tidak terbangun dan telat berangkat kerja..!! " licik Naomi untuk tidak membangunkan kedua laki-laki menyebalkan itu dan menyerahkan mereka pada takdir Tuhan.
Setelah membereskan buku catatan dan laptop yang akan dia bawa untuk kuliah paginya, ia pun pergi kearah dapur untuk membuat sarapan.
Naomi merebus air cukup banyak karena ia sadar diri dan berencana untuk membuatkan teh kepada dirinya sendiri serta dua lelaki yang masih tertidur itu.
" Sebentar.. Pak Yohan adalah dosen dikampus ESA. Assistennya kemarin adalah kak Immanuel, jadi Kalandra siapa? dan mengapa memanggil pak Yohan dengan sebutan boss? " baiklah Naomi baru memikirkan semua itu sekarang.
Naomi melirik kearah kedua lelaki yang masih tertidur sambil berpikir.
Kemarin saat Kalandra baru pertama kali ia lihat dengan membawa Yohan yang seperti sekarat, Naomi tidak mendengar pembicaraan secara rinci dan hanya menggaris bawah kalau Yohan sedang sakit.
" Ahh, mengapa aku jadi kepo sama hidup orang " ucap Naomi saat teka-teki yang ia susun malah kurang satu keping dan buyar.
Setelah Naomi selesai membuat teh, ia membawa ketiga cangkir itu diatas meja makan sambil mencuri pandang kearah sofa.
" Mengapa dahinya mengkerut seperti itu? " ucap Naomi dalam hati, bahkan Yohan seperti menggumamkan sesuatu tetapi tidak dapat Naomi dengar.
Pelan-pelan Naomi pun mendekati sofa tersebut dengan tangan yang berisi cangkir teh miliknya.
" Pak? " tegur pelan Naomi berharap lelaki yang tidurnya sedang gelisah itu terbangun.
" Jangan kesana " lirih lelaki itu dengan buliran keringat dingin yang mulai turun.
" Pak, bangun pak..!! " ucap Naomi sekali lagi sambil menggoyangkan lengan lelaki itu dan menepuk rahang tegas itu dengan satu tangannya karena tangan yang lain memegang cangkir teh.
" PAK!! " akhirnya Naomi berteriak dan Yohan sekaligus Kalandra terbangun dengan perasaan terkejut.
Deg
Hati milik Naomi terasa tidak aman saat Yohan tiba-tiba memeluk pinggangnya dan menyembunyikan wajah rupawannya diperut gadis itu yang terbalut dengan kemeja putih bermotif bunga-bunga merah.
" Ingin minum dulu? " dengan tidak sopannya bahkan Naomi mengelus surai hitam milik lelaki yang jauh lebih tua darinya itu walaupun hatinya agak terkejut dan ketar-ketir sepertinya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...