
Doengg..
Ternyata dosen kimia dasarnya tidak masuk karena anaknya masuk rumah sakit. Sungguh Epic bukan? Padahal Naomi telah menunggu selama setengah jam lamanya didalam kelas yang kemungkinan dosen itu masuki hari ini.
" AISHH SHIBALL..!! " (Aishh Sialann..!!) bukan Naomi yang berteriak seperti itu melainkan Karina. Sedangkan Naomi hanya menatap lesu kedepan.
" Kurang kena musibah apalagi sih jurusan farmasi, ini baru masuk loh. Kenapa nggak dari malem pak Dean bilang pengumpulan tugas diundur jadi satu minggu lagi " kesal Karina sambil menggoyang-goyangkan bahu Naomi.
Naomi hanya pasrah saja saat digoyangkan seperti itu. Dia sudah terlalu 4L (Lelah,Letih, Lesu dan Lunglai) untuk menjawab semua pertanyaan Karina itu. Ia bahkan melirik sekitarnya bahwa semua anak Farmasi menjadi berkantung mata hari ini.
" Ngapa sih lo mi? Ihh marah juga kek lo. Masa gue sendiri yang meluapkan perasaan " ucap Karina sambil menatap tajam perempuan bermasker putih dihadapannya.
" Sebentar.. " Karina terdiam sebentar sambil menatap selidik wanita dari kota L itu.
" Lo habis nangis?!! Dibuat nangis sama siapa lo, an*jir-"
Naomi langsung membekap mulut wanita lemes dihadapannya, sungguh ia merutuki mulut teman farmasinya itu yang sudah berucap dengan nada yang kencang sampai mereka menjadi pusat perhatian anak farmasi lain yang sedang tertidur tadinya.
" Diem rin!! Lemes banget sih lo. Kita jadi pusat perhatian sekarang " bisik Naomi sambil menunjukkan fake eye smilenya pada orang-orang yang menatapnya seolah tidak terjadi apa-apa.
Naomi menarik lengan wanita berketurunan ningrat itu keluar dari kelas tersebut dan mencari tempat sepi agar mereka bisa berbicara secara leluasa.
" Jadi? Jelasin sekarang ke gue. Lo kenapa anjir? Mata lo keliatan banget sembabnya kayak habis diperkaos orang " tanya Karina dengan nada yang menggebu-gebu ketika mereka sudah mendapatkan tempat yang sepi.
" Ngaco anjir!! Jangan ngomong begitu. Aku jadi takut " Naomi kesal dengan kata-kata Karina yang sebenarnya mungkin saja jadi fakta kemarin.
Sejenak mereka berdua sama-sama terdiam, tiba-tiba Karina merasa tidak enak menanyai Naomi kembali ketika melihat sekujur badan Naomi yang gemetaran. Apalagi tadi ia menuduh Naomi dengan yang tidak-tidak walaupun cuman bercandaan.
" Kalo lo belum mau cerita, juga nggak papa mi. Lain kali aja " canggung Karina sambil memainkan rambutnya. Beginilah ia ketika merasa gugup dihadapan seseorang.
" Mau peluk? " tanya Karina spontan dengan senyumnya yang kelihatan aneh dan rentangan tangannya untuk Naomi. Naomi sejenak tertawa dahulu baru ia memeluk teman sejurusannya itu.
" Calm down, Everything will be okay " (Tenang saja, semuanya akan menjadi baik) Karina mengelus punggung dan kepala berbalutkan hoodie itu. Ia bahkan menghapus air mata Naomi dengan jarinya yang berhias nail art.
" Kamu penyuka sesama jenis yang? "
" NGGAK GITU KONSEPNYA!! " teriak keduanya secara bersamaan ketika laki-laki itu datang merusak momen keibuan Karina.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Naomi memonyongkan bibirnya sebal saat menjadi nyamuk ditengah-tengah pasangan goals dikampus ini. Ia memakan es krimnya dengan bete sambil melihat Karina dan Jino yang saling menyuapi es krim cookies and cream dihadapannya.
Entah mengapa Naomi bingung dengan sepasang kekasih dihadapannya ini. Padahal baru 15 menit yang lalu mereka berantem karena Jino yang menuduh Karina dengan tidak-tidak tetapi 15 menit kemudian mereka terlihat seperti perangko yang saling menempel.
__ADS_1
" Kayak jadi istri pertama yang diselingkuhin. Selalu aja dikacangin " batin Naomi yang akhirnya mengalihkan perhatiannya pada aplikasi yatab diponsel miliknya.
Tiba-tiba Naomi menemukan musik yang menarik baginya, sambil menyeringai dan melirik kearah depannya, ia pun memakai earphone putihnya dan memutar musik itu ditelinganya.
~Dengan backingan sound (Tegar - Aku yang dulu bukanlah yang sekarang)
" Aku yang dulu bukanlah yang sekarang " ucap Naomi mulai bernyanyi.
" Dulu disayang sekarangku dibuang " perhatian Karina dan Jino mulai mengarah ke Naomi. Tetapi Naomi menutup matanya seolah khidmat dengan lagunya.
" Dulu dulu dulu kubahagia "
" Sekarang aku menderita..!! " Naomi mulai mengencangkan suaranya membuat para pengunjung lain toko eskrim itu memandang kearah meja mereka dengan aneh.
" Cita-citaku menjadi orang ketiga " Karina tau sedari awal lagu ini memang aneh tapi ia tak tau bahwa Naomi akan semakin menggila ketika ia membiarkan.
" Mi, berhenti mi..!! Jangan kayak orang gi*la. Ini ditempat umum mi " bisik Karina dengan menutup wajahnya saking malunya. Karina terus menggoyangkan tangan Naomi, tapi seolah tak mendengar Naomi terus melanjutkan acara menyanyinya.
" Dulu dicinta sekarangku dibuang. Bersyukurlah pada Yang Maha Kuasa, semoga mereka cepat putus~ " Dan seketika itu juga earphonenya dilepas paksa oleh Karina dari samping.
" Apa sihh? " tanya Naomi seolah tak terjadi apa-apa. Tetapi banyak pengunjung yang terlanjur tertawa lepas mendengar lirik yang dinyanyikan oleh Naomi.
" Malu mi!! Malu..!! " sebal Karina sambil menghentakkan kakinya.
" Malu apa sih rin? Aku kan cuman nyanyi. Bener nggak Jin? " Jino hanya mengangguk saja sambil berusaha menahan tawanya. Sungguh Karina malu dihadapan pacarnya itu.
" Ya berarti suara aku bagus dong, udah duduk sana " santai Naomi sambil membereskan earphonenya ketika Karina ingin melayangkan protes tiba-tiba seseorang terlihat mendatangi mereka.
" Jino..!! " sapa seseorang sambil melambaikan tangannya kemeja mereka, Karina dan Naomi melirik orang tersebut yang ternyata seorang wanita.
Vibes wanita independent menguar dari wanita yang berjalan kearah mereka. Naomi terpukau dengan aura elegan dan dewasa wanita itu yang tentunya sangat berbeda darinya.
" Hai Jin " sapa wanita tersebut yang mendekati Jino.
" Hai.. Lamima " jawab Jino dengan senyum lebarnya sampai matanya menyipit tak terlihat. Kedatangan Lamima mengundang banyak atensi dari pengunjung toko es krim tersebut apalagi yang berjenis kelamin laki-laki dan berkaum jomblo.
Disaat semua orang termasuk Naomi pun sedang mengagumi paras Lamima. Aura gelap muncul dari arah sahabat disampingnya itu, Naomi melirik kesebelah kanannya dan ternyata muka Karina sudah kecut seperti melihat dompet akhir bulan.
" Siapanya Jino memangnya rin? " bisik Naomi pada Karina disampingnya.
" Mantannya. " singkat jelas dan padat membuat Naomi terkejut.
__ADS_1
" Mau ngajakin Jino balikan kah? " bisik Naomi sambil menutup mulutnya seolah-olah terkejut membuat Karina meremat kain dari pakaian yang ia miliki.
" Siapa mereka Jin? " tanya Lamima tak menyadari keberadaan Naomi dan Karina yang mukanya sudah masam akibat asik bercengkrama dengan Jino.
" Pacar gue sama- "
" Omegod, pacar lo ada dua Jin? Parah banget lo..!! Teryata sifat playboymu belum hilang ya " ucap Lamima dengan terkejut padahal Jino belum selesai bicara.
" Nggak, yang pake hoodie temen pacar gue. Pacar gue cuman satu Lam, yang pake baju biru langit " jelas Jino tak panjang.
Sebenarnya Jino sudah keringat dingin melihat Karina yang menatapnya masam dan ucapan Lamima yang bisa saja membuat Karina beransumsi aneh-aneh padahal itu masa lalu.
" Ohh, haii Naomi. Kenalin Lamima dari jurusan bisnis dan manajemen " Lamima memperkenalkan dirinya sambil menjabat tangan Naomi.
" Kenalin juga kak. Naomi Yemima dari jurusan farmasi " senyum Naomi.
Ketika perkenalan diri itu berpindah ke Karina, Karina hanya menatap dingin wanita yang lebih lama dikampus ini darinya.
" Lamima, dari jurusan bisnis " senyum Lamima sambil menjabat tangan Karina.
" Karina " ucap singkat, padat dan jelas Karina lalu memalingkan pandangannya.
" Jino, bantuin gue dong. Gue mau ngasih proposal ke sidosen killer, temenin dong!! gue takut kena omel lagi. Kalo ada lo kan biasanya dia nggak begitu galak " rengek Lamima pada mantannya itu.
" NGGAK BOLEHH..!! "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Karina Ningratri ...
...19 Tahun...
...Kim Jino ...
...20 Tahun...
...Lamima Meylani ...
__ADS_1
...20 Tahun...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...