My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 19


__ADS_3

" Bapak mengajak saya makan seperti ini pasti bukan cuma-cuma kan? Ada yang ingin bapak bicarakan pasti, Bapak boleh mulai membicarakannya sekarang pak " baiklah Yohan menyukai sisi pintar dari gadis ini yang ternyata bisa menebak pikirannya dan bisa berlaku serius, ia pun tersenyum menyeringai.


.


" Ternyata kamu cukup pintar untuk mengetahui maksud dari saya, Nana " Yohan mulai beranjak dari duduknya sambil berhadapan menatap pemandangan diluar. Jujur Naomi merasa awkward dengan panggilan Nana tersebut.


" Kamu tau mengenai kedatangan Song Eun-Yong kemarin bukan? " Naomi mengangguk dengan tatapan menuju kearah punggung kokoh didepannya. Walaupun atensinya tetap kearah Yohan, Croissant tetap lancar masuk kedalam mulutnya.


" Jangan sampai kejadian kemarin tersebar keorang lain ataupun kamu jual kejadian kemarin keawak media, karena kamu akan berhadapan dengan saya " tatapan datar nan dingin itu beralih kearah Naomi sedangkan Naomi mengernyitkan dahinya.


" Ngapain juga saya harus nyebar-nyebar pak? Nggak ada keuntungan buat saya " ucap Naomi dengan acuh.


" Lebih baik saya jajan cireng seblak diwarung Bu Mina, lebih menguntungkan dan mengenyangkan " ucap Naomi yang sekarang malah membayangkan cireng seblak buatan Bu Mina.


Yohan mengernyitkan dahinya lalu menggeleng sambil memijit pelan pelipis mulusnya itu. Apakah gadis itu hanya memikirkan makanan saja? Tak heran pipi gadis itu terlihat gembul.


" Memangnya kenapa juga pak kalo semisal beritanya kesebar? Lagipula nggak banyak masyarakat yang bakal percaya juga. Kemarin bahkan saya pikir saya cuman mimpi aja dijambak sama Song Eun-Yong. Ternyata nggak " sindir Naomi mengenai mantan istri Yohan itu.


" Intinya jangan sampai menyebar keorang lain. Kalau Eun-Yong datang kembali keapartement, acuhkan saja tidak usah diladeni apalagi sampai jambak-jambakan seperti kemarin " jelas Yohan.


" Kemarin juga nggak mau saya ladenin pak, tapi dia ngata-ngatain saya. Gimana saya nggak mau kesel coba " ucap Naomi dengan nada yang menggebu-gebu.


" Makanya bapak tuh kalo urusan belum selesai sama mantan istri, selesaiin dulu. Ginikan saya jadi kena imbasnya dikatain ja*langnya bapak " protes Naomi lalu mendenguskan napasnya kasar.


" Darimana kamu tau Song Eun-Yong mantan istri saya?! " tatap tajam Yohan pada gadis itu. Upss apakah itu rahasia pribadi bahkan dengan spontan Naomi menutup mulutnya.


" Sa-saya minta penjelasan ke Mbok Sumi, soalnya sinenek sihir sin*ting itu mengaku kalo dia istri bapak, ehh ternyata mantan istri " jelas Naomi agak takut-takut. Yohan mengusap wajahnya dengan kasar dan bahkan tatapannya lebih dingin dari sebelumnya.


" Apa saja yang bi Sumi ceritakan pada kamu Naomi Yemima " interogasi Yohan pada Naomi. Dari nadanya Yohan seperti menahan amarah didalam dirinya, entah kenapa Naomi merasa takut Mbok Sumi akan mendapatkan imbasnya.

__ADS_1


" Cuman sebatas itu kok pak, jangan marahi Mbok Sumi ya pak pliss! Saya yang minta penjelasan ke Mbok Sumi. Bukan Mbok Sumi yang cerita gitu aja " tatap melas Naomi, agak bohong sih soal cuman sebatas itu karena faktanya Naomi sampai mengetahui Yohan yang mempunyai anak dengan aktris dari negara KS itu.


" Marahin, caci maki saya aja juga nggak papa pak. Tapi jangan kasar-kasar, soalnya saya orangnya baperan. Tapi jangan ke Mbok Sumi " mohon Naomi sambil menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada.


Rahang yang semula mengeras sekarang mulai melembut dan bahkan menahan tawanya karena perkataan Naomi itu. Rasanya Yohan gemas dengan remaja labil didepannya- upss.


" Aduhh!! " ringis Naomi saat dahinya kembali dipletak oleh Yohan. Entah kenapa Naomi curiga love language laki-laki itu adalah act of service karena laki-laki itu sering memberikan sentuhan berupa sentilan dahi kepadanya.


" Sekali lagi saya mendengar kamu kepo dengan urusan pribadi saya, kamu akan berurusan panjang dengan saya! " ucap suara berat nan dingin itu. Naomi pun hanya mengangguk saja lalu pelan-pelan mulai menghabiskan croissant miliknya, salah deh Croissant milik Kim Yohan.


Moment diantara keduanya terganggu disaat beberapa pelayan serta Cassie mengantarkan sesi makanan baru untuk mereka. Padahal Yohan sudah memikirkan hal yang jahil untuk ia mengganggu Naomi. Tetapi sepertinya para makanan tidak bisa menunggu dirinya.


" Bonsoir monsieur, c'est le deuxième plat le plus récent du restaurant. Prendre plaisir! " senyum Cssie dengan gincu merahnya itu. Pelayan mulai menyajikan makanan tersebut diatas meja berbalutkan kain putih. (Selamat malam tuan, ini hidangan kedua terbaru dari restoran. Selamat menikmati!)


" Makanan Apa ini? " gumam Naomi yang baru pertama kali melihatnya, ia sedikit mengangkat pandangannya melirik kearah Yohan didepannya.


" Terima kasih mbak, atas penjelasannya "


" Sama-sama Nona " jawab Cassie dengan aksen bahasa Indonesia yang memang agak kaku. Selesai dari itu, beberapa pelayan tadi termasuk Cassie keluar dari ruangan VIP itu.


" Aneh.. mengapa tadi aku merasa ada yang memperhatikan aku? " batin Naomi sambil mengambil peralatan makan yang tersedia dan melirik kembali kearah rombongan pelayan tadi yang sedang menutup pintu dan benar-benar hilang dari pandangannya.



Naomi mulai menggulung mie yang berbentuk seperti kwetiauw berbalut saus keju yang medok dan sedikit parutan keju diatasnya kedalam mulut mungilnya itu. Saat makanan itu  berada dalam lidahnya dengan spontan Naomi menggerakkan kepalanya kesamping kanan dan kiri.


" Enak..!! " gumam Naomi dengan tatapan binar kagum pada makanan didepannya. Naomi memakan makanannya itu dengan lahap walaupun rambut panjangnya sedikit mengganggu karena terus-terusan kedepan kearah wajahnya.


Saat sedang memakan makanannya, tiba-tiba Yohan beranjak dari tempat duduknya dan membuat Naomi mengerutkan pandangannya.

__ADS_1


" Mau kemana pak? " ucap Naomi tanpa melihat orang yang ia tanyai itu.


" Toilet, mau ikut? " kalimat dengan nada datar itu sukses membuat alis Naomi yang sebelah naik dan bahkan bibir sebelahnya juga ikut naik menatap sinis laki-laki tersebut.


Yohan hanya menghiraukan saja tatapan tersebut dan terus berjalan kearah kamar mandi, saat siluet Yohan menghilang pun barulah Naomi kembali fokus pada makanannya.


" Enak sekali..!! " ucap Naomi sambil menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seperti anak kecil mendapat es krim setelah sekian lama.


Deg


Tubuh Naomi menegang saat ada yang menyentuh surai halus miliknya dari belakang. Dengan spontan Naomi membalikkan tubuhnya kebelakang dan menepis tangan yang menyentuh surainya itu.


" Bapak ngapain sih pak?! " kaget Naomi sekaligus kesal dengan sikap mendadak laki-laki tersebut.


" Ingin mengikat rambutmu " santai Yohan dan malah menarik rambut panjang milik Naomi agar bisa ia ikat.


" Aduhh! bisa pelan-pelan gak sih pak " ucap Naomi dengan nada yang hampir berteriak karena masih terbawa emosi dan kesakitan.


" Tidak. Siapa suruh makan tanpa mengikat rambut " jika tidak mengingat yang didepannya adalah dosennya sendiri walaupun tak satu jurusan, ingin rasanya Naomi menjambak balik rambut potongan Comma Hair itu.


...Hasil Ikatan Rambut dari Yohan...



" Yahh, tak terlalu buruk.. " ucap Naomi dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...

__ADS_1


__ADS_2