My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 24


__ADS_3

Naomi terbangun dan mengerjapkan matanya pelan saat ia mendengar suara bising dari luar.


" Jam berapa ini? " batinnya sambil terus menguap dan melirik kearah jam diatas nakas miliknya.


" Siapa yang berisik sih dijam empat pagi seperti ini " kesal Naomi dan menarik selimutnya untuk lebih menenggelamkan tubuhnya, berharap suara berisik dari luar bisa teredam.


Semakin ia merapatkan dan menggulung tubuhnya dengan selimut berwarna cokelat itu, semakin terdengar suara berisik juga dari arah luar.


Ketika matanya hendak terpejam lagi, ia mendengar teriakan dari luar.


" GOLLL!! "


Kedua bola mata milik Naomi langsung terbuka akibat terkejut, ia mengacak rambutnya frustasi dan keluar dari dalam kamarnya dengan keadaan rambut seperti singa dan mata yang masih senyap-senyap.


" YAKK! APAKAH KALIAN TIDAK MELIHAT INI JAM BERAPA?!! " teriak kesal Naomi ketika melihat sepasang lelaki dengan satu memakai kemeja lengkap dengan dasinya seperti sudah rapih dan satu lagi yang masih memakai kaos putih dan boxer hitam.


Karena terkejut dengan penampilan Naomi dan teriakan kencang itu, mereka spontan berpelukan membuat Naomi berdecak melihat sepasang lelaki dengan kelakuan absurd tersebut.


" Kalau kalian ingin berkencan, berkencanlah pagi nanti..!! " ucap Naomi sambil melemparkan guling yang sedang dipeluknya kearah Yohan dan Kalandra yang masih diam terpaku berpelukan.


Setelah meloading sebentar, keduanya baru sadar bahwa mereka saling berpelukan dan melepas dengan tatapan jijik dan berdecak.


" Ini sudah pagi, nona " ujar Kalandra pada Naomi walaupun ia masih bertatap sengit dengan Yohan.


" Apakah kau buta? Ini baru subuh! Aku sedang tidur dan suara kalian menggangguku..!! " amuk Naomi sambil menghentakkan kakinya kesal.


" Tidurlah kembali kedalam kamarmu Nana, kami tidak akan berisik lagi " ucap Yohan dengan nada dingin.


Entah terkena angin apa laki-laki itu sampai cepat mengalah sekali pada Naomi, padahal biasanya ia yang sering menggoda Naomi untuk berdebat.


" Jaminan apa yang dapat kuterima apabila kalian berisik kembali? " tatap tajam Naomi walaupun matanya masih terlihat sayu akibat bangun tidur.


" Kau bisa melempari atau memukul Kalandra dengan bantal sepuasmu " jawab Yohan sembari duduk kembali disofa tanpa melihat gadis itu.


" Aku setuju- tunggu.. APAA?!! " ucap Kalandra tidak terima ketika bossnya itu membuat dirinya sebagai jaminan.


" Baiklah, aku tidur. Semoga aku tidak memimpikan orang gi^la yang bangun dan sudah bersiap dengan kemeja kerumah bossnya dari subuh untuk hanya sekedar menonton bola " sindir Naomi dan menutup pintunya dengan agak kasar.


" Hey, kau menyindirku?!! " Kalandra merasa teraniaya disini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Bisa-bisanya dia tidak memperhatikan pakaiannya ck " batin Yohan mengusap wajahnya kasar, bahkan sekarang ia tidak bisa fokus pada acara piala dunia didepannya.


Penampilan Naomi saat keluar dari kamar itu daster hitamnya sedikit tergulung keatas dan menampilkan setengah paha putih nan mulusnya, yang membuat ia salah fokus.


Maka dari itu Yohan langsung mengiyakan saja omelan Naomi  dan menyuruh gadis itu masuk kembali kedalam kamarnya karena takut Kalandra sibocah playboy menyadari penampilan Naomi.


" Semoga sibocah playboy tidak melihatnya " ucap Yohan dalam hati sambil melirik sang assisten yang ternyata sedang fokus pada acara bola didepannya.


Karena ia merasa sedikit tidak ikhlas bila Kalandra menengoknya.


.


" Boss "


" Hm? " hanya deheman yang menjawab panggilan Kalandra itu karena mereka sama-sama sedang fokus dengan piala dunia antara negara P dengan negara A.


Apalagi mereka mempunyai jagoan masing-masing dan sedang taruhan siapa yang akan menang.


" Apakah boss tidak ingin berkonsultasi kembali dengan dokter Stefany? " tanya Kalandra dengan nada yang hati-hati takut menyinggung perasaan bossnya.


Seketika suasana diantara mereka hening dan canggung apalagi Yohan tak langsung menjawab pertanyaan assistennya itu.


" Boss kembali tidak bisa tidur dan mimpi itu masih tetap mengganggu. Apakah tidak ingin membicarakannya dengan dokter Stefany untuk menambahkan dosis obat dan terapi seperti tahun lalu? " Yohan tersenyum kecut  menatap kosong meja dihadapannya.


" Eun-Yong kembali, Kalandra. Dia membicarakan Yo-Eun lagi sambil menangis " ucap Yohan dengan nada yang tenang. Sedangkan Kalandra membelalakkan matanya menghadap kearah bossnya.


" Apalagi yang dia inginkan? Uang? Harta? atau Kekuasaan? Tiga tahun yang lalu kau sudah mengurus tentang harta gono-gini boss dan dia masih mengganggumu? " sungguh Kalandra eneg dengan bahtera rumah tangga Yohan.


" Saya tidak tau apa yang dia inginkan, tapi dia memberikan suatu flashdisk dan mengatakan itu rekaman kejadian kematian Yo-Eun "


" Dan sampai sekarang saya belum berani untuk membukanya " Yohan menyenderkan bahunya pada sofa. Pikirannya seperti berbalik pada memori 3 Tahun lalu miliknya.


...Flashback...


" Appa..!! " panggil seorang gadis kecil berkuncir dua kanan dan kiri yang sangat terlihat manis untuk dirinya.


" Yes Yo-Eun? " jawab lembut Yohan.

__ADS_1


" Can we go to the funfair? " melas anak tersebut, Yohan hanya terkekeh dan mengelus pucuk kepala putrinya. (Bisakah kita pergi kesebuah wahana permainan?)


" Sure, we can. You can tell all your wishes, Appa will give it for you " anak itu mengangguk senang dan menarik tangan Yohan kesana kemari, tapi sepertinya keputusannya untuk menyetujui pergi kewahana permainan pada sore itu menjadi keputusan yang ia sesali seumur hidup. (Tentu, kita bisa. Kamu boleh mengatakan semua keinginanmu, Ayah akan memberikannya untukmu)


" *Appa, bila ada Mommy sepertinya kita akan menjadi keluarga yang sempurna seperti keluarga disana " ucap Yo-Eun dengan menggunakan bahasa Korea.


Walaupun Yo-Eun baru memasuki usia 6 Tahun anak itu sudah dikategorikan dewasa dalam pemikirannya*.


Yohan hanya bisa terdiam dengan mengikuti arah pandang mata Yo-Eun, dirinya tersenyum kecut akan hal itu.


" Apakah Appa dan Eomma tidak bosan pisah rumah terus? Apa kalian tidak saling kangen? " tanya polos gadis kecil itu menatap ayahnya.


" Apakah tidak ada harapan untuk kalian berdua bisa kembali? " lirih gadis kecil itu, seketika keheningan dan kecanggungan berhembus diantara mereka.


" Appa, bolehkah aku meminta es krim yang disebelah sana? " tanya Yo-Eun memecah kecanggungan diantara ayah dengan anak itu.


" Tentu saja boleh, tapi mengapa tidak yang didalam toko saja nak? " tawar Yohan saat melihat seorang nenek yang berjualan roti es krim lah yang ditunjuk Yo-Eun.


" Kasihan Appa, jualan nenek itu tidak laku banyak. Sedangkan yang didalam toko, lihatlah itu " Yohan tersenyum bangga saat anaknya itu begitu peduli dengan orang yang bahkan tidak dikenali anaknya.


" Baiklah Appa akan membelikannya, asal harus habis oke? " Dan Yo-Eun mengacungkan jempolnya setuju.


Yo-Eun disuruh daddynya untuk menetap duduk dikursi taman, karena nenek-nenek penjual es krim itu memang hanya berjarak beberapa langkah dari bangku taman wahan itu.


Yohan membeli es krim cokelat campur dengan strawberry didalam sebuah roti kesukaan anaknya, lalu ia memberi uang dan bahkan tips untuk nenek tersebut tak tanggung-tanggung.


" Yo-Eun? " lirih Yohan saat berbalik badan. Ia tidak menemukan Yo-Eun dikursi tamannya, dengan rasa panik yang mulai menguar Yohan mencari Kim Yo-Eun disekitar taman wahana itu.


" HUWAAA, ADA YANG TERLEMPAR KELUAR DARI WAHANA!! "


" MATIKANN..!! MATIKAN!! "


Deg


Jantung Yohan terasa berhenti berdetak ditengah kerumunan yang menyesakkan itu, ia lantas berlari menuju ke TKP untuk memastikan apa yang didalam pikirannya itu tidak benar.


" YO-EUNN..!! " seketika air matanya luruh untuk kedua kali setelah kematian kedua orang tuanya. 


...Flashback Off...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !


__ADS_2