
Entah Naomi sedang terkena nasib menjadi babu atau bagaimana, tak ada dosa dan tak ada hujan pun tiba-tiba dirinya disuruh dosen sastra inggris untuk membawakan setumpuk kertas yang bahkan ia tidak mengetahui itu punya siapa aja.
" Apa ini spoiler masa depan ya kalo aku bakal jadi babu? " batin Naomi ingin menangis. Ini dua tumpuk kertas yang satu tumpuknya bisa terdiri dari 8 sampai 10 file yang ia prediksi adalah tugas mahasiswa sastra inggris.
Tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang perempuan, membuat semua tumpukan yang ia bawa jatuh berserakan.
" Ma-maaf hiks.. hiks.. " ucap wanita tersebut sambil bertanggung jawab membantu menyusun tumpukan file milik Naomi.
" Ng-nggak papa kak " jawab Naomi agak canggung apalagi situasinya melihat wanita yang diperkirakan umurnya lebih tua darinya itu menangis.
" Dasar dosen sial*an! hiks.. hiks.. proposal itu padahal sudah aku buat dengan rapih-rapih. Walaupun tidak diterima, setidaknya harusnya tidak dirobek. Dasar dosen nggak punya hati " gerutu wanita tersebut sembari mengasihkan hasil kumpulan file yang tercecer tadi kepada Naomi.
" Makasih kak " Dan perempuan itu mengangguk serta pergi begitu saja.
" Jadi ngeri-ngeri sedap pas buat proposal nanti " batin Naomi merinding mengingat gerutuan wanita tadi.
Walaupun ia tidak tau siapa dosen yang dimaksud wanita tersebut dan bahkan jurusan wanita tersebut, tetapi mengingat dosen pembelajaran yang khusus untuk farmasi ia malah semakin merinding. Dosennya yang asik hanya satu orang ' Bu Shinta ' sedangkan yang lain tak bisa ditebak.
.
" Itu yang namanya Naomi ya? "
" Iya itu Naomi "
" Tidak terlalu cantik, pede sekali dia mendekati kak Immanuel " ucapan sinis itu terdengar.
" Heran kenapa para laki-laki mendekatinya "
Naomi mendengar semua gosipan dan cibiran tentang dirinya itu saat ia berjalan sepanjang lorong mendekati ruangan dosen. Naomi hanya memegang erat tumpukan kertas terakhir yang akan ia bawa itu.
" Kapan aku mendekati kak Immanuel saat dikampus? Yang ada kak Nuel yang ngedatengin aku " batin sebal Naomi. Padahal ia paling anti sekali mendapatkan gosipan yang bahkan gosipannya mengatakan bahwa dia ganjen? Hoax dari mana itu?
Naomi segera membereskan tumpukan kertas tersebut dan berlalu pergi dari sana, Ia tidak ingin terlalu memikirkan gosipan aneh itu. Naomi keluar dari kampus dengan santainya tetapi ia malah melihat banyak mahasiswa dan mahasiswi yang menangis diluar gedung.
__ADS_1
" Kenapa semuanya menangis? " gumam Naomi dan mengelus tengkuknya yang bahkan tidak gatal. Sungguh moodnya seketika menjadi lebih buruk. Sepanjang ia berjalan, ia mendengar tangisan dimana-mana.
" Ughh.. mereka seperti mendapatkan tagihan listrik. Menangis dan terlihat kacau " Naomi merasa awkward dan mencoba bertanya kepada seorang wanita yang malah santai disampingnya.
" Nggak ikutan nangis kak?"
" Nggak, gue kan bukan anak bisnis " wanita itu bahkan mengeluarkan sepuntung rokoknya dan menyalakan api serta menghisapnya.
Oh wow, Naomi terkejut. Walaupun ia pernah melihat bibinya merokok sekalipun tetapi tak menyangka gadis yang terlihat alim disampingnya itu bisa merokok.
" Memangnya pada kenapa sih kak? " tanya Naomi sambil memakan cilok yang barusan ia beli. Karena menunggu angkot lewat itu lama jadi ia memutuskan untuk mengajak kakak disampingnya berbincang lebih lama.
" Tugas mereka ada yang tidak diterima, banyak anak akhir yang mengasihkan skripsi dirobek dan dibuang begitu saja jika tak sesuai dengan si dosen Kim. Ada juga yang mengajukan proposal tapi ditolak mentah mentah oleh laki-laki itu "
" Mereka kan bisa mengulang lagi kak " respon santai Naomi.
" Tidak semudah itu, dosen Kim selalu mengasihkan batas waktu yang sangat singkat. Dosen Kim juga jarang masuk dan hanya beberapa kali mengajarkan walaupun catatan dan tugas selalu berjalan. Apalagi tipe dosen Kim yang langsung merobek tanpa memberitahukan kesalahan mahasiswanya membuat mereka kebingungan ketika tugas mereka dikatakan salah "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sepertinya aku harus mengimbangi dengan membeli dan membaca buku mengenai materi Farmasetika. Jadi aku tidak akan keteteran lagi " ucap Naomi dalam hati sambil melihat kearah langit-langit apartement.
" Uangku tinggal sisah berapa ya? " Naomi mengecek tabungannya lewat E-Banking miliknya.
" Cukup sekitar dua mingguan tetapi aku harus menghematnya, semoga papih mengirimkan uang lebih cepat " gumam Naomi sambil menscroll ponselnya mencari kemungkinan daftar harga buku yang ia cari.
Naomi membulatkan matanya terkejut, harga 1 buku farmasetika bisa mencapai 70 ribu lebih. Apakah uangnya cukup untuk 2 minggu apabila ia membeli buku tersebut.
" Aku kudu ottoke " ucap Naomi menangis dalam hatinya.
.
Ketika hampir menjelang magrib, Naomi terbangun dari tidurnya dengan perasaan terkejut. Ia menoleh kearah jam yang menempel didinding apartement.
__ADS_1
" Jam enam kurang lima belas?! Ini hampir mendekati maghrib. Hampir saja aku diculik kolong wewe kalo bablas jam segini " Naomi sangat peka dengan keadaan sekitar dan didalam memori otaknya seperti tertanam chip untuk dia mengatur waktu tidurnya.
Naomi keluar dari dalam kamarnya, ia duduk disofa ruang tengah dan mulai menyalakan televisi yang tengah mengumandangkan adzan maghrib.
" Tumben rumah seperti sepi sekali? " ucap Naomi sambil mengedarkan pandangannya. Entah karena sudah nyaman, mungkin ia akan memulai memanggil apartement ini dengan sebutan 'rumah' untuknya.
" Mbok Sumi mana ya? Apa sudah pulang jam segini? " Naomi baru ngeh dengan keadaan sekitarnya.
Ketika adzan maghrib sudah tidak dikumandangkan, Naomi langsung pergi memandikan dirinya yang bau lepek dan asem.
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
Pintu apartement berbunyi disaat ia sedang memanjakan dirinya dengan sabun, Naomi mencoba menghiraukan tetapi bunyi tersebut terus-terusan hadir.
" Orang gila mana sih yang bertamu kerumah orang maghrib-maghrib?! Ck " sebal Naomi sambil memakai jubah mandi bermotif hello kitty miliknya.
" Sebentar.. apakah itu Pak Yohan? Tapi kayaknya kalo dia mau masuk kedalam apartementnya sendiri akan langsung masuk tanpa memencet bel " kegiatan Naomi sempat terhenti saat memikirkan itu. Tetapi akhirannya ia tetap menemui orang gi*la yang berkunjung tersebut.
" Sebentar..!! "
Cklek
Naomi membelalakkan matanya ketika seorang papan model atas berkewarganegaraan KS berada dihadapannya.
" Who are you? " tanya wanita dihadapannya dengan ketus. Naomi mencoba menetralkan pandangan dan hatinya yang masih terkejut. (Siapa kamu?)
" Artis papan atas ternyata nggak semua ramah dikehidupan nyata" batin Naomi melihat logat bicara wanita didepannya. Entah kenapa dari yang awalnya kagum, ia menjadi tidak menyukai wanita tersebut.
" Why you ask me some question like that?, what do you want to find out? when you disturb me like this. It's so annoying and i can call the policeman for your impoliteness Mrs. Song Eun-Yong" ucap dingin Naomi menatap lawan bicaranya yang terlihat kesal dengannya. (Mengapa kamu menanyakan pertanyaan seperti itu kepadaku?, Apa yang kamu cari? ketika kamu menggangguku seperti ini. Ini sangat menyebalkan dan saya bisa saja memanggil polisi atas ketidaksopananmu Mrs. Song Eun-Yong)
" I'm flattered when you know my name " kekeh Eun-Yong dengan senyuman sinis yang merekah. (Aku merasa tersanjung saat kamu mengetahui namaku)
" Ahh and just in my mind, are you my husband's *****? because his lovely wife is back and you just will be a trash " (Ahh dan hanya dalam pikiranku saja, apakah kamu ****** suamiku? karena istri tercantiknya ini telah kembali dan kamu hanya akan menjadi sampah)
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...