
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sabar Mimi, sabar " lirih seseorang dari telinga Naomi.
" Nggak bisa mbak K..!! Ini tuh nggak bisa dibiarin. Nanti kebiasaan " ucap Naomi sambil memegang sotil kesayangannya dan duduk berhadapan langsung dengan pintu.
" Tapi mi- "
" Mbak K mau ikutan aku marahin? Jangan gangguin aku deh! " tatap sinis Naomi pada Mbak K yang berada disampingnya.
Melihat Naomi yang sudah menatapnya dengan garang, mbak Kuntilanak pun dibuat terdiam olehnya karena takut kena amuk.
Syaiton berjenis Kuntilanak itupun akhirnya ikut duduk bersila disebelah Naomi.
.
" Kok perasaan saya tidak enak? " batin Yohan saat dirinya berjalan dilobby apartement.
Tiba-tiba dirinya berhenti berjalan membuat Kalandra yang mengintili bossnya dari belakang itu pun ikutan berhenti.
" Ada apa boss? " Yohan membalikkan badannya melihat assistennya yang ternyata membawa belanjaan miliknya tadi.
" Kalandra, apa kamu sudah mengunci mobil dengan benar? " Kalandra mengernyitkan dahinya, apa yang salah dengan bossnya ini? saat dirinya mengunci mobil pun bossnya memperhatikannya.
" Tentu saja sudah boss, kan tadi boss sendiri yang melihat "
" Cek lagi " titah Yohan dan mengambil belanjaannya tadi dari tangan Kalandra.
Kalandra lantas membulatkan matanya, antara parkiran mobil mereka dengan gedung apartement cukup jauh apalagi diparkiran itu cahaya penerangan sedang redup. Apakah bossnya ini sedang bercanda?
" Boss, serius boss? " ucap Kalandra memastikan sambil berlari kecil kearah bossnya yang masuk kedalam lift.
" Sejak kapan saya bercanda Kalandra " ucap datar Yohan sambil menahan badan laki-laki berkulit eksotis itu untuk tidak masuk kedalam lift.
" Boss, kalau mau ngerjain saya. Ngerjain aja hal yang lain boss " ucap Kalandra dengan wajah yang memelas dan memohon.
" Sumpah boss, lebih baik saya diamuk pakai segala jenis wajan sama emak-emak daripada harus keparkiran yang jauh terus gelap lagi " mohon Kalandra, tetapi Yohan hanya menatapnya datar seolah tak ingin dibantah.
Melihat wajah Yohan yang tidak bersahabat akhirnya nyali Kalandra ciut dan membalikkan badan pergi menuju keparkiran.
" Dasar boss sia^lan " gerutu Kalandra dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Saya pu-" seketika Yohan terdiam melihat aura apartement yang suram setelah ia membuka pintu apartementnya.
" Aura darimana ini? " batinnya sambil melihat ruangan sekitar.
" Dimana gadis itu..?? Seharusnya dia sudah pulang kan? " gumam laki-laki itu, saat Yohan ingin membalikkan badannya untuk menutup pintu. Ia melihat sosok perempuan dengan piyama kotak-kotaknya.
__ADS_1
" Ada apa kamu disi-"
" AWW..!! ADUHH!! NANA, SAKIT NANA "
Yohan dihajar habis-habisan oleh Naomi menggunakan segala macam sutil, panci dan sendal rumahan yang ia bawa.
Naomi bahkan tak segan-segan memukul pan*tat dosennya itu menggunakan sendal yang ia bawa.
" RASAKAN INI! RASAKAN..!! " ucap Naomi dengan nada dan kilatan mata yang terlihat masih dendam.
" Salah saya ap- AWW! NANA, JUJUN SAYA " Yohan bahkan sampai meringkuk.
Karena dengan tak sengaja ditengah Yohan menangkis pukulan panci Naomi, terciptalah action Naomi yang baru. Gadis itu menendang junior yang ia sebut jujun itu.
.
Sedangkan diluar, Kalandra yang masih menggerutu akibat perintah bossnya yang seenaknya itu sedang berjalan keluar dari lift menuju pintu apartement bossnya.
" AWW..!! ADUHH- SAKIT " teriak suara seorang laki-laki yang Kalandra kenali.
" SSHHH HENTIKAN! JUJUN SAYA SUDAH TERSAKITI "
Glek
Kalandra menelan salivanya dengan kasar, ia tau arti dari kata ' Jujun ' yang dimaksud bossnya. Tapi apa yang terjadi didalam.
Tok.. Tokk Tokk..
" Bolehkah aku kabur? " batin Kalandra takut-takut.
Tetapi nyatanya setelah ia mengetuk, suara dari dalam apartement sudah tidak ada dan hening begitu saja. Membuat Kalandra mengernyitkan dahinya.
" Boss! Apakah kau baik-baik saja? " teriak Kalandra dari luar pintu apartement.
Cklek
" WAAAA!! IBUUU, TOLONG AKU..!!! " jerit laki-laki itu saat dirinya ditarik masuk dengan paksa.
Bahkan pegangannya pada pintu tidak sebanding dengan kekuatan gadis yang menariknya. Dan laki-laki itu lenyap dari lorong apartement begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Jadi.. dia berkencan dengan suamiku? " seringai dari bibir yang berlipstik pink natural itu.
" Ahh.. salah- maksudku mantan suamiku? " ucap perempuan itu sambil melihat foto yang diberikan mata-mata didepannya.
Song Eun-Yong begitu niat untuk merebut mantan suaminya kembali dari jeratan gadis kecil yang tidak sebanding dengan dirinya.
Wanita itu bahkan rela terbang dari Negara P ke Negara I setelah photoshoot terakhir dijadwalnya.
" Betul nyonya " Eun-Yong pun melirik mata-mata didepannya yang menggunakan hoodie abu-abu lengkap dengan masker berwarna hitam yang wanita itu pakai.
__ADS_1
" Apalagi yang kamu ketahui dari wanita ini saat berkencan dengan mantan suamiku? " tanya Eun-Yong dan menaruhkan kembali foto yang ia pegang diatas meja.
" Dia wanita yang tidak semodis dan berkelas seperti anda nyonya, bahkan dia pergi kerestoran sekedar menggunakan gaun tidur berwarna cokelat " jelas wanita itu sambil meminum kopi yang tersuguh dihadapannya.
" Hahaha, tentu saja dia tak selevel denganku bahkan dia tak pantas bersanding dengan Yohan " ucap Eun-Yong sambil terkekeh.
" Lantas, mengapa kamu memerlukan informasi dariku nyonya? " seringai wanita yang merupakan mata-mata Yohan.
Brakk
" Itu urusanku! bukan kau wanita rendahan..!! " tatap tajam Eun-Yong kepada mata-matanya itu setelah dirinya menggebrak meja membuat beberapa mata pelanggan tertuju kearah mereka.
Wanita yang dibentak oleh Eun-Yong itu hanya terkekeh sambil melihat kesekitarnya, untunglah kondisi restoran yang mereka tempati tidak terlalu banyak pelanggan.
" Santai nyonya, amarahmu yang meledak akan memicu atensi pelanggan lain " bisik wanita itu sambil mendekati telinga Eun-Yong.
" Saya pergi, Terima kasih atas hidangannya " senyum wanita itu sambil memakai masker hitamnya kembali. Wanita itu pun pergi setelah mengambil amplop berisi uang yang dikasihkan oleh Eun-Yong diatas meja tadi.
" Dasar wanita sia^lan " batin Eun-Yong menggeram bahkan telapak tangannya mengepal erat sampai jari-jarinya memutih didalam.
Ia pun segera pergi dari restoran itu setelah membayar bill meja miliknya.
.
Brakk
" Ya Tuhan! " kaget seseorang dan mengelus dada rata miliknya.
Untung dia adalah manajer tersabar milik Eun-Yong setelah beberapa kali artis itu mengganti manajer.
" Ada apa denganmu? Apakah kamu ingin membuatku jantungan? " ucap Manajer lak-laki itu dengan nada yang kesal.
" Tidak, tidak ada. Jalankan saja mobilnya " jawab datar Song Eun-Yong.
Melihat mood dari aktris yang ia urus sedang tidak bagus, lantas manajer laki-laki itu hanya diam dan menjalankan mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju tempat perisitirahatan mereka, Song Eun-Yong hanya memainkan ponselnya sambil menscroll media sosial temannya bahkan.
" Anak merupakan kebahagiaan? " batin aktris itu hanya tertawa kecil saja.
" Anak yaa..? sebentar lagi kalian juga tidak akan bahagia " seringai Eun-Yong saat melihat berbagai postingan dari teman sesama aktrisnya itu yang sedang berfoto dengan anaknya yang berusia satu tahun.
Eun-Yong akhirnya mematikan ponselnya dan menatap keluar kearah jendela mobil yang menampilkan indahnya langit malam dengan beberapa gedung perkantoran yang lampunya masih menyala terang.
" Menurutku, anak itu menyusahkan dan aku tidak dapat bergerak bebas karena kehadirannya. Tapi terima kasih atas kehadiranmu Yo-Eun, aku akan mengenang pegangan tangan terakhirmu "
Perempuan itu tersenyum tanpa dapat dibaca arti dari wajahnya itu sambil melirik kearah jari-jari tangannya.
" Jadi, apa informasi yang kamu dapatkan Eun-Yong? Sampai-sampai kita harus terbang secepat mungkin dari negara P kenegara I? " tanya sang Manajer laki-laki sambil melirik dari arah spion atasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...