My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 06


__ADS_3


Yohan mulai mengerjapkan matanya pelan ketika sinar matahari memancar kearah wajahnya. Ia menguap dan melihat sekelilingnya sudah tidak ada siapapun. Bekas kompresan, bekas makan sudah dibereskan dan bahkan gorden apartementnya yang biasanya tertutup pagi ini sudah terbuka.


Yohan mencoba mengingat kejadian tadi malam, tiba-tiba ia mengusap wajahnya secara kasar.


" Anak itu sudah tau sisi lemahku, padahal baru dua hari yang lalu ia sampai dan aku merepotkannya " batin Yohan sambil merenungi kejadian yang ia alami. Tetapi dari sisi dalam hatinya, ia merasa hangat. Ketika Naomi mengurusnya tanpa jijik sekalipun dan usapan hangat dipelipisnya yang diberikan oleh Naomi.


...Flashback...


" Maafin daddy, maaf.. "


" Jangan.. Jangan!! " teriak Yohan yang masih terbalut dengan alam mimpi, Naomi bangun dengan perasaan terkejut bahkan kepalanya ikutan cenat-cenut.


" Pak.. bangun pak " serak Naomi yang kesadarannya pun masih setengah karena melihat Yohan yang gelisah dan berkeringat dingin dalam mimpinya.


" Apa sih yang anda mimpikan, pak " bingung Naomi sekaligus penasaran.


Naomi terus menepuk pipi milik Yohan agar lelaki tersebut terbangun. Ketika terbangun, mata Yohan membelalak tidak santai dengan nafas yang terengah-engah. Yohan menoleh kesampingnya dan melihat wajah Naomi yang khawatir sekaligus kebingungan.


" Eumhh.. " rengekan itu mulai terdengar dan entah mengapa air mata Yohan luruh begitu saja saat melihat Naomi.


" Shutt udah malem, jangan nangis dong. Kenapa emang heum? Mimpinya seram? " Naomi menarik kedua tangan milik Yohan dan memeluknya, Naomi hanya terkekeh pelan. Entah kenapa ia seperti sedang mengurus balita.


Yohan mulai menangis dengan sedikit rengekan diceruk leher milik Naomi, ia memeluk erat Naomi seolah meminta kehangatan dari tubuh tersebut.


" Tidur lagi ya? " tawar Naomi sambil mengelus rambut hitam milik Yohan, tetapi Yohan menggeleng. Entah kenapa ia takut untuk tertidur kembali karena mimpinya tersebut.


" Cupcupcup, mimpi itu hanya bunga tidur. Baca doa sebelum tidur ya biar tidurnya tenang " Naomi mulai mengelus punggung kokoh nan kekar yang sedang rapuh tersebut.


Selama 15 menit mereka terus berpelukan seperti itu sampai Naomi pegal karena harus menahan tubuh Yohan yang pastinya jauh lebih berat darinya. Tetapi pelukan itu sangatlah ampuh, Yohan tertidur pulas dengan posisi dia yang malah dipangkuan Naomi.


" Untung saja aku menyender pada kepala kasur, kalau tidak pinggangku encok" gumam Naomi sambil menghela nafasnya kasar. Naomi melirik kearah jam yang sekarang menunjukkan pukul 3 pagi. Ia sangatlah lelah, mulai menguap dan menutup matanya yang sudah seliwar-seliwir itu dengan Yohan yang masih ada dalam pelukannya.


...Flashback Off...

__ADS_1


Yohan keluar dari kamarnya sambil menggulung kemejanya, ia celingak-celinguk mencari sosok wanita yang merawatnya tadi malam.


" Bi Sumi.. " batin Yohan, seketika ia tak enak dengan orang yang sudah mengasuhnya dari kecil itu karena sudah berperilaku kasar kepada wanita paruh baya tersebut.


" Maafkan saya bi, karena sudah berperilaku tidak sopan dan diluar kontrol " sungguh Yohan menyesal walaupun nadanya terkesan datar. Mbok Sumi hanya tersenyum saja.


" eojesbam-e jeongmal jeongsin-i eobs-eoss-eo " ucap Yohan dengan bahasa negara asalnya. Ia mengusap wajahnya kasar. (sungguh aku diluar kendali kemarin malam)


" gwaenchanh-ayo seonsaengnim ihaehaeyo " ucap Mbok Sumi dengan mengelus punggung milik aden yang sudah ia urus sejak kecil itu untuk menenangkannya. (Tidak apa-apa, saya mengerti tuan)


" Bibi bisa libur dulu, nanti saya bisa mengambil pengganti sementara dimansion utama " Yohan menyunggingkan senyumnya yang sangat jarang tersebut.


" Tapi-"


" Tidak ada tapi-tapian bi. Gaji bibi nggak akan saya potong, masih akan tetap utuh karena semua ini murni kesalahan saya " datar Yohan membuat bibi hanya mengangguk pasrah saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dilain sisi, Naomi sedang mendengarkan dosennya dan bahkan ia sambil menulis dengan tulisannya yang tidak karu-karuan dikertas.


" Semakin ngedengerin, kenapa aku semakin nggak paham " gumam Naomi sambil menggigiti kukunya.


Ia lihat kesamping kursinya, malah banyak mahasiswa yang tertidur seenaknya tanpa rasa bersalah. Ingin rasanya Naomi seperti itu juga, tetapi ia disini bukanlah hal yang mudah dan main-main.


" Ya Tuhan, bantuin aku buat mengerti seluruh pelajaran yang dipelajari hari ini" batin Naomi berdoa.


.


Ketika jam kelas Farmasetika dasarnya itu selesai, ia buru-buru mencari meja dan kursi yang dapat ia duduki dikantin.


" Rajin banget mi " sapa seseorang membuat Naomi yang sedang mencatat tentang apa saja yang ia dengar tadi dikelas terkejut. Yah, pada akhirnya Naomi mendengar seluruh penjelasan dosennya dan mencatat sedikit hal penting atau nama-nama yang bisa ia lupa pada tangannya dan pada saat istirahatlah baru dirinya mencatat hasil pendengarannya.


" Jangan suka ngagetin napa sih kak " sebal Naomi dan melanjutkan kegiatannya kembali. Ia menulis dengan cepat dan fokus karena takut ilmu itu hilang duluan diotaknya saat katingnya itu mengajak ngobrol.


" Santuy dong, kuliah tuh bawaannya santai aja mi "

__ADS_1


" Orang pas-pasan begini tuh harus lebih giat agar bisa mengubah nasib " tatap tajam dirinya pada Immanuel sambil menutup buku catatan bercover pink soft itu. Naomi saja mati-matian mencari biaya dan beasiswa untuknya berkuliah, enak saja malah santai-santai.


" Iya deh iya, gimana? udah dapet temen difarmasi? " Nuel tersenyum sambil mengelus yang lebih kearah mengacak rambut Naomi.


" Udah, tapi rata-rata yang ngedeketin cowok. Males " dengus kasar Naomi sambil memperbaiki tatanan rambutnya kembali.


" Ciee, dideketin cowok " ucap Nuel sambil menaik turunkan alisnya seolah menggoda Naomi.


" Tapi aku nggak suka kak "


" Ya udah manfaatin aja, buat minta tolong beliin apaan gitu saat lo bokek " jawab Immanuel sambil menyosor es lemon tea milik Naomi.


" IHH SEKATE-KATE!! MINUMAN PUNYA AKU ITU..!! " teriak sebal Naomi sambil memukul pundak Immanuel dan membuat anak itu tersedak.


" Lo kalo mau ngebunuh gua entaran aja mi, gua belum nikah " Nuel menepuk dadanya tetapi ia malah menghabiskan minuman punya Naomi.


" Ihh padahal itu belum sama sekali sempet aku minum, bete ahh " decak sebal Naomi sambil membereskan buku serta peralatan tulisnya kedalam tas mungilnya. Ketika ia bersiap pergi dari sana, seseorang terlihat mendatangi mereka.


" Sedang apa kalian? " ucap Alexa dengan nada yang datar.


" Nggak ngapa-ngapain kak, Kak  Nuel ngegangguin aku terus. Ospek aja tuh dia " entah keberanian darimana Naomi bisa sok akrab seperti itu dengan Alexa.


" Nuel, cepat kumpul diaula kampus. Semua sudah menunggu " Alexa pun meninggalkan mereka dan seolah menghiraukan ucapan Naomi tadi.


" Baiklah, aku diacuhkan? " gumam Naomi tersenyum pahit.


Saat melihat kesekelilingnya, Naomi melihat siluet seseorang yang tampak tak asing baginya. Seseorang itu terlihat menangis dan bahunya bergetar, saat Naomi ingin menghampiri tiba-tiba Immanuel menepuk pundaknya.


" Gua tinggal ya, jaga diri. Inget kata gua " ucap Immanuel dengan sok dewasanya. Tiba-tiba ia menyesal dulu pernah jatuh cinta dengan paras Immanuel yang ternyata sikapnya petakilan.


" Aku bisa jaga diri sendiri, sana hushh hushh.. " ucap Naomi sambil mendorong pundak Immanuel. Setelah Immanuel pergi, ia melirik kembali ketempat seseorang tadi. Tapi ternyata sudah tidak ada.


" Tadi siapa ya? Ahh masa bodo. Pelajaran sastra Inggris sepertinya membuatku mati " Naomi lebih mementingkan nasibnya saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...***Tinggalkan jejak like\, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !***...


__ADS_2