My Lecturer Sleep Boss

My Lecturer Sleep Boss
Eps 20


__ADS_3

" Terima kasih pak atas traktirannya, jangan lupa traktir lagi ya lain kali " ucap Naomi sambil menyunggingkan senyum pepsodentnya saat mereka baru saja keluar dari restoran. Yohan hanya menjawab dengan deheman saja tapi tak apa yang penting perut Naomi sudah kenyang.


" Nenek sin^ting, sering-sering dong dateng keapartement. Gapapa aku dijambak-jambakin asalkan dapet sogokan kayak begini lagi " ucap Naomi dalam hati sambil menyenderkan tubuhnya kekursi penumpang dan menghela napas bahagia.


Selama perjalanan pulang, mereka hanya saling terdiam walaupun alunan musik berada ditengah-tengah mereka. Musik yang diputar bukanlah musik selera Naomi dan ia juga tidak mengenalnya menjadikan dirinya anteng dengan ponsel butut miliknya.


" Siapa ini? " batin Naomi saat melihat ada salah satu akun berprofile wanita yang tidak ia kenali, mengikutinya dimedia sosial.


" Aku tidak mengenalnya " acuh Naomi begitu saja dan lanjut menscroll media sosialnya tentang berita yang sedang hot minggu ini.


Naomi begitu acuh pada orang yang mengikutinya dimedsos karena memang akhir-akhir ini banyak mahasiswa dari kampusnya yang memfollow akunnya akibat portal berita gosip dari kampusnya.


Tiba-tiba jari lentik milik Naomi berhenti disebuah postingan yang menarik baginya. Postingan itu berisikan tentang Song Eun-Yong yang memenangkan penghargaan sebagai artis terbaik pada tahun 20xx itu.


" Baiklah karena kamu yang menyebabkan aku mendapat traktiran. Jadi aku akan menglike postingan ini " gumam Naomi dengan senyum miring yang ia kembangkan dan memencet tombol like postingan itu.


Srett..


Deg


Naomi menatap tak percaya pada laki-laki didepannya karena laki-laki itu membukakan sabuk pengaman miliknya. Naomi mengalihkan pandangannya dengan wajah yang merah merona


" Kenapa sih laki-laki ini selalu mengagetkan..?!! " batin Naomi menjerit. Ia tidak bisa terus-terusan melihat wajah mulus, hidung mancung dan proporsi wajah yang sempurna itu dihadapannya.


Naomi mengakui bahwa Kim Yohan termasuk kategori tampan dan awet muda diusianya yang menginjak 33 Tahun, entah Yohan memakai skincare apa sampai membuat Naomi sendiri insecure dengan muka pantat bayi itu.


" Cepat turun, waktu saya sangat berharga " baiklah Naomi baru menyadari saat melihat kesekelilingnya bahwa mereka telah sampai kawasan apartement.


" Baiklah bapak yang waktunya sangat berharga, bapak tidak ingin mampir? " basa-basi Naomi padahal dalam hatinya 'pergi sana, pergi sejauh-jauhnya'.


Yohan hanya menatap datar pada gadis didepannya. Dengan segera Naomi membuka pintu mobil dan keluar dari area menyeramkan itu.


" DADAH BAPAKK! " teriak Naomi saat mobil Mercedenz Benz itu pergi melewati dirinya sambil melambaikan tangannya. Teriakan Naomi sangatlah kencang sampai membuat atensi bapak-bapak satpam kearah dirinya yang seperti sedang mengantarkan bapaknya pergi kerja.

__ADS_1


" Ayahnya mau keluar kota kali ya prit? " bisik-bisik salah satu satpam bername-tag Kapri.


" Ya mana gue tau dedemit..!!  Udah jangan ganggu. Lagi serius nih " kesal teman satpam Kapri tadi yang bernama Suprit.


" Tapi sumpah prit! Tuh anak nggak mungkin kesurupan kan? Loncat-loncat soalnya itu prit " heboh Mang Kapri sambil menggoyang-goyangkan badan teman sesama penjaganya itu.


" Alahh a*su..!! Gagal siaa\, ngapa sih ganggu gue mulu an*ying " mood sang satpam itu memburuk karena ulah temannya sikacang kapri. Apalagi saat tim bola kesukaannya ternyata gagal mencetak gol.


" Itu cewek masuk keapartement sambil loncat-loncat " ucap Kapri sambil membalik kepala temannya kearah yang ia maksud.


" Yang penting masih napak!! Dedemit juga nggak ada yang pake baju cokelat juga kapri. Mereka kan pasti milih-milih " acuh Suprit dan menonton acara bolanya kembali.


" Iya kah? Berarti dialam sana teh ada toko baju ieu? " pandangan milik Kapri seketika menggelap setelah suara Tungg yang begitu nyaring terdengar ditelinganya.


" Akhirnya damai " senyum suprit begitu lembut dan menaruh baskom besi kesayangannya sesuai tempatnya kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Naomi akhirnya berada ditempat healing terbaiknya setelah ia mencuci muka dan bahkan kakinya. Kamar yang dingin karena AC yang sudah ia nyalakan sebelum ia pergi bahkan, perut kenyang, lidah terbuai sungguh membuat Naomi merasakan kenikmatan surga malam ini.


Seketika kenikmatan surga yang Naomi alami sirna dan bahkan moodnya yang bagus menjadi jelek melihat notifikasi chatting dilayar kunci ponselnya.


" Ada hubungan apa kamu dengan pak Yohan? " ~ Kak Immanuel.


" Apa-apaan sih laki-laki itu menjadi kepo " sinis Naomi sambil membalikkan layar ponselnya diatas ranjang yang sedang ia tempati.


Tiba-tiba Naomi mengingat kejadian tadi siang saat ia sedang berhadapan dengan Yohan dan Immanuel masuk secara tidak sopan keruangan dosen tersebut.


" Kenapa hidup hanya seperti lebarnya daun kelor sih..!! " 


*...Flashback...*


Ditengah kelengahan Naomi, Yohan menarik masker milik Naomi hingga terlepas dan memperlihatkan wajah gadis yang sedari pertemuan membantah dirinya.

__ADS_1


" Sudah saya duga, itu kamu " seringai Yohan.


Ceklek


Posisi wajah Naomi dan Yohan yang saling bertatapan dan bahkan jarak diantara wajah mereka hanya 5 centimeter membuat orang yang masuk keruangan itu memandang mereka dengan awkward.


" Ada apa Immanuel Bun? " laki-laki itu bertanya sambil menegakkan tubuhnya berdiri kembali karena tadi ia menekuk lututnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Naomi.


" Ehh " teriak Naomi dalam hati saat kepala belakangnya didorong kedepan dan membuat wajahnya bertubrukan dengan perut kotak-kotak milik Yohan yang terbalut kemeja putih.


" Saya ingin memberikan kumpulan tugas mahasiswa yang bapak suruh saat inval kemarin. Materi sudah saya jelaskan sampai sini pak kepada anak-anak semester dua " ucap Immanuel dengan nada yang datar sambil memberanikan dirinya mendekati Yohan dan Naomi.


" Baiklah, terima kasih Immanuel Bun. Ini untuk uang jajan kamu " ucap Yohan sambil memberikan amplop putih yang memang sudah ia persiapkan. Begini-begini, Yohan merupakan dosen yang loyal mengenai urusan uang.


Ia bahkan tak segan-segan merogoh kantongnya untuk berterima kasih karena menggantikannya saat inval apalagi Yohan tau itu bukanlah hal yang mudah.


" Tidak usah pak " ujar Immanuel setelah terdiam sebentar dan entah kenapa fokusnya malah tertuju pada gadis yang wajahnya sedang disembunyikan secara posesif oleh Yohan.


" Ambil saja, laporannya taruh sini dan silahkan kamu keluar " Yohan tetaplah Yohan yang sikap arogannya selalu keluar. Apalagi saat ia tau assisten sekaligus mahasiswanya itu memperhatikan Naomi yang ada dipelukannya, lantas ia mengeratkan genggamannya pada bahu milik Naomi.


Immanuel akhirnya mengalihkan pandangan yang semula kearah Naomi, menatap kedepan kearah Yohan yang sudah menatapnya dengan tatapan tak bersahabat.


" Baiklah pak, saya keluar dulu. Permisi " pamit Immanuel karena jujur ia juga tidak berani pada boss dosennya itu.


" Heumm!! Bapak saya nggak bisa napas..!! " teriak kesal Naomi sambil memukul perut kotak-kotak itu karena eratnya pelukan dari Yohan. Dan pelaku yang memeluknya secara tak jelas malah hanya menyengir saja.


...Flashback Off...


" Aku tidak akan mau masuk ke gedung C lagi, apalagi yang berurusan dengan jurusan bisnis dan apalah itu! " Naomi menghela napasnya kasar dan memeluk guling kesayangannya.


" Pak Yohan akan pergi kemana ya malam-malam seperti ini? Kenapa dia rapih sekali " batin Naomi melirik jam yang ada dimeja nakasnya.


" Ihh apa peduliku..!! Tak usah memikirkan hal yang tak penting Naomi " ucapnya pada dirinya sendiri dan memejamkan matanya dengan paksa agar ia bisa tertidur.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Tinggalkan jejak like, commentnya yuk. Jangan lupa follow ig : @Melodye.Hua untuk lebih dekat dengan Author !...


__ADS_2