
Xavier geraldi adalah seorang CEO dari perusahaan Geraldi Entertaiment yg berbidang pada stasiun televisi ternama di indonesia. dia memiliki sejuta pesona yg mampu memikat kaum hawa dengan wajahnya yg tampan bisa dibilang seperti artis kpop yg memiliki tubuh yg eksotis dengan IQ yg tinggi. siapa sangka di balik itu semua iya memiliki sifat yg busuk dia adalah seorang psychopat yg berdarah dingin dengan IQ yg tinggi.
" Tuan ini semua adalah berkas berkas yang tuan butuhkan. Dia telah terbukti menipu kita tuan dia membawa lari uang sekitar 1M tuan apakah kita perlu membunuhnya tuan agar di bisa menderita tuan ". Kata bryan kepada xavier Dengan senyum dingin nya.
" Dia ingin bermain main denganku rupanya akan aku buat pria itu menyesal seumur hidupnya karena telah main main dengan api ini " Kata xavier sambil memegang pisau di sebelah tangannya.
" cepat kau cari dia aku ingin melihatnya menderita ". Kata xavier dengan tegas dan penuh penekanan di setiap kalimatnya.
" Baik tuan ". Tunduk bryan kepada xavier.
__ADS_1
Cahaya remang remang menyinari sebuah gedung tua yang kumuh dengan suara teriakan dari seorang pria berusia 40 tahun itu dengan tetesan tetesan darah dimana mana.
" Aaakh.... Aaakh... Aaakh... " Teriak pria ini histeris.
" Hahaha..... teriakan mu seperti sebuah lagu yg indah bagiku pak tua hahah." Kata xavier tertawa puas sambil melepaskan kuku kuku tangannya.
" Ampun tuan ampun ." Sambil terbata-bata.
" Ternyata kau telat maaf ya aku tidak bisa memaafkanmu ". Kata xavier sambil tertawa lagi.
__ADS_1
" Saya mohon maaf kan saya tuan."
" Tidak akan oh ya kamu mau milih pisau yg mana yang ini atau yg ini. " Kata xavier sambil memilih milih pisau dan menyayat kulit pak tua itu lagi lagi dia menjerit histeris karena xavier memperlakukannya dengan cara yg kejam di tusukan pisau itu ke perut pak tua itu lalu ke kakinya lalu tangannya terus berulang ulang sehingga tidak ada nafas lagi disana setelah itu xavier mengusap wajahnya yg terkena darah dan menciumnya baginya bau anyir darah adalah seperti parfum yg mahal baginya dia tertawa puas dengan karya yang baru saja iya ciptakan dengan wajah yang bahagia iya mendengar teriakan pria itu sebelum pria itu mati tadi nya yang bagaikan sebuah lagu yg indah baginya kemudian dia teringat kenangan 10 tahun yang lalu yg menewaskan ibuknya karena meminum racun ketika xavier sedang bersekolah dia merasa sangat sedih karena wanita itu xavier merasa bahwa wanita itu harus menderita iya harus membalaskan dendamnya kepada orang itu harus itu adalah janji seorang xavier kepada diri nya sendiri maupun ibu nya.
" Bryan cepat urus masalah ini jangan sampai detektif itu dapat menemukan jejak ku kau mengerti ." kata xavier sambil melenggang pergi.
" Baik tuan " kata bryan
Hay hay apa kabar kalian mohon maaf ya klok ceritax kurang menarik soalx baru belajar jadi author, terus kasih komen ya biar aku semangat lagi nulisnya ya. maaf kalau tidak berkesan ya.
__ADS_1