
Dengan langkah yang tergesa-gesa, Xavier langsung membuka mobilnya dan berlari masuk ke dalam mansion miliknya. Dia menaiki satu persatu anak tangga dan langsung membuka sebuah pintu bewarna putih itu. Kamar itu gelap seperti tidak berpenghuni. Tangan Xavier mengepal dan rahangnya mengeras, dia takut sesuatu terjadi kepada Alexa nya. Di dalam hatinya, dia bersumpah bila gadis kecilnya itu kenapa-napa dia akan membunuh peneror itu dan akan membasuh seluruh tubuh Alexa dangan darah si peneror itu. Suara tangisan seorang gadis terdengar sangat parau membuat Xavier merasa khawatir. Dia menghidupkan lampu di dinding, ketika lampu itu hidup dia melihat kekacauan dimana-mana. Kaca kamar Alexa pecah dengan darah yang menetes dimana-mana. Sebuah peluru yang tertancap di dinding kamar itu membuat Xavier merasa sangat marah. Dia mencari dimana arah suara tangisan itu.
" Lixi... " Ucap Xavier berteriak.
" Lixi..." Ucap Xavier sambil membuka walk in closet dengan keras.
Kosong... di dalam walk in closet itu tidak ada Alexa di dalam sana. Xavier keluar ruangan dan mencari di setiap sudut kamar itu. Dia pergi ke kamar mandi di dalam kamar Alexa, pintunya terkunci... tanpa aba-aba Xavier langsung mendobrak pintu kamar mandi itu.
Seorang gadis sedang menangis dengan memegang lututnya sambil air yang terus mengalir dari shower kamar mandi. Wajah gadis itu pucat, dia melihat Xavier dengan tatapan yang penuh arti. Hati Xavier sakit melihat gadis nya seperti ini, dia merasa sangat bersalah karena tidak pernah menjaga gadis nya ini dengan baik. Dia langsung menghapiri gadis itu.
" Berhenti disitu...!!!!" Ucap gadis itu yang tidak lain adalah Alexa dengan suara nya yang bergetar. Xavier yang merasa heran langsung menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Lixi... ada apa denganmu??? " Ucap Xavier heran.
" Jangan dekati aku berengs*k " Ucap Alexa tambah membuat Xavier heran sekaligus sakit ketika Alexa kini tidak memanggil nama sayangnya ke Xavier.
" Menjauhlah dariku, aku tidak suka melihatmu lagi "
Hati Xavier bagaikan disengat listrik beribu-ribu volt ketika dia mendengar bahwa Alexa tidak suka melihatnya lagi. Apakah salahku, kenapa dia membenci ku lagi??. Oh Ya Tuhan, aku harap ini semua adalah mimpi bagiku. Perih rasa nya hati ini ketika masa lalu itu kembali terulang lagi. Xavier mencoba mendekati Alexa tanpa menghiraukan teriakan Alexa.
" Aku bilang berhenti disitu " Teriak Alexa histeris.
" Hiks...hiks...hiks...jangan berpura-pura bodoh kau sialan " Ucap Alexa marah.
__ADS_1
Xavier berhenti di depan Alexa yang sedang duduk sambil memegang kedua lututnya itu sehingga air dari shower itu membasahi rambut Xavier . Xavier menundukkan kepalanya agar bisa melihat Alexa yang sedang menundukkan kepalanya juga. Xavier lalu berjongkok di depan Alexa sehingga wajah keduanya hanya berjarak lima jengkal saja. Alexa memalingkan wajahnya dari tatapan mata Xavier sehingga membuat Xavier marah sekaligus sakit hati. Dulu mata indah itu yang selalu menatapnya dengan antusias dengan senyuman yang begitu indah sehingga senyuman itu adalah candu Xavier. Entah kenapa kini senyuman itu telah hilang karena ulah dirinya yang tidak dia ketahui asal usulnya.
Dia melihat wajah Alexa yang pucat dan bibir Alexa yang merah kini bewarna biru keunguan yang menandakan bahwa dia sedang kedinginan. Dengan cepat Xavier menggendong Alexa sehingga membuat Alexa kaget.
" Hei... turunin aku berengsek!!! " Ucap Alexa sambil terus memberontak, tapi apa daya usaha nya menjadi sia-sia. Xavier membawa Alexa ke dalam walk in closet dan menguci pintunya. Alexa terus saja menggedor pintu dengan keras sambil terus berteriak dan mengumpat Xavier.
Xavier menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar. Dia merogoh saku kanannya dan mengambil sebuah benda pipih dan memencet tombol telefon.
" Halo... cepat kau kirim pelayan wanita untuk ke kamar Alexa segera...!!!"
" Dan cepat kau cari informasi apa yang sedang terjadi kepada Alexa dengan segera!!! " Ucap Xavier sambil menutup telefon dan mengacak rambutnya frustasi.
__ADS_1
Dia sungguh benar-benar tidak tau apa yang sedang terjadi kepada gadisnya saat ini.
Oke sampai disini dulu ya ceritanya. Maaf kalau ada beberapa typo.... salam kenal dari Author😉