
" Chesy ".......
Dia tersenyum manis kepadaku, sudah lama aku tidak bertemu dengannya lagi. Dia adalah mantan kekasihku. Wanita yang cantik dan baik hati, sebenarnya aku dulu memacarinya hanya sebagai pelampiasan dan melepaskan nya begitu saja.
" Hei... lama tidak bertemu denganmu " Ucapnya sambil duduk didepan ku dan memanggil pelayan untuk memesan makanan.
" Sudah berapa lama kau di Indonesia " Ucapku basa-basi.
" Hmm.... sekitar tiga hari yang lalu " Ucapnya sambil terus mengotak-atik handphone nya. Kita berdua saling membisu, sibuk dengan kegiatan masing-masing hingga akhirnya Pelayan cafe datang mengantarkan pesanan chesy sehingga memecah kesunyian diantara kita berdua.
" Terima kasih mas..." Ucapnya sambil tersenyum manis ke arah pelayan laki-laki itu yang mungkin hatinya sedang berdegup kencang. Sambil buru-buru pergi dari aku dan chesy. Chesy yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Oh ya... gimana kabar Alexa, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. " Ucapnya sambil menyuapkan sesendok nasi goreng dari mulutnya.
" Dia sedang sakit di rumah sakit " Ucapku tertunduk. Chesy yang mendengar itu langsung tersedak dan lantas saja kuberi dia air. Dia menatapku dengan tatapan yang menyelidik namun tajam.
" Ada apa ??? " Ucapku yang merasa risih ditatap seperti itu.
" Tidak ada. Memangnya kenapa dia bisa sakit, apa yang terjadi kepada nya. Jangan bilang kalau kau telah menyakiti nya, maka aku tidak akan memaafkanmu ". Benar-benar gadis yang peka akan di setiap situasi. Cerdas.
" Jangan coba-coba mengalihkan perhatianku Xavier. Cepat katakan yang sebenarnya, aku tau kau butuh teman curhat. Aku sedia untuk menjadi teman curhatmu dan akan sedia untuk membantu mu. " Ucapnya panjang lebar sambil menatap mataku. Ku tatap mata indahnya, benar saja tidak ada kebohongan di dalam matanya, hanya ada ketulusan disana.
" Hm..... baiklah kalau kau memaksa ".
__ADS_1
" Begini... kau itu memang benar bahwa aku ini yang telah menyakiti Alexa. Karena aku Alexa ingin bunuh diri dan depresi sehingga dia meninggalkan profesinya sebagai seorang detektif. Aku tau aku benar-benar egois ketika dia menangis menahan semua rasa sakit yang ku berikan kepada nya. Ku lampiaskan semua kemarahan ku atas apa yang dilakukan oleh papa dan wanita itu kepada Alexa yang tidak mengerti apa-apa. Tanpa sadar ada satu rasa yang berbeda. Awalnya aku tidak terlalu yakin dengan perasaan itu. Sampai suatu hari aku melihat Alexa ingin mengakhiri hidupnya dan mulai menyanyat urat nadinya. Dia kehilangan banyak sekali darah, seharusnya aku senang karena aku ingin Alexa menderita. Tetapi ada rasa tidak suka dan tidak ingin kehilangannya, aku sadar bahwa aku telah jatuh cinta kepadanya. Aku marah kepada diriku sendiri bahwa aku telah menyakiti rasa cintaku dan memilih untuk lebih memilih egoku sendiri ". Ucapku sambil berlinang air mata.
" Syukurlah bahwa kau sadar atas apa yang telah kau lakukan kepada Alexa itu salah Xavier. Aku benar-benar salut kepada Alexa karena telah mampu mengubah psychopat seperti mu menangis hanya karena cinta. Benar-benar sebuah keajaiban. Sebaiknya kau pergi menemui Alexa di rumah sakit, berilah dia perhatianmu Xavier sebagai seorang kakak dan pria yang tulus mencintai dia sampai kapanpun " Ucapnya tulus .
" Aku takut dia membenciku dan tidak ingin bertemu denganku lagi "
" Aku yakin Alexa adalah seorang gadis yang baik. Dia akan memaafkan mu Xavier, pergilah dan perjuangkan cintamu Xavier "
Berkat dari semangat yang Chesy berikan kepadaku, ada rasa berjuang untuk memperjuangkan apa yang harus menjadi milikku. Mulai detik ini, aku harus berjuang mendapatkan semua cinta nya kepadaku.
Hai... Author punya kabar yang bagus. Akhirnya Author menerbitkan Novel kedua Author yang berjudul Air Mata Yang Terbuang. Please dibaca ya bye 😘
__ADS_1