
Teriakan- teriakan dan sorakan yang terus memanggil nama Xavier di dalam sebuah gedung MMA terkenal di kota itu. Penonton itu terus memanggil nama Xavier yang akan bertanding malam itu. Ya, Xavier akan bertanding di malam itu, dia membutuhkan sebuah pelampiasan saat ini. Semua masalah yang datang kepadanya itu terjadi secara tiba-tiba sehingga dia susah untuk mencerna semua nya dengan baik. Malam ini dia akan melampiaskan semuanya, semua beban yang membuat dirinya merasa tersiksa. Dia sekarang haus akan darah, dia ingin membunuh seseorang dengan pisau kesayangannya itu. Tapi menurutnya itu sudah basi, dia ingin mencoba suatu hal yang baru, maka dari itu dia mengikuti MMA ini sebagai pelampiasan nya semata.
" Baiklah semua !!! di sebelah kiri saya... ada seorang juara bertahan yaitu accel... " Ucap sang pembawa acara berbaju putih itu.
" Hooo...." Suara teriakan para penonton ysng bersorak ria bahkan bertepuk tangan ketika seorang pria bertubuh kekar itu menaiki ke atas ring pertandingan.
" Dan disebelah kanan saya... seorang penantang dari seorang pengusaha muda yang tampan bernama Xavier Geraldi... "
" Hoooo... Xavier...Xavier...hooo " Suara penonton wanita yang heboh ketika Xavier naik ke atas ring dengan gayanya yang cool tetapi begitu tampan ketika dia bertelanjang dada sehingga memperlihatkan otot-otot perutnya itu yang bagaikan sebuah pemandangan yang indah bagi mereka.
Xavier menatap musuhnya dengan menyerigai seakan dia ingin mengatakan bahwa hari ini adalah hari terakhirnya. Ketika hitungan mundur dilakukan...
3....
__ADS_1
2....
1....
Fight...
Langsung saja Xavier mengambil ancang-ancang ketika musuhnya itu mulai menyerangnya. Accel yang sedang ingin menonjok perut Xavier, tetapi gagal ketika Xavier dapat menghindar dan kemudian mengunci tangan Accel sehingga dia susah untuk bergerak. Dengan sepenuh kekuatannya Xavier menendang pinggang Accel sehingga terpental ke pembatas. Xavier lalu menarik tangan Accel dan memukul pipinya sehingga mengeluarkan darah. Accel tersungkur ke lantai dan tidak berdaya... Accel yang melihat Xavier sedang melatar belakangi nya langsung bangkit dan memukul kepala Xavier keras. Kepala Xavier terasa sakit, dia merasakan ada sesuatu yang sedang mengalir di kepalanya. Darah... segar mengalir di kepalanya, pusing yang hebat sedang dia rasakan saat ini. Suara semangat para penonton samar-samar di dengarnya. Matanya kini ber kunang-kunang, samar-samar dia melihat siluet Alexa sedang tersenyum ke arah nya seakan sedang memberikan semangat untuknya. Tangan Xavier mengepal kuat berusaha untuk bangkit. Xavier lalu bangkit dengan wajahnya yang sebagian masih berdarah. Dia menyerigai dan lalu memukul pipi Accel dan menendang perut Accel menggunakan lutut kanannya itu. Xavier menyerang Accel dengan sangat keras dan cepat, dalam hitungan detik Accel langsung tidak sadar kan diri dan peluit dibunyikan bersamaan dengan tangan Xavier yang diangkat ke atas.
Semua orang bertepuk ria sambil terus menyoraki nama Xavier. Sedangkan Xavier terus mengatur ritme nafasnya yang hampir habis, dia tersenyum melihat siluet bayangan Alexa yang sedang tersenyum sambil mengancungkan jempol kepadanya. Tak terasa air mata Xavier jatuh membasahi pipinya yang berdarah. Tangannya mengepal kuat sehingga urat tangannya terlihat, rahangnya mengeras dan tatapannya terlihat tajam setajam mata burung elang yang ingin memakan mangsanya. Di dalam hatinya dia bersumpah akan membuat orang yang telah membuat Alexa menjadi orang yang tidak mencintai dirinya lagi akan tiada di tangannya sendiri bagaimana pun caranya.
" Tu...tuan...maafkan saya tuan. Di...dia se..karang masih hi..dup tuan "
Prank...
__ADS_1
Pria paruh baya itu tambah merasa ketakutan melihat gelas yang dipegang pria itu pecah berkeping-keping sehingga darah mengalir dari tangan pria itu. Pria paruh baya yang ketakutan itu menelan salivanya susah dan keringat dingin mengalir dari wajah pria itu.
" Hamba mohon maafkan saya tuan Mr. Black, saya tau kalau saya salah tuanπ₯ " Ucap pria itu gemetar.
Dengan cepat pria yang bernama Mr. Black itu langsung melompat ke arah pria paruh baya dengan menyerigai yang mematikan bagi pria itu.
" Hei... bukankah kau tau kan bahwa aku itu benci dengan yang namanya kegagalan "
" I..iya... saya tau tuan, tapi pria itu lebih kuat dari Accel tuan... "
" Alasan yang cukup baik... baiklah hari ini kau bebas. Pergilah sebelum aku berubah pikiran !!! "
" Terima kasih tuan... " Ucap pria paruh baya itu setengah membungkuk kemudian pergi dengan perasaan yang lega.
__ADS_1
" Hari ini kau selamat Xavier... mungkin lain kali kau akan tiada. Meskipun kau bukan target utamaku, tetapi kau itu adalah penghalang bagiku. "
Apa kabar kalian para Readers... Author mau ngucapain terima kasih udah mau baca cerita nya Author ya. Maaf kalau ceritanya kurang menarik dan nggak sesuai sama rekspektasi kalian. Oke kalian tau nggak sih siapa itu Mr. Black... kalau kalian tau comment ya ππ