
Ku hempaskan alexa dengan keras ke lantai. Dia hanya bisa menahan tangisannya itu sambil memegangi luka tembakannya yang mengeluarkan banyak sekali darah di kaki nya itu. Aku hanya bisa menyerigai melihat ke arahnya yang sedang kesakitan. Aku mencengkram pipinya dengan keras.
" Kenapa kau kabur dari sini hah...???" ucapku sambil menekan pipinya dengan keras.
" Bukankah ini adalah tempatmu juga, yaitu tempat neraka bagimu... " lanjutku sambil tertawa dan menghempaskan pipi alexa sehingga kepalanya membentur lantai dengan keras.
" Kau... benar benar kejam xavier... " alexa dengan tangisannya itu masih menatapku dengan tatapan benci.
" Kejam adalah prioritasku... apa aku salah??? " ucapku sambil menyerigai.
__ADS_1
" Kau bagaikan seekor hewan yang tidak memiliki hati " alexa dengan tatapan yang dingin itu mampu membuat hatiku terasa sakit, belum pernah seseorang menatap dingin ke arahku dengan berani.
Ku tatap wajahnya yang semerah api yang membara. Ku lihat bibirnya yang merah, entah kenapa bibir itu adalah kesukaanku. Aku berjalan pelan ke arah alexa yang sedang memundurkan kakinya sampai tubuhnya terbentur dinding. Ku taruh tanganku di samping kepalanya itu agar dia tidak bisa kabur dari ku. Aku bisa merasakan detakan jantungnya yang memompa dengan cepat. Ku singkirkan rambutnya yang menutupi wajah cantiknya itu. Dengan segera aku langsung menciumnya dengan rakus. Ku gigit bibir bawahnya agar dia membalas ciumanku. Tapi nihil, dia hanya diam dengan mata yang melotot. Ku lepaskan ciumanku ini dan menatapnya dengan tersenyum. Dia mengusap bibirnya kasar sambil menetaskan air mata.
" Kenapa kau tidak membalasku " ucapku dingin. Dia tidak menjawabku tapi malah dia menangis sejadi jadinya.
" Hiks... hiks... kau adalah kakakku, Kau juga yang telah mengambil first kissku ini kemarin. Aku masih menganggapmu adalah kakakku, tapi sejak kau mengambil first kiss ku, kau bukanlah kakakku lagi, tapi kau adalah seorang iblis yang kejam " Ucapnya yang seperti gunung berapi yang sedang meletus.
Aku tersenyum hambar, memang benar yang di katakan alexa. Aku tidak ingin menganggapnya adalah adikku, tapi aku menganggapnya adalah musuhku, itu dulu. Sekarang aku ingin menjadikannya adalah kekasihku, aku tidak tau sejak kapan aku mulai terikat dengan hatinya itu meskipun aku tidak mau mengakuinya karena aku adalah seorang psychopat dan tidak mungkin seorang psychopat akan jatuh cinta kepada seorang detektif. Detektif itu adalah musuh bagiku, karena mereka adalah penghalang jalanku untuk bisa bersenang senang. Ku tatap wajahnya yang masih menangis, entah kenapa dadaku terasa sakit melihatnya menangis.
__ADS_1
" Ada apa denganku...??? tidak aku tidak boleh jatuh cinta kepadanya. Aku bisa gila karena dia " Batinku..
Aku pergi dengan mengacak rambutku frustasi dan menutup pintu dengan keras. Segera aku menelfon seorang untuk datang kesini.
" Halo, cepat kau kesini...!!! aku ingin kau memeriksaku dan alexa sekarang juga. Aku tunggu 5 minutes!!! " ucapku sambil mematikan sambungan telfonku.
Aku telah sampai dikamarku dengan wajah frustasi sambil menuangkan wine ke dalam gelas. Bayangan alexa di pikiranku masih saja ada. Aku benar benar gila karenanya... aku sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya dan aku tidak mampu untuk tidak mengakuinya.
Bagaimana ceritanya bagus apa enggak, kalau enggak mohon maaf, kalau suka baca sampai ending nya ya.
__ADS_1