
Alexa POV
Di tengah jalan raya kota yang sedang ramai dengan kendaraan yang melintas dengan cepat, aku duduk diam tanpa membuka suara sambil terus mengedarkan pandanganku ke depan. Ku lirik sebelah kananku... Xavi sedang fokus mengendarai mobilnya tanpa membuka suara nya. Aku bosan dengan keadaan yang seperti ini. Ku ambil headset ku dari dalam tas, lalu aku pasangkan pada headphone ku sambil mencari sebuah video favoritku yaitu lagu dari " BTS " yang berjudul " " Boy With Luv ". ( Author nya Army.. jadi harap dimaklumi ya )
Ku terus mendengarkan lagu BTS sambil melihat videonya. Karena keasyikan streaming videonya BTS, aku jadi lupa kalau ada Xavi di samping ku. Sesuatu yang keras sedang menghantam kepalaku sehingga dahi ku memerah dan aku hanya bisa meringis kesakitan sambil mengusap dahi ku yang memar karena benturan tersebut. Ku lihat Xavi sedang menatapku dingin dan tajam.
' Oh tuhan apa lagi ini ' Batinku.
" Kamu bisa nyetir nggak sih ??? " Ucapku sambil terus mengusap dahi ku.
" Handphone mu !!! " Ucapnya dingin.
" Buat apa ??? " Ucapku cuek.
" Lixi.... " Ucapnya sambil menatapku dingin.
Ku berikan handphone ku kepadanya tanpa ada curiga sedikitpun. Ku lihat Xavi sedang membuka kaca jendela mobil terus membuang handphone ku di jalanan yang ramai itu sehingga handphone ku pecah tanpa tersisa. Aku kaget karena handphone itu kini sudah tidak berbentuk. Aku hanya menepuk dahi ku sambil menggelengkan kepalaku tanda aku sedang frustasi. Ku tatap Xavi dengan tatapan yang mematikan, tapi dia membuang mukanya sambil melajukan mobilnya. Banyak pertanyaan sedang menumpuk di dalam pikiran ku. Seperti gunung berapi yang akan meletus mengeluarkan lava nya.
" Kenapa kamu membuang handphone ku hah " Ucapku menahan amarah yang kapan saja bisa meledak begitu saja.
__ADS_1
" Nanti aku akan membelikan mu handphone yang lebih bagus dari itu " Ucap Xavi cuek.
" Aku tidak butuh handphone... aku hanya ingin jawabanmu " Ucapku berapi-api karena aku sudah tidak bisa menahan amarah ku lagi.
Kini Xavi menge-rem mendadak lagi sehingga membuat dahiku kembali terasa sakit. Aku hanya bisa mengaduh kesakitan sambil mengusap dahiku lagi. Aku mencoba untuk protes kepada nya, tetapi dia langsung melumat bibirku dengan lembut. Aku hanya diam tidak membalas ciuman nya dengan membelalakkan mataku karena kaget. Xavi menggigit bibir bawahku sehingga aku membuka mulutku dan membiarkan salivaku dan salivanya saling bertukar. Aku sadar atas apa yang sedang terjadi, ku dorong tubuhnya agar menjauh dariku. Ku usap dengan cepat bibirku yang kini telah bewarna merah muda itu. Ku lihat Xavi hanya tersenyum kepadaku sambil mengusap bibirnya lembut.
" Manis " Ucapnya sambil melirikku.
" Kamu itu apa-apaan sih " Ucapku cemberut sambil membuang mukaku ke samping jendela mobil.
" Itu hukuman buat kamu Lixi " Ucapnya sambil tersenyum. Aku yang mendengarnya hanya heran karena aku tidak punya salah apapun kenapa harus di hukum.
" Kamu pengen tau ??? " Ucapnya sambil menatap ku, dan aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.
" Aku marah sama kamu, kamu udah duain aku sama BTS itu. Aku manggil-manggil kamu tapi sama kamu aku nggak di dengerin sambil terus senyum-senyum sendiri. Kamu nggak pernah mikirin aku sampai kayak gitu. Padahal aku juga nggak kalah ganteng sama mereka. "
" Hhhhhhh...." Aku tertawa terbahak- bahak karena Xavi cemburu sama BTS.
" Ya ampun... kamu itu cemburu sama BTS hah. Hhhhhhh .... "
__ADS_1
" Hei dengerin aku !!! " Ucapku sambil menatap matanya.
" BTS itu adalah idol favoritku. Sedangkan kamu adalah Kekasih idamanku. Jadi kamu jangan cemburu kalau aku melihat mereka seperti itu, kamu itu kayak yang baru kenal aku aja " Ucapku sambil mencubit pipinya gemes.
Author POV
Xavier memberhentikan mobilnya di depan gedung perkantoran yang begitu luas dan megah bertuliskan Gerarldi Entertainment yang terkenal itu. Xavier kini turun dari mobil mewahnya sambil membuka pintu mobilnya. Alexa turun dari mobil dan menatap sekelilingnya dengan wajah yang heran.
" Ini kan kantormu... kita ngapain kesini??? katanya mau jalan-jalan. " Ucapnya sambil menatap sekelilingnya.
Xavier tidak membalas pertanyaan Alexa, dia hanya menggandeng tangannya masuk ke dalam kantor. Banyak para karyawan dan wartawan yang bekerja disana sambil tersenyum melihat tuannya bersama nona Alexa kini tidak seperti dulu yang selalu berdebat tidak jelas. Alexa tersenyum ke arah mereka sampai ada suara yang membuatnya kesal.
" Jangan tersenyum manis seperti itu kepada mereka. Senyuman mu itu hanya untukku saja, bukan untuk yang lain. Atau kau ingin mereka semua aku pecat sekarang juga " Ucap Xavier berbisik di telinga Alexa yang hanya di balas cemberut saja oleh Alexa.
Mereka berdua sampai di lantai 11 di depan sebuah pintu bewarna emas besar, dimana itu adalah ruangan Xavier.
" Lixi... kamu disini dulu ya!!! aku masih ada meeting sama client. Kamu bisa ngapain aja di ruanganku, ini handphoneku aku tinggal disini kalau kamu nanti bosan. Ini dompet aku tak taruh disini. Kamu juga bisa mainin Laptop aku kalau kamu mau ya. Kamu nggak sendirian kok disini ada Fanni sekretaris aku yang akan nemenin kamu. Bye Lixi " Ucap Xavier sambil mencium puncak kepalanya Alexa lalu pergi hilang di balik pintu emas itu.
Ok.... sampai disini dulu ya ceritanya Alexa sama Xavier. Seperti biasa kalau suka di Like kalau nggak suka No Problem . Maaf kalau ada typo ya. See you para Readers semoga suka 😉☺️
__ADS_1