
Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sudah sepi. Di tangan kananku aku sudah membawakannya bunga mawar merah kesukaannya. Hatiku sekarang telah menjadi campur aduk, takut Alexa marah kepadaku dan mulai membenciku. Tapi apapun yang akan terjadi padaku akan aku terima dengan hati yang tulus, karena aku berani berbuat maka aku juga harus berani bertanggung jawab ( bijak dikit nggak apa-apa lah )😁.
Tak terasa aku sudah sampai di depan kamar inap Alexa. Entah kenapa tanganku tiba-tiba terasa kelu ketika ingin membuka gagang pintu putih itu. Ku tarik nafas ku, lalu ku hembuskan agar keraguan ku menghilang sementara. Ku buka knop pintu, mataku tertuju kepada semua orang yang berada di dalam sana. Ada Bryan ( males banget sebenarnya ketemu sama dia ), trus ada Chesy yang tersenyum ke arahku dan disampingnya ada Alexa yang sedang menatapku.
Ku lihat Bryan mengepalkan tangannya ke arahku, tetapi di tahan oleh Chesy.
" Bryan... aku lapar nih, kita makan yuk. Aku yang traktir...ayo " Ucap Chesy sambil menarik tangan Bryan dan menatap ke arahku yang mengandung beberapa pesan untukku.
__ADS_1
Kini tinggallah aku dan Alexa saja di ruangan ini. Sepi... aku gugup mau bilang apa kepada Alexa. Aku duduk di kursi samping tempat tidurnya dan menggenggam erat tangannya. Dengan berani aku mulai memecah kesunyian diantara kami berdua.
" Maafkan aku Alexa maafkan aku... aku menyesal atas apa yang telah aku lakukan kepadamu, aku mohon maafkan aku " Ucapku sambil menangis di hadapan nya. Baru pertama kali ini aku menangis di depan seorang wanita yang sangat aku sayangi.
Aku tertunduk menatap ke bawah karena tidak berani menatap mata Alexa. Samar - samar aku melihat tangan Alexa bergerak ke arah wajahku, mungkin dia akan menamparku. Aku tutup mataku agar tidak bisa melihat api kemarahannya ketika ingin menamparku. Ternyata aku salah... dia mengusap air mataku lembut. Aku kaget dan langsung melihat ke arahnya , dia tersenyum ke arahku. Betapa senangnya hatiku ketika melihat nya tersenyum, sebuah senyuman yang aku rindukan. Dia tertawa melihat diriku yang menjadi seorang yang cengeng. Aku tambah heran kepada nya .
" Sudahlah jangan menangis lagi... aku sudah memaafkanmu sebelum kau meminta nya kepadaku "
__ADS_1
Sebuah keajaiban Tuhan kepada. Syukurlah bahwa semua doaku telah terkabul, terima kasih Ya Allah.
" Tapi kenapa kau malah memaafkanku ??? sedangkan aku sering melukai mu " Ucapku heran yang hanya di balas senyuman olehnya.
" Hmm... kakak... aku itu memaafkanmu karena aku ingin membuka lembaran baru di dalam kehidupanku. Untuk apa aku harus menyimpan semua kenangan yang menyakitkan... lebih baik aku buang dan di ganti yang baru. Lupakan yang lama dan mulailah dengan yang baru " ( bener juga sih Alexa. Pintar banget sih Alexa Author salut dah sama kamu ).
Sampai disini dulu ya. Tunggu dulu ya kelanjutannya bye...
__ADS_1