My Step Brother is A psychopat

My Step Brother is A psychopat
Episode 19


__ADS_3

Aku mondar mandir dikamarku memikirkan caranya agar aku bisa kabur dari tempat ini. Di luar penjagaannya benar benar ketat. Beberapa orang berbaju hitam dengan tatapan yang mengerikan sambil memegang sebuah pistol di tangannya membuatku ngeri.


Tapi aku harus bisa pergi dari neraka ini, jika tidak ingin nyawaku melayang begitu saja. Aku mengacak rambutku frustasi, seperti ada lampu hijau yang menyala di otakku. Segera ku raih handpone ku di atas nakas itu dan menelfon orang yang aku butuhkan.


" Halo... " ucapku.


" Aku ingin kau menjemputku di belakang mansion milik xavier, sekarang juga aku tunggu kau disana sambil menungguku datang kesitu " kataku dengan antusias.


Ku liat jam masih pukul 12.00 siang, aku tersenyum sambil menghitung mundur. 3...2...1... Langsung saja pintu kamarku terbuka dan seorang pelayan datang dengan nampan berisi nasi.


" Nona, ini makan siang anda " ucapnya sambil menaruhnya di atas nakas.

__ADS_1


" Baiklah... taruh saja disitu " ucapku langsung memukul leher pelayan itu sampai pingsan.


" Maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini padamu, sekali lagi maaf " ucapku dengan nada yang sedih.


Dengan segera aku langsung membawa pelayan ini ke walk in closet agar aku bisa memakai bajunya. Setelah selesai aku berganti baju, aku langsung membawa pelayan ini ke ranjang dan menutupinya dengan selimut agar ketika xavier datang dia tidak curiga. Sebelum pergi aku menatap diriku di cermin agar mereka tidak curiga. Dengan penampilan yang bukan gayaku, pasti orang tidak akan mengira bahwa aku ini adalah tawanan mereka. Rambutku ku ikat dua, sebuah kacamata menempel di mataku agar terlihat seperti pelayan ini. Ku langkahkan kakiku keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan gerak gerik seorang pelayan. Aku memang pintar bila di suruh menyamar karena aku selalu menyamar ketika aku memecahkan masalah. Langkahku aman saja, tidak ada yang curiga padaku. Ku lihat para penjaga itu tidak akan membiarkan seseorang keluar dengan izin yang pasti. Aku harus mencari ide agar aku bisa bebas dari sini. Aku tersenyum ketika plastik sampah itu masih belum terbuang, segera ku ambil plastik sampah itu dan langsung pergi menuju gerbang. Ketika aku ingin keluar, salah satu dari mereka menghadangku. Ku telan saliva ku susah. Aku berdoa semoga tuhan mempermudahkan jalanku.


" Kau ingin pergi kemana " ucapnya tegas.


" E..e..anu... aku ingin membuang sampah ini di tempat sampah depan sana " kataku sambil menunjuk ke arah depan.


" Untuk apa kau melarang seorang pelayan yang ingin membuang sampah, tugas kita adalah menjaga nona Alexa agar tidak kabur dari sini. Cepat bukakan pintu gerbang nya untuknya " kata pimpinan dari mereka.

__ADS_1


Benar saja pintu gerbang nya terbuka dan langsung saja aku pergi dari sana sambil menghela nafas lega dan senyuman yang lebar. Aku berlari dan menemukan mobil putih mewah terparkir di belakang mansion milik xavier. Seorang gadis cantik melambaikan tangannya ke arahku sambil tersenyum. Gadis itu bernama lisa, adik Bryan yang juga adalah seorang detektif yang sama denganku. Segera aku membuka pintu mobilnya dan duduk di jok belakang.


" Akhirnya... " ucapku lega.


"Bagaimana bisa kau harus kabur dari mansion milik kakakmu sendiri dengan cara diam diam, benar benar aneh. " Ucapnya masih terfokus ke jalanan.


" Ceritanya panjang, apa kau ingin mendengar nya " ucapku sambil mengganti baju ini dengan baju yang di sediakan oleh Lisa.


" Hmm " Katanya sambil mengangguk. Langsung saja aku menceritakannya secara rinci. Dia hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.


" Brensek sekali dia " ucapnya sambil memukul setir mobilnya.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kau tinggal bersamaku di rumah ku " katanya memberi saran dan langsung saja aku setuju.


Maaf kalau kurang bagus ya


__ADS_2