My Step Brother is A psychopat

My Step Brother is A psychopat
Episode 18


__ADS_3

* Alexa Pov *


Byur.....


Suara siraman air mengangetkanku dari tidur ku. Lantas saja aku kaget dan langsung terbangun dari tidurku dengan pakaian yang basah kuyup. Aku melihat ke arah orang itu dengan tatapan yang sengit yang juga di balas dengan tatapan yang sama.


Plok...Plok... Plok..., suara tepukan tangannya memenuhi kamarku. Dia menarik rambutku dengan keras.


" Selamat pagi detektif alexa yang hebat " ucapnya sambil tertawa.

__ADS_1


" Hhhh... ternyata aku salah, kau itu adalah seorang detektif yang lemah, detektif yang benar benar bodoh... bukankah seperti itu. Kau itu tidak pantas untuk di sebut seorang detektif... kau lebih pantas di sebut seorang pelacur " Kata kata xavier benar benar melukai hatiku yang paling dalam, benar benar sakit.


Dia lalu melepaskan tarikannya pada rambutku sehingga aku jatuh ke lantai dengan keras sambil meringis kesakitan dan meneteskan air mataku. Dan kemudian dia mencengkram tanganku dengan keras sambil memegang pisau buah di tangannya dan kemudian dia melukai tanganku dengan pisaunya itu sehingga darahku menetes begitu banyak. Aku menangis sambil menahan rasa sakitku yang tidak sebanding rasa sakit hatiku ini. Xavier menghentikan aktivitasnya itu dengan wajah yang tersenyum senang


.


" Hhh kau senang melihat karya yang kuciptakan di tanganmu itu hah " Ucap nya dengan tertawa.


" Hhh... aku tau aku ini jahat, apa kau tau bahwa aku telah membunuh pelayanmu itu siapa namanya... ya nisa " Xavier dengan tersenyum berkata. Bagaikan petir menyambar hatiku ketika aku tau bahwa nisa telah tiada. Aku tidak menyangka akan seperti ini.

__ADS_1


" Ke...kenapa kau membunuhnya " Kataku sambil menangis sejadi jadinya.


" Hmm... karena wanita itu telah menggangguku dan melanggar etika pelayan maka dari itu seorang yang telah melakukan kesalahan harus di beri hukuman, bukankah seperti itu " Dia berkata dengan santainya tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.


" Kau benar benar berengsek xavier " ucapku dengan nada yang marah.


" Berengsek itu adalah sifatku... membunuh orang itu adalah jiwaku " ucapnya sambil mendekat ke arah sehingga wajah kami hanya berjarak 5 centimeter saja sampai aku bisa merasakan hembusan nafasnya dan bau tubuhnya yang wangi. Aku benar benar kaget ketika bibirnya menempel dengan bibirku. Dia dengan kasar melumat bibirku sampai ujung bibirku berdarah, aku hanya bisa diam saja dan jantung yang berdebar debar sampai aku kehabisan nafas. Aku merasa lega ketika dia melepaskan ciumannya kepadaku, dengan segera aku mengambil nafas sebanyak mungkin sambil terduduk frustasi dengan air mata yang tanpa izin kepadaku. Xavier dia tersenyum sambil mengusap bibirnya lembut dengan senyuman di wajahnya.


" Manis " Ucapnya.

__ADS_1


" Aku tau itu adalah first kiss mu kan, jadi aku yang mendapatkannya sebelum orang lain " ucapnya sambil tersenyum bahagia.


" Aku akan segera mengobati lukamu itu, jangan khawatir " xavier dengan pergi lalu menutup pintu kamarku. Aku hanya bisa menangis atas apa yang dia lakukan kepadaku. Bagaimana mungkin seorang kakak melakukan hal itu kepadaku. Seharusnya aku tau dari dulu bahwa dia adalah seorang iblis yang kejam yang siap menerkamku. Aku tidak tau sampai kapan aku akan seperti ini, aku harus bisa kabur dari tempat ini. Ku hapus air mata ini, aku harus pergi dari neraka ini bagaimana pun caranya.


__ADS_2