My Step Brother is A psychopat

My Step Brother is A psychopat
Episode 17


__ADS_3

* Xavier Pov *


 


Malam ini aku benar benar bahagia, karena hari yang aku tunggu tunggu telah tiba. Dimana aku menunggu waktu ini selama beberapa tahun lamanya. Aku sangat senang melihat nya menderita seperti itu... benar benar menyenangkan ketika air mata nya mengalir deras dengan tubuh yang lemah itu.


 


Aku masih belum puas dengan permainan ini... sungguh benar benar sangat menyenangkan. Aku tidak ingin wanita itu mati dengan secepatnya, karena aku ingin bermain main dengannya sampai dia benar benar hancur. Pintu kamarku terketuk dari luar sehingga khayalan ku itu buyar dengan kesal aku melemparkan botol wine ku ke arah pintu yang masih tertutup itu. Kemudian pintu ku terbuka dan memperlihatkan seseorang pelayan yang tadi ku suruh untuk mengantarkan obat dan air itu untuk alexa. Dengan takut takut dia masuk sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


" Apakah di lantai itu ada uang jatuh, cepat katakan apa yang ingin kau ucapkan padaku " Ucapku sambil menyerigai licik.


" Maaf tuan, saya telah mengganggu anda tuan... Nona alexa telah saya beri obat dan dia sedang tidur di kamarnya " nisa dengan takut takut berkata sambil bergetar.


" Baguslah... " ucapku.


" Tu..tuan... tolong lepaskan saya tuan... " dengan air mata nya yang mengalir di pipi nya itu membuat mata ku seperti melihat pemandangan surga.


" Hhh... Melepaskanmu, apa kepala pelayan tidak memberitahumu bahwa aku tidak suka bila ada orang yang mengganggu ku hah. Kau jangan khawatir aku akan membuat dirimu pergi ke surga dengan cepat ya " Kataku sambil tersenyum licik.

__ADS_1


" Tuan saya mohon maafkan saya tuan... saya berjanji akan melakukan apapun yang tuan minta " Gadis itu menangis dengan terisak isak sambil mencoba melepaskan tali yang ku ikat itu.


" Benarkah kau mau menuruti semua kemauanku " ucapku sambil mengelus wajah polos nya itu.


" I..iya tuan " gadis itu berkata sambil menelan saliva nya susah.


" Kalau begitu, aku ingin kau mati " ucapku dengan menekan kata mati aku sambil mengeluarkan belati dari saku celanaku dengan tersenyum sinis aku menatap wanita di depanku ini tatapan yang mengerikan dan langsung saja wanita itu menangis sejadi jadi nya dan berteriak, untung saja kamarku kedap suara jadi teriakan wanita ini tidak kedengeran. Aku mulai bereaksi menyayat kulit wanita ini yang hanya di balas teriakan nya saja. aku mulai men stang kuku kuku tangan nya itu. Aku mulai bereaksi dengan menusuk paha wanita ini dengan perlahan lahan dan mulai menggoreskan ujung belatiku ke arah lehernya yang jenjang dengan gerakan yang lambat. Teriakannya seperti sebuah lagu indah di telingaku, bau anyir darah tercium oleh indra penciumanku, bajuku dan tubuhku mulai berlumuran darah. Ku tatap wanita di depanku ini dengan tatapan yang puas karena wanita ini sudah tidak bernyawa lagi. Sudah lama aku tidak membunuh orang lagi dan hari ini adalah hari yang benar benar sempurna bagiku. Aku benar benar berharap akan ada waktu yang seperti ini setiap harinya dan aku telah bersumpah akan membuat wanita itu akan menderita lebih dari ini.


Maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan untuk kalian. Mohon bijak dalam membaca ya, ini hanya fiktif belaka bukan nyata. Sampai jumpa lagi

__ADS_1


__ADS_2