My Step Brother is A psychopat

My Step Brother is A psychopat
Episode 33


__ADS_3

Author POV


Gemerlap cahaya lampu warna warni yang bersinar terang di setiap sudut ruangan. Hiasan ucapan selamat ulang tahun terpajang di setiap ruangan yang indah berhiaskan bunga-bunga segar yang wangi dan balon berbagai macam jenis yang menjadi pelengkap nya. Suara hentakan kaki yang terdengar membuat semua orang menjadi diam membisu. Seorang gadis cantik yang memakai dress selutut berwarna putih dan rambutnya yang diurai dengan sedikit aksesoris membuat gadis itu tambah luar biasa. Dia berjalan sambil dituntun oleh seorang pria berjas senada bewarna putih untuk menentukan arah gadis itu. Mata gadis itu kini ditutupi oleh kain bewarna hitam sehingga membuat dia tidak bisa melihat apapun.


" Xavi... kita mau kemana sih?? " Ucap sang gadis sambil berjalan dengan pelan agar tidak tersandung apapun.


" Sssttt... jangan banyak omong Lixi !!!" Ucap sang pria sambil terus menuntun sang gadis masuk ke dalam ruangan. Sang gadis kini merasa heran karena tangan yang menuntunnya dari tadi sudah tidak dirasakannya lagi.


" Xavi... kamu masih ada disini kan ??? " Ucap sang gadis sambil terus meraba-raba. Karena tidak ada respon dari orang yang dia panggil, kemudian dia membuka penutup matanya dan mengerjakannya berkali kali karena matanya terasa sedikit buram.


Kegelapan yang dia rasakan di sekelilingnya membuat dia merasa kebingungan sekaligus ketakutan yang bercampur menjadi satu.


" Xavi... kamu dimana?? aku takut " Ucapnya dengan suara yang bergetar.


Tak lama kemudian... lampu langsung menyala dan...


" Surprise...."


" Happy birthday to you...."


Lagu ucapan selamat ulang tahun terdengar dimana-mana membuat sang gadis merasa terharu. Dia melihat ke sekeliling dia... disana ada Bryan... Chesy... Lisa... dan orang yang dia cari yaitu Xavier sedang tersenyum sambil memegang sebuah kue ulang tahun yang besar.


" Happy birthday Lixi ku . I hope you be succesfull every time and always be my sweet little girl."


" Amiin... terima kasih " Ucapnya sambil tersenyum dan menangis haru.


" Tiup lilinnya.... tiup lilinnya... tiup lilinnya sekarang juga... sekarang juga "


Alexa meniup lilinnya membuat apinya padam, suara tepuk tangan menggema di seluruh ruangan. Dengan air mata yang terus mengalir di pipinya yang putih, dia teringat akan mamanya yang telah tiada. Andaikan saja mama dan papanya ada disini... mungkin dia akan merasa sangat bahagia atas kehadiran mereka berdua. Sekelebat bayangan membuat dia merasa heran dan mengikuti bayangan tersebut yang semakin jelas terlihat. Dia berlari menerobos kerumunan orang-orang yang berlalu lalang kesana-kemari. Entah kenapa bayangan tersebut seperti wajah mamanya... apakah ini hanyalah rekspektasi semata... atau ini adalah sebuah realita.

__ADS_1


" Mama...." Ucap Alexa keras. Bayangan itu berhenti dan menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Air mata Alexa mengalir deras, betapa,rindunya dia kepada mama kesayangannya. Alexa berlari dan langsung memeluk mamanya.


" Mama... Alexa rindu mama... hiks...hiks... " Ucap Alexa.


" Mama juga sayang Alexa..."


" Mama... janji ya sama Alexa kalau mama nggak boleh ninggalin Alexa lagi 😭 "


" Sayang... kamu sayang kan sama mama ???"


" Iya ..."


" Kalau kamu sayang sama mama... kamu harus relain mama buat pergi dari sini... mama itu akan selalu ada di hatimu.... sekarang kamu sudah memiliki seorang pria yang tulus mencintaimu. Perjuangkan cintamu meskipun badai menghadang sekaligus, mama akan selalu mendukung mu nak. Maafkan mama bila mama tidak bisa tinggal bersamamu lagi nak " Tiba- tiba bayangan itu menghilang dari pandangan Alexa. Alexa menghapus air matanya sambil berdoa.


Sebuah tepukan di pundaknya membuat dia kaget dan langsung menoleh.


" Bryan.."


" Ini kadomu... mudah mudahan kamu suka "


" Terima kasih... seharusnya kamu tidak memberikan aku kado, karena aku senang kalau kamu ada disini "


" Hmm... aku juga... jagalah dirimu " Ucap Bryan sambil pergi.


Alexa hanya melihat Bryan nanar, karena dia merasa kalau Bryan tidak seperti orang yang dia kenal. Banyak tanda tanya di pikiran nya yang ingin sekali dia tanyakan kepada Bryan.


" Alexa..."


Sebuah suara mengagetkan Alexa yang terus melamun memikirkan Bryan. Seorang wanita Eropa sedang tersenyum ke arahnya sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Happy birthday ya " Ucapnya sambil memberikan Alexa sebuah kado yang cukup besar.


" Ya ampun Chesy... seharusnya kau tidak usah memberikan aku sebuah kado"


" Tidak apa-apa Lexa... aku senang kalau kamu senang "


" Tapi kan..."


" Sssttt... tidak ada tapi-tapian "


" Iya... terima kasih ya "


" Sama-sama"


" Lixi... kamu disini ternyata " Suara Xavier membuat Alexa dan Chesy menoleh secara bersamaan. Xavier menghampiri Alexa dan langsung memeluk tubuhnya erat. Chesy yang melihat hal itu merasa sedikit sakit hati. Dia mencoba mengubur perasaan itu dalam-dalam. Ketika kakinya ingin melangkah pergi... Alexa memegang tangan Chesy sambil melepaskan pelukan Xavier.


" Lixi... kamu itu buat aku takut aja sih..." Ucap Xavier sambil memutar tubuhku takut terjadi sesuatu kepadanya.


" Sudahlah aku tidak apa-apa " Ucap Alexa meyakinkan Xavier.


Chesy hanya bisa tersenyum menahan rasa sakit di hatinya yang kini semakin membekas. Entah kenapa firasat Chesy merasa tidak enak. Dia melihat di ujung koridor... seorang pria bermasker hitam dengan sebuah pistol yang tertuju ke arah Alexa. Dengan satu tarikan pelatuk pistol... peluru panas itu akan mengenai Alexa. Dengan sigap Chesy mendorong tubuh Alexa membuat mereka berdua jatuh ke lantai dan peluru panas itu mengenai dinding.


Door...


Xavier yang kaget akan hal itu langsung menoleh ke asal tembakan,dan seorang pria sedang berlari pergi. Dia langsung membangunkan Chesy dan Alexa yang jatuh ke lantai.


" Kalian tidak apa-apa kan " Ucap Xavier khawatir. Chesy dan Alexa langsung menggelengkan kepalanya secara bersamaan.


" Syukurlah... kalau begitu. Kalian langsung masuk ke dalam ruangan ya....aku sedang ada urusan " Ucap Xavier sambil berlari dengan rahang yang mengeras karena hampir saja orang itu melukai Alexa nya. Dia memencet nomor telepon di handphone nya.

__ADS_1


" Halo... cepat kalian cari orang yang ingin melukai Lixi ku dengan segera. "


Hai para Readers... Author Up lagi ya... special untuk kalian semua. Terima kasih yang udah setia baca novel ku ya. Jangan lupa buat di like dan di coment ya. Yang lagi sedang menantikan Xavier buat jadi seorang psychopat lagi baca episode selanjutnya ya bye...😙😘


__ADS_2