
Cahaya gemerlap rembulan yang menyinari malam begitu indah ketika angin malam datang menyapa. Seorang gadis sedang merenung lewat kaca jendela kamarnya sambil menatap rembulan yang begitu indah dia atas langit gelap yang bertabur bintang yang bagaikan sebuah gliter.
Prank....
Suara pecahan kaca mengangetkan gadis itu sehingga dia terlonjak kaget sambil memundurkan langkah nya karena kaca jendela kamarnya kini hancur berkeping keping. Dengan tubuh yang gemetar, dia melihat ke semua sudut ruangan kamarnya dan ke luar arah jendela. Seorang pria ber jas hitam sedang berdiri di depan mansionnya sambil memegang pistol ke arahnya. Betapa kaget nya Alexa ketika dia melihat sebuah jam tangan silver mewah di pergelangan tangan pria itu membuat dada Alexa terasa sakit. Dia teringat akan seseorang, jam tangan itu mirip sekali dengan jam tangan milik Xavier. Sebuah jam tangan kesayangan Xavier karena jam tangan itu pemberian dari ibu kandungnya sebelum dia meninggal dunia. Air mata Alexa jatuh membasahi pipi nya, tangannya menggenggam erat jendela yang pecah itu sehingga darah segar mengalir dari telapak tangannya.
Pria itu masih terus menodongkan pistol nya ke arah Alexa. Dia menarik pelatuk pistol itu dan Door!!!. Kali ini sasarannya meleset ketika peluru panas itu mengenai dinding kamar Alexa. Ya Alexa selamat ketika seekor kucing peliharaannya mengeong kelaparan. Pria itu kesal sekaligus pergi dari tempat itu. Alexa yang sedang menggendong Katy ( nama kucingnya ) langsung menoleh ke belakang ketika sebuah peluru sedang menancap di dinding kamarnya itu membuat Alexa merinding. Coba saja tadi kalau tidak ada Katy yang ingin makan, mungkin kini dia akan tiada. Dia memeluk Katy dengan erat sambil menangis sesenggukan. Dia takut...bila hal seperti itu akan terulang lagi, dia tidak menyangka bahwa Xavier akan tega melakukan hal itu kepadanya. Bukankah dia telah mengatakan cintanya kepada Alexa, tapi kenapa dia malah ingin membunuh Alexa kembali. Dadanya terasa sangat perih, sebuah memori masa lalu kini terputar bagaikan sebuah film di dalam fikiran Alexa. Dia tidak menghiraukan darah yang dari tadi masih mengalir dari telapak tangannya itu. Dia bagaikan tertimpa beban ber ton-ton yang tidak sanggup dia pikul sendiri. Tubuhnya bergetar hebat dan keringat dingin mulai bercucuran di seluruh tubuh Alexa. Dia hanya mampu menangis tanpa melakukan apapun lagi.
** Xavier Pov **
Sebuah mobil mercedes benz hitam nan elegan itu sedang melenggang di jalanan kota jakarta yang tidak terlalu ramai. Xavier masih sedang mencerna setiap kejadian yang sedang terjadi tadi. Entah kenapa ada seseorang yang sedang bermain-main dengannya rupanya.
" Leo... cepat kamu cari tau tentang semua identitas pria tadi itu. Dan jangan lupa cari pelaku penembakan yang sedang bermain main denganku " Ucap Xavier dingin.
" Segera terlaksanakan " Ucap Leo dengan sigap.
Sebuah telefon Xavier sedang berdering memunculkan sebuah nomer tidak dikenal. Xavier mematikan sambungan sepihak, tapi karena ada sebuah pesan di handphone nya itu.
SMS
No caller id:
__ADS_1
Kalau kamu Alexa mu masih hidup, jangan campuri urusanku lagi. Kau Mengerti Psycopat Sialan.
Xavier:
Siapa kau dan apa mau mu!!! jangan berani berani nya kau menyentuh Alexa ku, maka kau akan tau akibatnya😡
No caller id :
Apakah itu adalah sebuah ancaman bagiku?? aku tidak takut dengan ancaman murahan seperti itu, sialan.
Xavier :
Sialan kau 😡. Kau masih belum tau kau berurusan dengan siapa!!!
No caller id :
Xavier :
Apa yang kau lakukan hah!!!😡
No caller id :
__ADS_1
Tidak ada, aku hanya sedikit melukai gadis mu itu, aku yakin dia pasti sedang ketakutan sekarang juga. Hahaha
Xavier :
Dasar berengs*ek sialan. Kalau terjadi sesuatu kepada Alexa ku kau liat saja nanti.
No caller id:
Jangan khawatir...aku hanya melukainya sedikit, jadi kau tidak usah khawatir ya.
Xavier yang merasa kesal telah dipermainkan oleh pria itu langsung menelefonnya. Betapa marahnya dia ketika operator yang menjawab telefonnya itu bahwa nomer ini sedang tidak aktif.
" Leo... cepat kau lajukan mobilnya ke mansion " Ucap Xavier marah.
" Tapi kita sedang ada rapat dengan tuan Ling Xuang Mey dari China "
" Batalkan saja..."
" Tapi..."
" Aku tidak suka bila aku harus mengulang perkataanku lagi " Ucap Xavier dingin penuh penekanan.
__ADS_1
" Baiklah..."
Hay...apa kabar semua, maafin Author ya baru bisa up soalnya Author lagi ujian akhir semester. Siapa nih yang lagi Ujian... yang sabar ya. Wah maaf ya kalau Author udah bikin kalian nunggu kelamaan bye...bye... all😚😘