
* Xavier Pov *
Dengan mengemudikan mobilku dengan kecepatan yang tinggi aku menembus jalanan kota JAKARTA ini aku tidak menghiraukan omelan orang orang yang marah kepada ku karena aku mengemudikan mobil dengan sangat cepat, sialnya jalanan yang aku lewati sedang macet dengan memukul setir mobilku dengan kencang dengan cepat aku membuka pintu mobilku dan segera berlari dengan cepat menyelusuri jalanan itu, dengan keringat yang bercucuran aku terus berlari, aku masuk ke dalam tempat yang aku tuju ya sebuah gedung tua itu aku mulai naik ke atas tangga menuju rooftop, dengan nafas yang tersenggal senggal aku melihat ke arah rooftop dan mataku menatap seorang wanita yang banyak berlumuran darah yang sedang
menutup matanya tak lama kemudian Boom!!! suara ledakan dari bom itu mulai menghancurkan gedung tua itu untung nya aku segera melompat dari rooftop sambil menggendong wanita itu yang tidak sadarkan diri yang di bawah nya ada matras yang menjadi penyangga agar tubuh ku dan tubuh wanita itu tidak terbentur ke arah lantai kuno itu
" Cepat bawa wanita ini ke rumah sakit!!! " perintahku.
" Baik Tuan " kata bryan sambil membawa mobilku yang sempat aku tinggal di pinggir jalanan.
" Alexa kamu nggak boleh mati alexa... aku masih belum membalaskan dendamku kepada mu kamu harus hidup agar aku bisa menepati janji ku kepada ibuku ALEXA BANGUN ALEXA!!! " kata ku sambil memukul pipinya agar dia sadar tapi nihil dia tidak membuka matanya dia masih tetap menutup matanya.
__ADS_1
" Bryan lebih cepat!!! " Kataku marah.
Bryan mempercepat lajuan mobil yang aku tumpangi dia tidak berhentinya menglakson kendaraan di depan nya dan akhirnya aku telah sampai di rumah sakit .
" Ada apa tuan xavier... kenapa nona alexa... " Kata dokter berbasa basi.
" Cepat tangani dia!!! aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu " kata xavier dingin dan langsung saja dokter itu. Membawa alexa ke ruangan operasi karena tubuh nya sedang tertembak yang harus mengeluarkan pelurunya.
__ADS_1
Sudah 1 jam aku menunggu operasi nya selesai, aku mondar mandir di depan ruangan itu, aku masih melihat lampu ruangan operasi masih menyala 5 menit kemudian lampu ruangan operasi mati dan seorang ber pakaian hijau itu dengan masker di wajahnya yang tampan yang masih berusia 25 tahunan itu dan berkata
" Tuan xavier... maafkan saya... "
Bugh!!! satu pukulan mendarat di wajah tampan dokter itu hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah dan dia mengelap darah itu dengan jempol.
" Tuan xavier dengarkan saya... nona alexa sedang mengalami koma dan tidak bisa saya perkirakan kapan nona alexa akan sadarkan diri, dia sedang membutuhkan banyak darah golongan darah nona alexa adalah O tetapi stok darah O sedang habis, sedangkan nona alexa harus segera mendapatkan darah itu " kata dokter kevin.
__ADS_1
" Baiklah darah ku adalah O kau bisa mengambil darah ku" kataku yang hanya di balas anggukan oleh dokter kevin dan berlalu ke ruangan pendonor yang di ikuti olehku di belakangnya.