
Gubraak....
Suara pintu terbuka dengan keras melihatkan seorang pria tampan dengan baju kerja nya yang menempel di tubuh nya, pasti orang mengira orang tua mereka begitu sempurna sehingga melahirkan seorang pria yang luar biasa.
" Kakak... " alexa dengan tersenyum sambil menatap kakak nya itu .
" Aku bukan kakakmu " Xavier dengan dingin nya berkata seperti itu yang hanya di balas senyuman oleh Alexa.
" Kakak... kau itu adalah tetap seorang kakakku yang aku sayangi kak... meskipun kau itu membenciku aku akan tetap menyayangimu. "
" Kenapa??? " Xavier menatap alexa lekat.
" Hmm... mama pernah berpesan kepadaku kak sebelum dia meninggal bahwa aku harus menyayangimu sebagaimana aku menyayangimu kak... mama juga berkata bila mama sudah tidak ada lagi di dunia ini anggap saja kau adalah dirinya kak... maka dari itu aku menyayangimu " Dengan mata berkaca kaca alexa berkata seperti itu.
__ADS_1
Dengan diam seribu bahasa bryan hanya dapat menatap mata alexa yang meneteskan air mata.
" Ehem... " Bryan berdeham sehingga membuat keduanya sadar dari lamunan mereka masing masing.
" Hentikan drama lebay kalian ini... aku jijik mendengar nya.. " bryan sengaja memecah keheningan diantara adik kakak ini.
" Apa maksudmu bryan... ini bukan pertunjukan teater drama... " alexa dengan kesal memukul lengan bryan.
" Aduh... udah dong alexa... iya... iya...aku salah aku kan cuma bercanda aja..." bryan dengan muka yang dibuat buat seakan dia lagi sedang cemberut.
" Bryan ikut aku keluar, alexa tidur lah dokter bilang kau akan pulang 3 hari lagi " Xavier langsung pergi bersama bryan yang terus mengekor di belakangnya sehingga tiba di belakang halaman rumah sakit yang kebetulan sedang sepi.
" Ada apa " Bryan membuka percakapan terlebih dahulu.
__ADS_1
" Kau urus masalah alexa dengan mafia itu, aku ingin mafia itu menderita secepatnya bagaimana pun caranya KAU MENGERTI!!! "
" Baiklah kau jangan khawatir aku akan membuat mafia itu menderita " Bryan dengan senyuman mengerikan nya.
" Bagus, aku dengar dia sedang di rawat di rumah sakit di LA " Xavier berkata sambil memainkan handpone nya.
" Kalau begitu kita suruh mata mata yang ada di LA untuk mematamatai Bella "
" Buat apa menyuruh orang di LA bila aku mempunyai orang yang hebat seperti mu " xavier dengan santai nya berkata seperti itu dengan menatap bryan lekat.
" Baiklah, besok aku berangkat ke LA " bryan kemudian berlalu meninggal kan xavier yang masih sedang di posisinya.
" Hmm ... aku tau kau membenciku bryan " dengan menyerigai xavier berkata sambil menatap punggung bryan yang semakin menjauh.
__ADS_1
Please dong like ya biar author semangat lagi