
Xavier Pov
Ku buka pintu kamarku dan ku lihat Alexa sedang berdiri dengan wajah yang penuh air mata, dia langsung memeluk tubuhku dengan sangat erat seperti orang yang tidak ingin melepaskan diriku. Aku membalas pelukan nya sambil terus mencium puncak kepalanya. Dia melepaskan pelukannya dan menatap ku dengan wajah yang kecewa. Dia langsung menatap tangan kananku yang terus mengeluarkan darah. Dia langsung meraih tanganku dan langsung menyobek kain bajunya dan segera membalutkatnya ke tangan kananku agar darah nya berhenti. Aku hanya bisa melihat nya dengan terharu. Betapa baik nya dia kepada ku sedangkan aku selalu jahat kepadanya. Dia telah selesai membalutkat kain ke tangan ku. Dia menatapku tajam.
" Ada apa !!! " Ucapku kepada nya.
" Aku benar-benar kecewa kepada mu, kau melukai dirimu sendiri karena aku. Aku benar-benar merasa bersalah kepada mu kak. Kau boleh menyakiti aku... kau boleh siksa aku, tapi aku mohon jangan kau siksa dirimu sendiri aku mohon kak. "
" Meskipun aku mengalami trauma atas apa yang telah terjadi kepada ku, tapi aku tidak akan pernah bisa menjauhimu. Aku akan mencoba melawan semua trauma itu kak demi dirimu, karena aku tau bahwa kau mencintaiku bukan seperti adik kakak, tetapi seperti seorang pria dan wanita. Aku tau itu mustahil bagi kita... karena papa ingin kita berdua seperti adik kakak bukan seperti pria dan wanita. Kita berdua harus bisa melawan itu semua... demi kebahagiaan kita. Kalau aku boleh jujur kepada mu, aku mencintaimu sejak kita masih kecil, aku kira karena kita berdua adalah adik kakak, ternyata tidak, perasaan itu terus tumbuh ketika kita telah dewasa. " Ucapnya sambil menangis. Aku terdiam bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Ku peluk tubuhnya dengan erat supaya dia tidak pernah bisa pergi dari kehidupan ku.
" Aku berjanji kepadamu, bahwa kita akan melewati semua rintangan yang menghadang kisah cinta kita. Ini adalah janjiku kepadamu " Ucapku sambil terus memeluknya.
Flashback On
Ku kendarai mobilku menuju mansion Xavier, aku khawatir akan terjadi sesuatu kepadanya, firasatku tidak enak karena aku tau dia sedang frustasi. Ku berhenti di depan mansionnya yang memiliki banyak penjaga. Aku melihat asistennya Mike sedang menghampiriku dengan wajah yang panik.
" Nona Chesy... tuan sedang berada di dalam kamarnya selama beberapa hari ini. Dia tidak makan, tidak pergi ke kantor, aku khawatir dia kenapa-kenapa nona " Ucapnya dengan wajah panik. Ternyata benar firasatku bahwa dia pasti kenapa-kenapa.
__ADS_1
Aku langsung menuju ke kamarnya dan menaiki satu per satu anak tangga. Ku pandangi pintu putih besar itu, ku ketuk pintu nya, tidak ada yang membukanya. Aku langsung menempelkan telingaku ke pintu putih itu. Ku mendengar suara isakan Xavier dan jeritan tangis yang menahan rasa sakit. Aku kaget dan segera aku turun kebawah. Aku tidak peduli atas teriakan Mike memanggilku. Aku mengemudikan mobilku dengan cepat, aku tidak peduli atas semua protes kendaraan lain kepadaku. Mobilku segera terhenti di sebuah apartemen, aku langsung turun dan langsung menuju ke dalam lift. Aku tiba di sebuah apartemen milik Bryan, ku ketuk pintu apartemennya dan segera pintunya terbuka.
" Ada apa kau kemari??? " Ucap Bryan malas sambil bersidekap.
" Dimana Alexa? " Ucapku langsung to the point.
" Untuk apa kau mencarinya ??? " Tanyanya lagi. Aku langsung mendorong tubuhnya dan masuk ke dalam.
" Alexa... Alexa... kamu dimana Alexa??? " Jeritku agar Alexa bisa mendengar suaraku.
" Aku tidak peduli kau bilang apa!!! sekarang aku membutuhkan Alexa " Ucapku sambil terus berteriak.
" Ada apa ??? " Alexa turun menuruni beberapa anak tangga bersama Lisa adik Bryan.
" Alexa... Alexa ini gawat " Ucapku langsung menghampiri Alexa yang kebingungan
" Memangnya ada apa ?? "
__ADS_1
" Xavier... dia sedang frustasi karena merasa bersalah kepadamu... dia mencoba untuk bunuh diri... dia melukai dirinya sendiri "
" Apa !!! " Ku lihat wajah Alexa yang terkejut sambil meneteskan air mata.
" Alexa tidak boleh kemana-mana " Ucap Xavier sambil memegang tangan Alexa erat sehingga empunya merasa kesakitan.
" Hei apa kau tidak memiliki hati hah. Ini menyangkut nyawa seseorang Bryan "
" Apa Xavier pernah memikirkan nyawa seseorang hah, tidak pernah!!! biarkan dia juga merasakan rasa sakit yang pernah dia berikan kepada orang lain" Jerit Bryan kepada ku.
" Sudah cukup.. aku mohon cukup !!!! hiks " Teriak Alexa.
" Bryan.... terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan kepadaku. Untuk kali ini aku tidak bisa mendengarkan dirimu. Xavier adalah kakakku dan dia juga adalah cinta pertamaku... aku tidak bisa membuatnya menderita, maafkan aku " Ucap Alexa sambil melepaskan tangan Bryan di pergelangan tangannya dan pergi bersama Chesy dengan air mata yang terus mengalir dan doa yang terus dia panjatkan.
Flashback off
Hai... kali ini Episodenya banyak ya.... special untuk para Reader yang udah setia membaca Novel ku ya. Jangan lupa buat komen dan like supaya Author tambah semangat lagi bye**...
__ADS_1