
Author Pov
Di sebuah ruangan yg sunyi, senyap dan berdebu, seorang pria berusia 45 tahunan sedang terikat di sebuah kursi kayu. Dia beberapa kali mengerjap-ngerjapkan matanya yang sedikit terasa berkunang-kunang. Dia menyapu pandangannya ke seluruh ruangan sambil menggerakkan tubuhnya yang serasa kaku.
' Kenapa aku ada disini ' batinnya.
Pikirannya pun melayang mencari tahu suatu hal yang membuatnya penasaran. Dia mencoba mengingat-ingat tentang apa yang terjadi sehingga dia terasa bergetar dan ketakutan. Dia terus mencoba untuk melepaskan ikatan talinya yang sangat kencang. Suara bunyi sepatu sedang berjalan ke arah nya yang semakin mendekat. Seorang pria berjas hitam dengan wajahnya yang tampan sedang menatapnya sinis dan menyerigai yang tidaklah lain adalah Xavier. Melihat Xavier yang sedang menyerigai membuat sang pria berusia 45 tahunan itu bergetar hebat dan keringat dingin mulai bercucuran di wajahnya.
" Hai... apa kabar pak tua " Ucap Xavier sambil duduk di sofa bewarna merah.
" Lepaskan saya berengsek... " Ucap pria itu.
" Bagaimana aku bisa melepaskanmu jika aku masih belum memberikanmu pelajaran " Ucap Xavier sambil menuangkan wine ke dalam gelasnya.
" Heh brengsek... lepaskan aku "
" Berteriaklah sesuka hatimu ... karena tidak akan ada yang bisa mendengarkan mu " Ucap Xavier santai sambil terus memutar-mutar gelasnya.
" Apa salahku kepadamu hah... aku tidak sedang berurusan dengan dirimu... aku sedang berurusan dengan wanita murahan itu... jadi..."
Prang....
Suara pecahan gelas kaca yang di pegang Xavier pecah berkeping-keping sehingga darah mengalir dimana-mana. Dia menatap pria tua itu dengan tatapan marah, rahangnya mengeras dan matanya memerah karena emosi. Xavier mengampiri pria itu dengan tangan yang terluka. Pria itu menelan salivanya susah dan mencoba melepaskan ikatan tali yang sedang mengikatnya erat. Nihil... semua usahanya sia-sia, tali itu begitu kuat sehingga dia susah membukanya. Dengan keras Xavier mencengkram pipi rahang pria itu sehingga membuat mpunya meringis kesakitan.
" Jangan pernah kau panggil Alexaku adalah wanita murahan brensek... kau bertanya kepadaku apa kesalahanmu kan??? kau ingin membunuh seorang wanita yang begitu aku cintai. Sekarang katakan kepadaku siapa yang menyuruhmu melakukan hal ini hah!!! " Ucap Xavier dengan keras.
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah memberitahumu sialan... meskipun aku harus mati sekalipun "
" Oh baiklah kalau begitu... " Ucap Xavier sambil menepuk tangannya.
Seorang pria berjas hitam tampan yang tidaklah lain adalah Leo masuk dengan seorang gadis SMA yang berambut panjang sambil terus menangis. Pria itu kaget karena wanita di samping Leo adalah anaknya.
" Sialan kau Xavier...lepaskan dia sekarang juga " Ucap pria itu dengan lantang.
Xavier hanya membuang wajahnya saja dan mengambil sebuah koper hitam besar yang berisi beberapa senjata api dan benda tajam. Dia mengambil sapu tangan dan memakainya dan melirik Leo. Kemudian Leo mengikat tangan si gadis ke atas, pria tadi itu hanya terus berkata dengan lantang.
" Kau tau kan bila kau sedang berurusan dengan siapa " Ucap Xavier sambil terus mengusap pistolnya.
" Lepaskan dia berengsek " Ucap pria itu marah.
" Katakan kepadaku siapa dalang semua ini " Ucap Xavier menatap pria itu dengan senyumnya yang sinis.
" Baiklah... " Ucap Xavier sambil berjalan ke gadis SMA itu yang sedang menangis.
" Hai... siapa namamu " Ucap Xavier sambil mengitari gadis itu.
" keysa alanta ...." Ucap Xavier sambil tersenyum sinis.
" Nama yang indah... hei apa kau tau bahwa hari ini adalah hari terakhirmu bersekolah. Apa kau senang hah!!! " Ucap Xavier sinis.
" Jangan apa-apa kan di sialan!!! aku mohon padamu " Ucap pria tua itu.
__ADS_1
" Hmm... hei gadis kecil kau ingin aku membunuh mu menggunakan apa. Pistol ini adalah pistol Glock 20 yaitu sebuah pistol yang mematikan di dunia. Atau kau ingin aku menggunakan pisau tumpul ini agar aku dengan perlahan membunuhmu hah " Ucap Xavier sambil melirik Leo yang sedang menodongkan pistol ke arah gadis SMA yang bernama Keysha itu. Sedangkan Xavier memegang pisau nya sambil sedikit menyayat wajah Keysha yang mengeluarkan darah.
" Aku mohon jangan bunuh anakku....bunuh saja aku sialan " Ucap pria itu sambil menangis.
Xavier mengampiri pria itu dengan wajah yang menakutkan tapi tetap tenang.
" Sudah kukatakan kepadamu sebelumnya... kau hanya tinggal beritahu siapa dalang di balik semua ini. Kau tau kan bahwa Alexa itu adalah wanita yang aku cintai...kau hampir saja melukainya pak tua. Sebagai gantinya anakmu dan kau harus mati sekarang juga " Ucap Xavier penuh penekanan.
" Tiga..."
" Dua..."
" Sa..."
" Baiklah akan aku beritahu siapa dalang semua ini... " Xavier tersenyum puas mendengar ucapan pria itu.
" Katakanlah cepat!!! kau tau kan bahwa aku tidak suka menunggu lama "
" Pelakunya adalah...Re..."
Door....
Belum selesai berbicara...pria itu langsung tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Xavier kaget akan hal itu...dia langsung menoleh kepada Leo yang hanya di balas dengan gelengan kepala saja. Xavier mengacak rambutnya frustasi... Keysha menjerit histeris melihat sang ayah kini tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir.
" Cepat kau urus semua ini... " Ucap Xavier lalu beranjak pergi dengan kemarahan yang telah memuncak sampai ke ubun-ubun.
__ADS_1
Hay para Readers...Author mau minta maaf ya karena baru bisa up soalnya Author sibuk... maaf ya☺