
Di sebuah ruangan ber-cat putih dengan aroma khasnya yang berbau obat- obatan dan alat medis yang berada di setiap ruangan. Sepi yang kurasa saat ini yang sedang menusuk ke dalam hati ku yang sangat khawatir kepada wanita yang diam- diam masuk ke dalam hatiku.
Sudah 30 menit aku menunggu dokter dan perawat berbaju putih itu dengan wajah yang frustasi dan di tekuk. Sebuah pintu ruangan ICU tempat Alexa di rawat di buka memperlihatkan dokter muda berkacamata yang lumayan ganteng itu bersama perawat yang selalu setia di sisinya.
" Dokter, bagaimana keadaan Alexa dokter. Apakah dia baik-baik saja dokter. Apakah dia sudah sadar dokter ?? ". Pertanyaan yang bertubi-tubi itu keluar dari mulut ku sehingga membuat dokter kebingungan harus menjawab pertanyaanku.
__ADS_1
" Keadaan nona Alexa baik-baik saja. Dia hanya membutuhkan pendonor darah yang berdarah sama seperti dirinya. Nona Alexa juga masih belum sadarkan diri, tetapi keadaan pasien sedang lagi tidak terlalu fit atau bisa dibilang koma karena pendarahan di tangannya yang harus dicari kan pendonor secepatnya. Tetapi kau tidak usah khawatir, kami akan mencarikan darah yang sesuai dengan nya. Dengan keadaan pasien yang lagi koma , seharusnya tidak perlu dikunjungi dahulu. Saya harap kau bisa mengerti . Saya permisi dulu ". Dokter itu tersenyum lalu meninggalkan ku sendiri di depan ruangan ICU itu dengan wajah yang berderai air mata.
Ada banyak rasa penyesalan di hatiku. Ku lampiaskan semua kemarahan ku kepada seorang gadis yang tidak bersalah hanya karena keegoisan ku. Aku tau, bahwa penyesalan itu terjadi di akhir cerita. Aku berdoa semoga aku bisa melihat senyuman nya lagi. Bisa mendengar suara nya yang indah bagaikan sebuah melodi lagu kesukaan ku akhir-akhir ini . Aku benar-benar menyesal atas semua ke egoisanku.
Kulajukan mobilku dengan kecepatan tinggi. Ku malu atas apa yang sudah ku lakukan kepada Alexa yang selalu mengganggap ku adalah malaikat pelindung nya. Sedangkan aku adalah seorang iblis yang berbahaya baginya yang bisa kapan saja bisa mengambil ajalnya sebelum menjeputnya.
__ADS_1
" Kenapa??...kenapa kau melakukan ini padaku? " Ucapku sambil menatap ke atas langit yang cerah dipenuhi oleh bintang yang selalu bersinar.
" Kenapa kau baru membuat diriku sadar ketika aku hampir kehilangan nya. Aku tau aku telah lupa kepadamu...aku mohon padamu jangan ambil nyawanya sebelum aku meminta maaf kepada Alexa. Aku siap bila aku harus menggantikan posisi Alexa sekarang juga yang terbaring lemah tidak berdaya di sebuah rumah sakit. Aku mohon padamu buatlah dia sadar dari tidur nya itu aku mohon. " Dengan suara yang cukup keras ku lampiaskan semua kecewaanku padanya.
Suara indah melantunkan ayat-ayat suci memecahkan kesunyian malam hari. Suara adzan subuh menggema di seluruh penjuru kota sehingga orang yang tertidur akan bangun dari tidurnya yang nyenyak dan melaksanakan tugasnya sebagai seorang muslim yang baik dan bertakwa kepada Allah. Biasanya aku mendengar adzan seperti sebuah lagu bagiku. Tetapi hatiku menyatakan bahwa suara adzan ini adalah suara panggilan Allah untuk hamba-hamba nya agar bisa berdoa atas apa yang telah dialami oleh hambanya dalam melakukan semua rintangan dari dirinya. Ku langkahkan kakiku kearah masjid dan melaksanakan tugas sebagai seorang muslim dan berdoa atas kesembuhan Alexa dan memohon ampunan atas apa yang telahku perbuat.
__ADS_1
Hai... Maafkan author ya udah lama nggak up karena sibuk. Tolong di maafkan ya 😔