
Aku memasuki rumah mewah nan megah ini dengan senyuman bahagia. Aku benar benar bahagia karena kakakku mengizinkan ku tinggal di mansion pribadi milik nya. Aku menyapa satu persatu pelayan yang sedang melewatiku dengan senyuman ramahku. Aku di kagetkan ketika seorang pembantu wanita dengan usia yang masih sebaya dengan ku itu yang sedang menyapaku.
" Hai nona... " pembantu itu dengan ramah nya berkata sambil menyunggingkan senyuman.
" Oh hai... " kataku sambil tersenyum.
" Saya dengar nona baru saja keluar dari rumah sakit ya??? " wanita itu dengan senyuman yang masih belum berubah.
" iya... jangan panggil aku nona aku juga punya nama loh, namaku alexa dan seperti nya aku masih seumuran denganmu " ucapku.
" Maaf nona, nona adalah adik dari tuan xavier, saya tidak bisa mengatakan nya " kata wanita itu dengan wajah tertunduk.
" Ya baiklah... namamu siapa " kataku penasaran.
__ADS_1
" Namaku nisa nona " kata wanita itu dengan senyum nya.
" Oh... begitu, ya sudah saya pergi dulu ya, saya mau istirahat " ucapku yang hanya di balas anggukan dari nisa.
Aku menyandarkan kepalaku di kursi sofa sambil mengingat kejadian kejadian lampau yang telah aku lupakan. Suara klakson mobil menyadarkanku dari lamunan ku sendiri. Aku melihat dari jendela kamarku yang menampakkan seorang pria tampan dengan berjas setelan kerja itu yang sedang masuk ke dalam mansion dengan langkah kaki yang cepat. Kemudian pintu kamarku terbuka dan menampakkan seorang pelayan. Dia menundukkan kepalanya kepadaku lalu berkata.
" Oh... baiklah. " ucapku lalu pergi ke meja makan. Aku heran kemana kakak... apa dia sedang tidak mau makan atau dia telah selesai makan. Aku bertanya kepada pelayan.
" Kemana kakak??? apa dia sudah selesai makan??? " Ucapku sambil memakan buah apel yang telah ku gigit setengah.
" Tuan sedang bekerja di ruangan kerjanya " kata pelayan itu.
" Oh baiklah... " ucapku sambil memakan sisa apel yang aku makan.
__ADS_1
Setelah aku selesai makan, aku berniat untuk mengantarkan makan malam kakak ke ruangan kerjanya. Dengan senyuman yang terus mengembang di bibirku, aku telah sampai di sebuah pintu bercat putih yang sedang tidak di tutup rapat, ketika aku sedang mau masuk langkahku harus terhenti ketika kakakku sedang berbicara dengan seseorang di depan nya.
" Kau dengarkan aku!!! jagalah mansion ini dengan ketat... dan jangan lupa awasi alexa " ucap kakak yang membuat ku bingung.
" Ada apa tuan??? bukankah perjagaan di mansion ini sudah ketat tuan??? dan untuk apa juga saya harus mengawasi nona alexa??? " Pria itu dengan bertanya kepada xavier yang hanya menatap pria di depan nya ini dengan tatapan memburu.
" Sejak kapan kau mulai membantah perkataan ku hah... " Xavier dengan menyerigai berkata dengan tatapan nya yang sedingin es.
" Apa kau ingin tau, aku ingin membuat detektif tidak tau diri itu menderita kau mengerti!!! " Ucap xavier tajam dengan senyum liciknya itu yang hanya dibalas anggukan kepala dari pria itu dengan penuh ketakutan.
Deg...
Hatiku terkejut ketika kakakku berkata seperti itu, hatiku seperti tertusuk beribu ribu pisau yang tajam yang sedang merobek hatiku, tidak terasa air mata ku menetes begitu saja tanpa ada izin dari ku. Aku telah berfikir bahwa kakak membawaku ke mansionnya karena menganggap aku ini adalah adik nya bukanlah sebagai musuhnya. Perkataan bella terus tergiang di kepalaku ketika dia berkata bahwa kakakku adalah seorang psychopat. Dan itu benar... kepalaku pusing pandangan mataku kabur sehingga nampan yang berisi makanan itu telah terjatuh bersama diriku juga.
__ADS_1