
~Author Pov~
" Hmm... apa yang kau lakukan disini???... ". Suara seorang pria mengangetkan Chesy yang sedang menatap bulan yang redup.
" Tidak ada, aku hanya sedang menatap bulan saja. Bukankah cahaya bulan itu sedang redup karena terhalang awan mendung itu bukan!!! " Ucap Chesy tanpa menoleh ke arah Xavier dan terus menatap bulan itu.
" Ya kau benar... awan mendung itu menutupi cahaya bulan itu. Kau lihat bulan itu ...aku dengar bahwa kita merindukan seseorang maka kita bisa melihat bulan itu dan orang itu juga akan merasakan hal yang sama kepada kita... hmm, aku tau itu hanyalah sebuah mitos belaka yang tidak akan mungkin terjadi... " Ucap Xavier sambil menatap bulan itu juga dengan kedua tangannya yang masuk ke dalam saku celananya.
" Hmm... ternyata kau masih sama seperti dulu ya, tidak percaya dengan hal yang seperti itu. " Ucap Chesy yang tertawa melihat Xaviernya tidak pernah berubah.
" Hmm... " Xavier yang melihat itu hanya tersenyum sambil mendongakkan kepalanya ke atas. Sekilas dia melihat siluet wajah Alexa di bulan itu yang sedang tersenyum ke arahnya. Ya dia merindukan Alexa, dia takut bila dia pulang ke rumah takutnya Alexa akan terluka melihat dirinya.
" Hei... sudahlah jangan terbawa suasana. " Ucap Chesy yang melambaikan tangannya ke wajah Xavier.
" Hmm... kau ini " Ucap Xavier mengacak rambut panjang Chesy dengan pelan.
" Oh ya... ada apa kau memanggilku untuk kemari??? " Ucap Chesy bertanya.
" Apa!!! bukankah kau yang memintaku datang kemari karena ada satu hal penting yang ingin kau bicarakan kepadaku " Ucap Xavier tak kalah herannya dari Chesy.
__ADS_1
" Hei... bagaimana bisa ini terjadi??? "
" Lihatlah ini, ada pesan masuk kedalam handphone ku yang meminta diriku untuk menemui sekarang juga " Ucap Chesy memperlihatkan pesan sms di handphone nya itu.
" Aku rasa kita ini dijebak... " Ucap Xavier heran.
" Apa dijebak, lalu siapa dalang semua ini. Dan apa... "
Ucapan Chesy terpotong ketika tangan Chesy ditarik kuat oleh Xavier sehingga membuat wajah Chesy menambrak dada bidang Xavier. Bisa dibilang mereka sedang berpelukan, Chesy yang kaget karena suara tembakan bukan karena dia berpelukan dengan Xavier.
Di sisi lain... Alexa melihat Xavier dengan Chesy berpelukan hanya bisa menangis tanpa harus melakukan apapun. Alexa hanya bisa mematung melihat pemandangan yang begitu menyakitkan baginya. Alexa mengumpulkan seluruh tenaganya dan pergi dari tempat dimana dia berpijak tadi.
Bryan yang juga ada di tempat itu hanya bisa mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya karena begitu teganya Xavier menghianati Alexa yang sangat mencintai dirinya. Bryan langsung mengejar Alexa yang berlari sambil menangis di tengah-tengah hujan lebat.
" Bryan!!!" Ucap Alexa kaget.
" Hapuslah air matamu Alexa!!! aku tidak suka melihat air mata membasahi mata mu yang indah " Ucap Bryan sambil duduk di samping Alexa.
" Kau ingin menangis??? menangislah karena mungkin ini adalah air mata kesedihan yang terakhir bagimu. Kemarilah kau pasti membutuhkan sebuah kehangatan bukan??? " Bryan memeluk Alexa erat sehingga Alexa merasakan sebuah kehangatan dan kenyamanan meskipun hujan deras masih belum selesai.
__ADS_1
Tanpa kesadaran mereka, Xavier melihat Alexa dan Bryan saling berpelukan sehingga membuat Xavier marah. Entah sebuah rasa apa yang telah menghujami hatinya saat ini yang begitu terasa sakit dan dia tidak bisa menahan rasa itu. Dia menghampiri Alexa dan Bryan disana dengan wajah yang murung tapi penuh kemarahan. Xavier menarik tangan Alexa dengan keras agar terlepas dari pelukan Bryan.
" Lepaskan aku sialan!!! " Ucap Alexa membentak.
" Diam !! " Ucap Xavier tak peduli.
" Aku bilang lepaskan aku !!! "
" Aku bilang diam ya diam !!! " Suara bentakan Xavier yang mungkin kini mencapai 8 oktaf itu membuat Alexa ketakutan.
" Lepaskan dia !!! " Bryan mendorong tubuh Xavier agar menjauh dari Alexa.
" Ho... kau ingin berurusan denganku hah !!! " Ucap Xavier marah.
Dengan secepat kilat Xavier menonjok pipi kanan Bryan sehingga ujung mulutnya mengeluarkan darah. Tak tinggal diam Bryan juga melakukan hal sehingga mereka berdua berkelahi. Alexa yang mencoba melerai mereka sia-sia ketika sebuah pistol kini berada di dahi Bryan membuat Alexa miris ketakutan. Alexa yang melihat itu langsung menengahi sehingga pistol itu kini berada di dahi Alexa.
" Bila kau ingin membunuh dia, bunuhlah aku dulu..."
" Ada apa ??? aku menantimu untuk kau membunuhku, bukankah itu kemauanmu. Sekarang kesempatan mu untuk membunuhku telah terbuka lebar bukan. Ayo bunuh aku psycopat !!! " Ucap Alexa membentak dan menantang Xavier.
__ADS_1
Xavier yang melihat Alexa kini marah langsung pergi dengan mobilnya yang terparkir di ujung jalan sana. Dia tidak akan pernah sanggup bila harus membunuh orang yang begitu dia cintai.
Oke ceritanya sampai di sini dulu ya, bye...bye😚