Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 21. (POV Adzriel) Senyummu Candu Ku


__ADS_3

Aku ingin bicara dengan pak adzriel tentang sumpah ku itu, tapi aku juga tidak tau dari mana aku mulai ngomong.


Dia dari tadi diam saja, jadinya aku juga ikut diam, coba saja dia ngomong mungkin aku akan ngomong juga.


"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan? tanya nya


Aku tersenyum lalu memulai untuk bicara, akhirnya dia duluan yang bicara.


"Itu lho pak, saya cuma kasih tau kalau saya sudah mendapatkan pekerjaan! ujar ku


Ia tertawa mengejek dan mengangkat bahu nya, aku mengerutkan keningku karena bingung, kenapa dia tertawa gitu!


"Haha..., jadi kamu cuma ngomong hal yang tidak penting ini! ujar nya


Aku memajukan bibir ku karena cemberut, ia tertawa lagi.


"Hahaha..., saya pikir omongan kamu penting, ternyata tidak! ujar nya


"Ini penting lah pak! ujar ku memangku tanganku ke dada


"Lah, dari mana penting nya coba? tanya nya


"Bapak tau tidak kalau sumpah saya itu berlaku! ujar ku


"Yang mana? tanya nya


"Ya ampun..., masa bapak lupa! ujar ku


Dia menaikan bahunya seperti tidak tau apa-apa, aku pun jadi geregetan sama dia.


"Jadi bapak percayakan? tanya ku


Dia diam seribu bahasa sambil menatap lurus ke depan.


...


Aku diam karena aku lagi mengingat omongan Chika waktu itu, ternyata sumpah yang ia ucapkan itu berlaku.


"Aku bersumpah jika aku yang mengambil map itu, aku tidak akan mendapatkan pekerjaan lain!


Sekarang Chika sudah mendapatkan pekerjaan baru, berarti sumpah ia itu berlaku, dan apa benar kalau dia bukan yang mengambil map itu.


"Coba kamu jelaskan kronologis nya! titah ku


Waktu dia menjelaskan padaku, aku tidak mendengar betul karena emosiku sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Bapak mau saya ulangi menjelaskan nya? tanya nya


Aku mengangguk kecil, lalu ia menceritakan kembali sampai ia menceritakan kalau dia di suruh oleh Alex jadi satpam sementara di ruang kerja ku, sampai kami kembali ke ruangan itu.


"Terus kenapa juga kamu malah pergi? tanya ku


"Namanya juga kebelet pak, mana bisa di tahan lagi! ujar nya


"Terus, setelah kamu balik apa yang terjadi? tanya ku


"Ya, gitu deh pak, pintu ruangan bapak ke buka sedikit, padahal waktu saya tinggal pintu itu tidak ke buka! ujar nya


Ada yang tidak beres!

__ADS_1


Aku mengangguk menangapi semua ucapan nya itu, dan sialnya aku belum sempat melihat rekaman cctv tersembunyi itu!


"Bapak mau kan bantuin saya untuk menemukan pelaku sebenarnya? ujar nya memohon


"Saya tidak tenang pak, kalau si pelaku itu masih berkeliaran di kantor bapak! ujar nya


Yang di bilang chika ada benarnya, aku juga tidak mau si penjahat itu berkeliaran di perkantoran ku.


"Jadi bapak mau kan, cari pelaku sebenarnya? tanya nya lagi


"Kenapa kamu begitu antusias untuk mencari pelaku sebenarnya? tanya ku


"Saya tidak mau saja, kalau di kantor bapak ada penjahat! ujar nya


Aku tersenyum tipis, ternyata dia peduli dengan ku.


"Ya, saya akan cari pelaku sebenarnya, kalau pelaku itu sudah saya dapatkan, saya akan pecat dia! ujar ku


Dia tersenyum lalu mengangguk, tangan nya reflek memegang tangan ku yang ku pangku di dadaku.


"Terima kasih pak! ujar nya senang


Aku mengangguk kecil, setelah lama kami di sini akhirnya aku memutuskan untuk pamit pulang, tidak enak juga berlama-lama dengan cewek bukan mahram kita!


"Saya balik duluan! ujar ku


"Saya antar ya pak! tawar nya


"Tidak usah, lebih baik kamu pulang duluan, rumah kamu sangat jauh dari sini, lagi pula rumah saya dekat dari sini, jalan beberapa meter lagi juga sampai! ujar ku


Dia mengangguk sebagai jawaban nya, "hati-hati! ujar ku


Lalu ia mengangkat tangannya ke udara seraya tangan nya membentuk huruf ok, aku tersenyum tipis sangat tipis.


"Bapak juga hati-hati! ujar nya


Aku mengangguk ku lihat dia yang menaiki motor nya, kini ia sudah menghilang ditelan oleh tikungan.


...


Semoga saja pak adzriel mau mencari pelaku sebenarnya, aku sih menyuruh dia untuk mencari pelaku sebenarnya hanya tidak ingin si penjahat itu berkeliaran di kantor nya.


"Huff..., lega saja hati ini saat ia mau mendengarkan penjelasan ku, dan pak adzriel juga mulai mempercayai ku lagi! gumamku sambil senyum-senyum.


Sesampainya aku di rumah aku langsung di sambut oleh mama yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Assalamualaikum mama! sahut ku seraya tersenyum dan menyalami punggung tangan mama.


"Wa'alaikumussalam! jawab mama


"Dari mana saja? tanya mama


"Dari tempat azura, ma! jawab ku sambil menyodorkan kantong yang berisi makanan ke mama


"Apa ini? tanya mama


"Martabak manis sama gorengan! jawabku


Mama menelisik melihat ku lalu mengambil kantong plastik itu dari tangan ku.

__ADS_1


"Kok bisa sampai ke sana? tanya mama


Aku mengerutkan keningku, maksud mama apa?.


"Kok bisa sampai ke kantor tempat kamu berkerja dulu? mama bertanya lagi


Aku nyengir seraya mencomot gorengan yang di siapkan oleh mama.


"Jalan-jalan aja ma, aku kepengen beli martabak sama gorengan juga! ujar ku


Mama mengangguk-angguk kecil sambil memakan martabak yang ku beli tadi.


...


Akhirnya aku sampai juga di rumah ku, ya , walaupun aku jalan kaki dari simpang taman sana sampai ke rumah, taman dan rumahku cukup dekat.


"Assalamualaikum! sahut ku


Semua art rumah sudah berdiri di dekat pintu dan membungkuk kan badan menyambut ku pulang.


Ku kasihkan kotak bekal yang aku tenteng tadi ke salah satu art rumah, jas kerja ku juga di bukakan oleh pak edo yang bertugas sebagai kepala art, jadi dia lah yang mengatur semua art di rumah ku ini.


"Tuan muda mau di buatkan teh hangat?


Aku mengangguk kecil sebagai jawaban nya, kini aku duduk di sofa ruang tv, lelah rasanya sehabis pulang dari kantor.


"Tuan mau bibik pijitin?


Aku mengangguk juga sebagai jawaban nya, hari ini aku memang merasa pegal yang terlalu sangat.


Tapi kalau ku ingat lagi kebersamaan ku dengan Chika tadi jadi sedikit senang, senyum yang ia pasang di wajahnya tidak pernah pudar, jadinya aku candu dengan melihat senyum dia itu.


"Tuan dari tadi senyum-senyum sendiri, ada apakah gerangan? tanya bibik, senyumku tertangkap basah oleh bibik


"Tidak! jawabku singkat


"Silahkan di minum teh nya tuan!


Aku mengangguk lalu mengibas-gibaskan tanganku untuk menyuruh nya pergi.


"Kami permisi dulu tuan!


Kini di ruang tv ini menyisakan aku seorang, aku senyum-senyum sendiri lagi mengingat senyuman manis Chika itu.


"Senyummu candu ku! gumamku


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2