Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 27. Gimana Nggak Marah Coba


__ADS_3

Kecewa itu yang aku rasakan sekarang ini, bagaimana tidak, chika menolak mentah-mentah ajakan ku untuk kembali berkerja di perusahaan ku lagi.


Dan entah kenapa nya aku merasa sakit hati saat dia tidak mau kembali ke perusahaan ku. Sebenarnya ada apa dengan diri ku ini?


Apakah aku sedang baik-baik saja?


Atau mungkin aku sedang jatuh cinta dengan nya?


Oh tidak, kenapa bisa begitu?


Ayolah adzriel, kamu tidak boleh begitu!


"Kalau aku jatuh cinta dengan nya, apakah tidak apa-apa?


OMG apakah ini benar?, aku jatuh cinta pada gadis itu, dari awal aku bertemu dengan nya, sikap ku sudah sedikit berbeda dengan nya.


Jantungku berdegup dengan kencang nya saat bertemu dengan nya, oh, ini, apakah ini yang di namakan jatuh cinta!


Apakah baik untuk kesehatan jantung ku?, pasalnya jantung ku berdegup kencang saat berdekatan dengan nya.


"Jatuh cinta pada mantan sekretaris ku!


Di pikir-pikir tidak ada salah nya jika aku jatuh cinta dengan nya, tapi yang aku takutkan ialah jika cinta ku bertepuk sebelah tangan gimana?


Tapi jika aku tidak menyatakan cinta ini, mana tau aku jika dia tidak mencintai ku atau dia juga mencintai ku.


Sudahlah lebih baik aku jangan memikirkan itu dulu, sekarang ini aku harus fokus dengan kerjaan ku, apa lagi minggu besok aku harus ke Jerman untuk menanda tangani berkas kontrak kerjasama ku dengan perusahaan di Jerman itu.


"Lex! panggil ku


"Alex! panggil ku sekali lagi


Ternyata dia tidak ada di sini, sejak kapan dia pergi tanpa berpamitan dulu?


...


"Aaah... kok aku kepikiran sama mantan bos tengil itu sih! lirihku memijit kepalaku


Dari semenjak aku ketemuan dengan nya tadi, dan sampai siang ini pikiran ku tertuju dengan dia terus.


Jangan-jangan otak ku sudah di cuci bersih oleh nya, tapi semenjak kapan?


Aku merasa bersalah dengan nya, apa dia tadi marah malah langsung pergi begitu saja, aduh... kalau dia marah, kan nggak enak hati juga aku!


Bapak adzriel yang terhormat itu bikin otak aku kacau saja!


"Chika, lo kenapa sih dari tadi mijit-mijit kepala mulu! tegur bunga


Aku menghela nafas lalu meminum air seteguk.


"Kepikiran sama mantan bos! ujar ku


"Mantan bos? tanya bingung


Aku mengangguk-angkuk seraya memijit kepalaku lagi, semakin hari semakin ada-ada saja yang aku pikirkan tentang nya, entah otak ku yang error entah hati ku bermasalah.


"Mantan bos apa sih Chika? tanya bunga

__ADS_1


"Di tanya malah melamun lagi! ujar bunga lagi


"Itu, mantan bos tengil ku itu, masa aku sudah berkerja di sini, lalu dia ajak aku kerja di tempat nya, mana mungkin aku menerima tawaran nya itu! ujar ku


"Kenapa begitu?


"Kalau gue di tawari gitu sudah pasti gue terima, secara perusahaan itu sangat ternama dan lebih enak juga kerja di sana! ujar bunga


Aku memutar bola mataku, dari mana juga dia tau kalau kerja di sana enak, yang ada kita sering kena bully!


"Enak kata lo aja, gue udah ngerasain gimana kerja di sana, nggak enak banget, apa lagi gue sering kena bully! ujar ku


"Sumpel aja mulut mereka yang membully lo sama sepatu hak lo itu! ujar bunga


Aku tertawa kecil sambil melihat ansel yang duduk sendirian di pojok kanan kantin.


"Bunga itu ansel kenapa? tanya ku


"Oooh, biasa teman kita lagi pengen menyendiri! ujar bunga


"Kenapa emang nya? tanya ku


"Bertengkar lagi sama papa nya! ujar bunga


Aku mengerutkan keningku, aku pikir ansel selama ini baik-baik saja dengan keluarga nya, ternyata dia tidak baik-baik saja!


"Hibur sana! ujar ku


"Ogah, gue nggak mau kena semprot sama dia, gue pernah hibur dia eh ujung-ujungnya gue kena semprot! ujar bunga


Tapi kasihan juga lihat ansel yang sedih seperti itu, aku sebagai teman nya jadi ngerasain gimana perasaan nya sekarang ini.


"Chik, mau ngapain? ujar bunga


"Hibur ansel lah, gue nggak tega lihat nya! ujar ku


"Nanti kena semprot! ujar bunga


Mau kena semprot mau tidak itu urusan belakangan, yang terpenting aku harus coba untuk menghibur nya.


Aku tiba di dekatnya, lalu mengeser kursi yang mau aku duduk kan.


"Hai! sapa ku


Dia mengangguk kecil, tapi tidak mempersilahkan ku untuk duduk, lalu aku duduk saja.


"Dari tadi lo diam aja, kenapa? tanya ku memecah keheningan


Dia menggeleng-nggelengkan kepalanya, lalu ia meminum air mineral kemasan yang ia beli tadi.


"Sel, kalau ada masalah bicara ke kita-kita sel, jangan di simpan sendiri! ujar ku


Dia diam saja tanpa menanggapi ucapan ku, sangat susah juga ngomong sama orang yang lagi bad mood.


"Siapa tau kita-kita bisa bantu masalah lo! ujar ku


Lagi-lagi dia diam lalu kini ia melihat ku dengan tertawa kecil seperti meremehkan ucapan bantuan ku ini.

__ADS_1


"Terima kasih lo sudah mau bantu gue, tapi lo lebih baik tidak usah masuk ke dalam masalah gue, gue tau lo nggak akan bisa!


"Gue sendiri tidak bisa mengatasi nya, apa lagi lo! ujar ansel


"Belum kita coba sel, siapa tau kita bisa bantu lo, lo jangan patah semangat gitu dong! ujar ku


Dia tertawa meremehkan lagi, "tidak, terima kasih chika! ujar nya


Ku hela nafas lalu ku buang perlahan, kalau seperti ini masalah dia tidak akan pernah selesai, jika tidak di tindak lanjuti.


"Kalau boleh tau, masalah apa sih yang lo hadapi, sampai-sampai lo kepikiran banget! tanya ku


"Masalah yang tidak akan pernah usai! ujar nya


Aku mengerutkan keningku, tidak tau masalah apa yang dia hadapi, yang aku tau dari bunga kalau ansel mempunyai masalah dengan papa nya.


"Masalah dengan papa lo kan! ujar ku


Dia melihatku, "pasti lo tau dari bunga! ujar nya


"Kalau soal itu lo tidak perlu tau, mau gue tau dari siapa, tapi yang gue heranin dari lo itu, kok bisa ya ada seorang anak yang bertengkar dengan papa nya! ujar ku


Dia tersenyum lalu menghela nafas, terlihat jelas dari wajah nya kalau masalah yang dia hadapi sangat berat.


"Bunga mana? tanya nya


Seperti nya ansel tidak mau menceritakan masalah nya ini pada siapapun, kan ini saja dia malah mengalihkan pembicaraan.


"Ada, di sana! ujar ku menunjuk bunga yang sedang makan.


"Kenapa emang nya?, lo kangen sama bunga! ujar ku


"Boro-boro gue kangen sama mak lampir! ujar nya


"Btw kenapa setiap bunga nanya soal masalah lo, lo selalu marahi dia, niat dia baik lho ingin bantu lo! ujar ku


"Gimana gue nggak marahi dia, tiap gue bad mood gini, dia malah gangguin gue, bukan bikin masalah gue ringan eh malah ruwet! ujar nya


"Sudah bikin masalah ke gue, malah nggak mau minta maaf lagi, gimana nggak marah coba! ujar nya lagi.


Ku hela nafas panjang lagi lalu ku buang lagi, pusing dengan kehidupan mereka.


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2