Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 41. Punya Kekasih Tapi Tak Dianggap


__ADS_3

Masa aku cuma tanya soal masalah yang dia hadapi, dia marah sama aku!, tidak masuk akal bagi ku kalau dia marah.


Entah, entah dia itu tidak menganggap aku ada lagi di sisi nya, untuk apa gunanya aku jika dia masih menutupi masalah nya itu.


Coba kalian bayangkan masa cuma tanya itu saja dia langsung marah!.


Sebenarnya aku ini kekasih dia atau bukan sih?, jadi pertanyaan bagi ku kan!


"Dikit-dikit ngambek, dikit-dikit marah!"


"Coba dia ngomong sama aku sejujurnya, apa salah nya sih, toh aku nggak akan marah atau lain sebagainya!"


Kini aku melanjutkan pekerjaan ku, kalau aku terpaku terus dengan ini, yang ada pekerjaan ku tidak akan selesai, lebih baik urusan Chika aku undur dulu.


Dia sendiri yang minta di diamkan kan, jadi aku harus beri waktu untuk sendiri-sendiri dulu.


Tok tok tok


Pintu ruangan di ketuk oleh seseorang, filing ku kalau itu Alex kalau tidak Alex palingan karyawan lain.


"Masuk!"


Cklekk


Ternyata yang mengetuk pintu ruangan ku itu adalah chika, dia membawa beberapa berkas, dia cemberut saja saat masuk ke dalam ruangan ku, aku juga bersikap cuek.


"Kalau mau minta tanda tangan, letak saja dia atas meja!" ujar ku


Lalu dia menghempas kuat berkas itu ke atas meja ku, aku meliriknya dengan tatapan tajam.


"Saya tunggu, berkas ini harus di kirim secepatnya!" ujar nya dengan nada datar


Aku tidak menggubris ucapan nya itu, lalu aku ambil berkas itu, dan ku bubuhi lah kertas putih itu dengan coretan indah dengan tinta pena. Tidak begitu lama aku sudah selesai menandatangani berkas itu.


Aku isyarat kan ke dia dengan dagu ku, untuk mengambil berkas itu.


Dia langsung mengambil nya dan membawanya pergi, dia pun tidak bersuara.


Lalu ia menutup pintu secara kasar, segitu kah dia marah?.


"Huff... Kekasih tak dianggap ya seperti ini!"


...


Selesai dari ruangan dia, aku langsung mengantar berkas ini ke pemilik nya, kenapa juga dia marah dengan ku?.


Seharusnya aku yang marah dengan nya!.


"Kekasih apan itu, kalau tidak saling mengerti!"


"Bos besar tengil!" umpat ku


Aku pergi ke ruangan pak Budi untuk mengantarkan berkas tadi. Selesai mengantarkan berkas itu aku pergi ke pantry untuk membuat teh, tadi kan aku kan tidak jadi buat teh.


Ternyata di pantry ada si Riska teman ku.


"Doarrr...!"


"Eh ayam, ayam, ayam...!"

__ADS_1


Dia terkejut setengah mati, aku tertawa kecil, dia mengusap-usap dada nya sambil beristighfar.


"Astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim!"


Aku tertawa kecil saat melihat wajah kaget nya itu.


"Chika... bikin jantung copot aja!" ujar nya memukul lengan ku.


"Haha... Sorry kelepasan gue!" ujar ku


Lalu aku mengambil cangkir dan memasukkan gula dua sendok teh, dan teh celup, setelah itu aku masukkan air panas ke dalam cangkir itu, aku aduk-aduk sampai gula itu larut.


"Nggak kerja?" tanya ku


"Nyantai dulu, kerjaan masih banyak sih!" ujar nya


"Lo sendiri nggak kerja apa, nanti pak presdir cinta lo marah lagi, nggak melihat kekasih nya kerja!" ujar Riska


Aku menggeleng sambil meminum teh yang ku buat tadi.


"Marahan lo ya?" tanya Riska


Aku tidak menjawabnya, malas bahas dia mulu.


"Kata siapa gue marahan!" ujar ku


"Jelas dari cara ngomong lo dan sikap lo tadi! ujar Riska


"Apaan sih! ujar ku


Namun Riska tak percaya dengan ucapan ku itu, dia terus menggoda ku, agar aku mau cerita ke dia.


"Ya udah! ujar ku sambil menyeruput teh tadi.


"Cerita aja Chik, siapa tau aku bisa bantu!" ujar nya


Aku melihat Riska yang memohon-mohon supaya aku cerita dengan nya, curhat sedikit tidak apa lah, supaya hati aku juga plong.


"Iya gue marah sama dia! ujar ku


"Kenapa?"


Aku ceritakan lah ke Riska kalau aku ini jadi bahan gosipan para karyawan wanita di sini, awal nya sih aku tidak terlalu menggubrisi ucapan mereka. Tapi lama-lama kok bikin sakit ya, dengan yang mereka ucapkan itu.


"Apa?" ujar Riska setelah mendengar ucapan ku. Aku mengangguk kecil. Gimana ya kalau kalian jadi aku, pasti sakit hati jika mereka menuduh kita dengan yang tidak-tidak.


"Gue sakit hati pas mereka bilang kalau gue ini main dukun ris, siapa yang tidak sakit hati kalau mereka nuduh kita seperti itu!


"Lebih parahnya lagi mereka bilang kalau aku mempelet pak adzriel, padahal cinta ini murni dari hati gue ris! ujar ku


"Pak adzriel juga gitu, cinta nya juga murni ke gue, dia sendiri yang nyatain perasaan nya ke gue duluan! ujar ku


"Gila tuh mereka, mungkin mereka iri sama lo!" ujar Riska


"Nah gue mau nanya sama lo! ujar Riska


Aku mengangguk, "nanya apa?"


"Dan kenapa kalian bisa marahan? tanya Riska.

__ADS_1


Ya jelas marah lah, dia maksa-maksa aku terus untuk menceritakan masalah yang aku hadapi, jelas-jelas aku tidak mau dia tau.


"Dia maksa aku untuk cerita masalah ini! ujar ku


"Cerita aja Chik! ujar riska


"Gue nggak mau, nantinya karyawan yang gosipin gue jadi kena imbas nya, nanti pak presdir memecat mereka bagaimana? ujar ku


Riska mengertakan gigi nya lalu dia tertawa seperti cemooh.


"Ha ha ha, biar mereka di pecat Chik, untuk apa mikirin mereka, mereka sendiri yang salah!" ujar Riska


Aku tidak mau karyawan itu pecat gara-gara hal sepele, aku juga kasihan dengan mereka kalau mereka di pecat oleh pak adzriel.


...


Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 wib, aku membereskan barang ku. Aku hendak pulang.


Aku melihat pak adzriel baru keluar dari ruangan nya, seperti nya dia hendak pulang, dia melewati meja kerja ku.


Dia tidak menyapa ku, cuma menyapa aja tidak apa lagi melihat ku, aku mengepalkan tanganku.


"Kekasih apan coba, nggak lihat aku sebesar gini lagi berdiri, nyapa kek, lihat kek! oceh ku


Dia tak menggubris ucapan ku, ia hanya bersikap cuek saja.


"Anggap aku nggak sih?" oceh ku


Dia sudah masuk ke dalam lift, aku menyusul nya.


Hari ini aku tidak bawa motor, karena pagi tadi dia yang menjemput ku. Dan kini apa yang dia lakukan?


Dia sungguh tega meninggalkan ku!


"Adzriel...!" teriak ku


Dia hanya melewati ku saja, tanpa berhenti sedikit pun.


"Kekasih sialan kamu adzriel! umpat ku


Dia benar-benar meninggalkan ku, sekarang aku harus naik apa pulang nya?.


Terpaksa aku harus naik angkot untuk pulang, awas saja kamu adzriel!.


Punya kekasih tapi tak dianggap!


...


bersambung...


...kata-kata mutiara : Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." (QS Ath-Thalaq 8)...


...----------------...


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.

__ADS_1


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁


__ADS_2