
"Ayo el, nanti kamu ketinggalan pesawat lagi, aku terus memaksa adzriel untuk berangkat sekarang ke bandara, kalau tidak aku paksa pasti dia akan tetap stay di rumah.
Pa*t*t nya itu tak mau bergerak jika tidak aku paksa, seorang mama akan nyinyir jika anak nya tidak mau melakukan keinginan mama nya.
"Ma, mama gimana sih, penerbangan el masih lama ma! ujar nya tetap duduk di sofa
"El, ayolah, mama mau antar kamu sekarang ke bandara apa susah nya sih! ujar ku memaksa nya
"Nggak mau ma, ngapain el berlama-lama di sana, yang ada el bisa bosan sendiri ma! ujar nya tetap tidak mau
Hmm... pakai cara apa ya supaya adzriel bisa mengikuti keinginan mama nya ini, susah banget kalau adzriel ini di ajak kerjasama, kepala batu banget, sama kayak almarhum papa nya.
"El nanti aja ke bandara nya ma! ujar nya
"Sekarang aja biar cepat! ujar ku memaksa lagi
"Mama mah seperti itu, mau menang sendiri dari anak nya! ujar nya sedikit merajuk
Jadi keinget sama papa nya dulu, yang sering aku paksa seperti ini, waktu itu aku kepengen pergi ke taman tapi papa nya el tidak mau, katanya taman itu tempat para kanak-kanak bermain.
...
"Mas, ayolah aku pengen ke taman, taman nya deket kok!
"Ngapain ke taman sih?, taman itu tempat para kanak-kanak bermain, jadi kita ngapain ke taman?
Aku merajuk karena suamiku tidak menuruti keinginan ku, apa salah nya sih dia temani aku ke taman, aku pengen ke taman kan pengen duduk santai bareng dia aja, tapi dia malah tidak mau.
"Nanti aja ya, kita ke restoran favorit kita!
"Nggak mau! ujar ku ngambek
"Kamu sudah besar ngapain ngambek gitu! tegur nya
"Bodo amat! ujar ku
Dia tersenyum lalu mencubit pipi ku, aku terus saja menggelembungkan pipi ku, setiap kali ia mencubit pipi ku, aku selalu menghindar.
"Mama mah seperti itu, mau menang sendiri dari suaminya! ujar nya
Aku tidak menghiraukan perkataan nya, emang benar kalau aku mau menang sendiri dari dia, emang dia pikir aku nggak ingin menang apa?
...
Lamunan ku buyar ketika el memanggil ku.
"Mama! panggil nya
Cairan bening mengumpal di sudut mataku, buru-buru ku hapus agar adzriel tidak melihat nya, kalau dia sampai melihat mama nya ini menangis pasti dia tidak jadi berangkat.
Dia anak nya emang seperti itu, kalau aku nangis sedikit, sudah pasti semua pekerjaan yang dia lakukan di hentikan nya, demi mama nya ini.
Aku sangat beruntung memiliki anak sebaik adzriel, dia selalu menyayangi ku, dan aku juga beruntung dia menemaniku di saat usia ku tak lagi muda ini.
Susah senang dia selalu berbagi ke mama nya ini, mas pasti kamu di sana sangat bahagia melihat putra satu-satu kita berhasil, dan sangat baik.
Tapi sangat di sayangkan putra kita masih single mas!
"Apa, mama lagi merajuk sama kamu! ujar ku ketus
"Merajuk kok mau bicara sama el! ujar nya
"Suka-suka mama dong! ujar ku judes
"Iya, baiklah kita berangkat sekarang! ujar nya
__ADS_1
Samar senyum terukir di wajah senja ku ini, akhirnya putra tunggal ku mau mengikuti keinginan mama nya ini.
"Aku tidak mau melihat mama tersayang ku ngambek seperti ini, kalau mama ngambek wajah cantik mama akan garang seperti kak ros! ujar nya bercanda
Aku memukul lengan putra tunggal ku itu, enak saja dia bilang kalau wajah garang ku mirip dengan wajah kak ros dalam film bocah tuyul itu!
Kini kami dalam perjalanan menuju bandara, sepanjang jalan aku ngoceh saja ke putra ku ini, mengingat kan bahwa kalau kita ke negara orang harus menjaga sikap kita, jangan seenak kita saja.
"Denger nggak ucapan mama! ujar ku
"Hmm... ma! jawab nya
Akhirnya kami sampai juga di bandara, aku mengantar adzriel sampai lobi saja, duduk sebentar menemaninya.
"Sudah lama mama duduk nungguin kamu, kini mama pamit dulu! ujar ku
Baru satu menit ku duduk di lobi, ku bilang ke adzriel sudah lama duduk nya, putra ku itu cuma melongo.
"Ma, mama cuma satu menit kurang tiga detik duduk di sini, masa mama bilang sudah lama! ujar anak ku itu
"Perasaan kamu saja, udah ah mama pamit dulu, ingat sama pesan mama tadi! ujar ku
...
Akhirnya aku sampai di gedung perkantoran milik fondi ini, di sinilah calon menantu ku berkerja yaitu chika.
"Fondi nya ada? tanya ku ke resepsionis
"Maaf, apa ibu sudah buat janji?
"Sudah! ujar ku
Sebelum ke sini tadi aku sudah buat janji dengan fondi, fondi ini termasuk teman dekat papa nya adzriel.
"Sebentar ya bu, saya telepon bapak fondi dulu!
"Mari bu saya antar!
Kini aku di antar oleh resepsionis itu ke tempat fondi, aku sampai di ruangan nya itu.
"Hey, fondi! ujar ku
Dia melihat ke arah dimana aku lagi berdiri, lalu ia menganga dan membuka kaca matanya.
"Oh kakak Saras! ujar nya
"Apa kabar fondi? ujar ku
"Aku baik-baik saja kak, senang bertemu dengan kakak! ujar nya sambil menjabat tangan ku
"Silahkan duduk kak! ujar nya
Lalu kami duduk di sofa ruangan fondi ini, aku berbincang sedikit dengan nya, kedatangan ku ke sini hanya ingin bertemu dengan chika.
"Jadi apa boleh aku meminjam waktu karyawan kamu sebentar! ujar ku
"Haha... tentu kak, untuk kakak apa pun itu pasti aku berikan! ujar nya
"Ah, bisa saja kamu fon! ujar ku
"Oh iya, kenapa kakak sangat tertarik dengan chika? tanya nya
"Well anak nya baik, sopan sama orang tua, tentunya sholeha! ujar ku
"Iya, Chika sangat cocok dengan adzriel!
__ADS_1
"Oh iya, Adzriel apa kabar?, aku sudah lama tidak bertemu dengan nya!
"Dia baik, sekarang dia lagi pergi ke Jerman selama tiga hari, untuk tanda tangan kontrak kerja dengan perusahaan di Jerman itu! ujar ku
"Wahh... adzriel sangat hebat, kehebatan nya itu dapat dari almarhum jaya!
"Haha... bisa saja kamu, tapi emang betul juga sih! ujar ku
Setelah berbincang banyak akhirnya aku di antar oleh fondi ke tempat chika, dari kejauhan aku melihat gadis cantik berpakaian tertutup dengan jilbab warna navy itu, itulah chika.
"Kak, aku sampai sini saja antar kakak, bilang saja sama Chika kalau aku sudah beri izin dia untuk pulang cepat!
"Okee, maaf telah merepotkan! ujar ku
"Tidak masalah kak!
Aku mengangguk seraya tersenyum, lalu aku menghampiri Chika yang lagi berkerja itu.
"Chika! sapa ku
Dia menoleh lalu tersenyum dan ia berdiri lalu ia menghampiri ku.
"Tante Saras! ujar nya menyalami punggung tangan ku.
"Tante kenapa ada di sini? tanya nya
Aku tersenyum saja lalu membawa Chika ke tempat sepi.
"Tante mau apa? tanya nya bingung
"Adzriel, dia mau bicara penting ke kamu, jadi tante ke sini mau menjemput kamu, sekarang ini adzriel lagi di bandara! ujar ku
"Bicara penting apa tante? tanya nya
"Tante juga tidak tau, sebaiknya kamu hampiri dia! ujar ku
Dia gelagat aneh dan mengaruk-garuk kepalanya, "tapi Chika masih kerja tan, tidak mungkin chika tinggalkan pekerjaan chika begitu saja! ujar nya
Kamu sungguh gadis yang sangat bertanggung jawab dan amanah chika, tante sangat suka dengan wanita seperti kamu ini.
"Ayolah chika, adzriel mau bicara sangat penting, apa kamu tidak ingin tau, apa lagi adzriel akan berangkat ke Jerman, tante juga tidak tau kapan adzriel pulang! ujar ku berbohong sedikit supaya chika mau menemui adzriel.
"Tapi tan! ujar nya bimbang
"Kamu tidak perlu takut, karena tante sudah meminta izin ke pak fondi untuk membawa kamu! ujar ku
Ia menghela nafas lalu mengangguk kecil, akhirnya Chika mau juga.
Yes, akhirnya mereka berdua ketemuan, ya, walaupun sebentar, asalkan ketemu.
Aaaa... tidak sabar nya aku melihat mereka berdua bertemu.
...
bersambung...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π