Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 43. Buru-buru Minta Di Lamar


__ADS_3

"Cepat panggil dia!" titah ku


Satpam itu mengangguk lalu berlari ke dalam rumah besar itu, kita lihat apa dia mau menemui ku atau tidak.


Aku menunggu di luar gerbang rumah nya ini, kalau aku masuk, pasti ketemu tante Saras, untuk menghindari tante Saras lebih baik aku tunggu di sini saja.


Plak


Malah nyamuk banyak lagi, aku menepuk nyamuk yang mengigit kaki ku.


Nyiee...nyiee..


Nyamuk-nyamuk itu menyerang ku dengan brutal nya.


Plak


Plak


Plak


Aku tak mau kalah juga aku tepuk, tepuk nyamuk yang mengigit ku itu.


"Mampus kau, mampus!"


"Ha, gila kau nyamuk, bikin gatal-gatal kaki gue aja!"


"Iiih... malah nyamuk nya menyerang aku secara bersama-sama lagi!"


Plak


"Dapat!"


Ku letakkan nyamuk yang ku dapatkan tadi di atas telapak tangan ku, ku perhatikan nyamuk itu yang sedang kejang-kejang akibat ku pukul tadi.


"Sadis juga gue ya, sampai kejang-kejang!"


Huuu... huufff...


Ku tiup lah nyamuk yang ku letakkan di telapak tangan ku tadi.


"Sudah gila?"


Aku menoleh ke belakang ternyata tubuh tegap dan tinggi itu sudah berdiri di belakang ku.


"Ngomong sama nyamuk!" ujar nya dingin


Aku garuk-garuk kepala sambil nyengir, jadi dia denger kalau aku ngomong sama nyamuk, malu-maluin kamu Chika!


"Ngapain ke sini?"


"Malah bilang cari suami lagi, emang di rumah ini ada suami kamu?, aku tidak pernah menampung suami kamu di rumah ku ini!" ujar nya tak kalah nyebelin dari nyamuk tadi.


"Mas, kamu kenapa sih? ujar ku


"Aku kenapa?" ujar nya menunjuk diri nya


Hening


Aku diam seribu bahasa, ya jelas lah dia marah, yang memulai itu aku duluan, bukan dia.


"Kenapa diam ha?" ujar nya


"Kita perlu bicara!" ujar ku


Dia tersenyum smirk, lalu menggelengkan kepalanya, "bicara apa lagi?, toh kamu sendiri yang minta kita untuk saling diam-diaman!" ujar nya


Aku menelan ludah ku dengan susah payah, kemakan omongan sendiri emang nggak enak.


"Pulang, sudah malam!" ujar nya


Dia memutar tubuhnya untuk masuk ke dalam rumah nya, tangan yang ia pangku di dadanya tadi, sudah ia turunkan, lalu satu tangan nya di masukkan ke saku nya.

__ADS_1


"Kamu tega!" ujar ku


Langkah nya terhenti lalu ia menoleh sedikit ke belakang melihat ku.


"Kamu mau apa sebenarnya?" ujar nya


"Kita perlu ngomong!" ujar ku


Dia berbalik lagi, lalu ia membawa aku untuk masuk ke dalam mobil nya, motor ku tadi di letakkan di garasi rumah nya.


Ia melajukan mobilnya itu, kami saling diam, aku di bawa ke kafe, kami memesan minuman terlebih dahulu.


"Ngomong lah!" ujar nya


Ku tarik nafas lalu ku seruput minuman yang ku pesan tadi. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Maaf, aku tadi sebenarnya tidak bermaksud bicara seperti itu!"


"Seperti itu apa?" tanya nya


Lalu ku ceritakan ke dia masalah ku yang di kantor tadi, dia melihatku dengan ekspresi datar saja.


"Jadi kamu takut kalau aku memecat mereka yang menggosipi kamu?" ujar nya


Aku mengangguk kecil sambil cemberut saja.


"Tinggal ngomong itu saja, kenapa kamu harus menutupi nya dari aku?" tanya nya.


Aku hanya diam saja, tidak tau harus ngomong apa lagi dengan nya.


"Kamu tidak diami aku lagi kan?" tanya ku


"Kenapa?" ujar nya


Aku mengaruk-garuk kepada ku, tidak tau maksud dari ucapan nya itu, "maksud kamu?" tanya ku


"Takut jika aku diami kamu?" tanya nya, aku mengangguk cepat, aku takut dia mendiami ku, rasanya beda jika dia mendiami ku.


Aku mengangguk kecil saja, emang itu yang aku ucapkan tadi ke dia.


"Sudah jangan pikirin itu lagi, kita pulang, aku antarin kamu pulang!" ujar nya


Aku mengangguk saja, kini aku di antar pulang oleh nya, jam masih menunjukkan pukul setengah sembilan, aku sudah di antar pulang saja.


Di dalam mobil kami saling diam, tidak tau mau bahas apa, ku perhatikan dia yang lagi fokus menyetir mobil.


Pria sebaik dia mana mungkin ku sia-sia kan begitu saja.


Mobil pun berhenti di depan rumah ku, ku buka sabuk pengaman yang merekat di tubuhku, dia tak melihat ku sama sekali.


"Mas!" panggil ku


"Hmm...!" arah penglihatan nya tidak pernah berubah, ia tak melihat ku juga.


"Kamu masih marah sama aku?" tanya ku


"Nggak! ujar nya irit


"Terus kenapa diam aja sama aku!"


"Mau kamu apa?" ujar nya melihat ku, tatapan kami saling beradu, kami saling salah tingkah, dia langsung membuang muka.


"Kok ngomong nya gitu sih!" ujar ku


"Terus apa?" ujar nya


"Adzriel, lembut sedikit ngomong nya, jangan jutek mulu!" ujar ku


"Emang kayak gini cara ngomong ku kok!" ujar nya


Aku mendengus sebal dari tadi dia bersikap cuek ke aku.

__ADS_1


"Besok jemput aku kan?" tanya ku


"Hmm...!" ujar nya


Aku mengertakan gigi ku lama-lama sebal juga dengan dia, waktu pertama kali kami jadian, dia tak secuek ini, tapi lama kelamaan aku jadi tau sifat aslinya.


"Assalamualaikum!" pamit ku


"Wa'alaikumussalam!"


Aku masuk ke dalam rumah, mobil nya belum juga pergi, ku balik lagi ke tempat nya, "apa lagi? tanya ku


"Jangan ulangi lagi kesalahan kamu lagi, aku tidak suka wanita pembohong, lebih baik jujur dari pada di pendam sendiri!" ujar nya


Aku mengangguk kecil, lalu mobil nya pergi dari rumah ku, aku juga masuk ke dalam rumah.


...


Jantungku berdegup sangat kencang saat dia berdekatan dengan ku. Makanya aku terus membuang pandang dari nya, tak mungkin aku melihat wajah nya itu.


"Jantungku berdegup kencang!"


"Akhirnya kami saling berbaikan juga, apa salah nya dia ngomong ini dari tadi, kan kita tak saling diaman!"


Aku sudah sampai di rumah, ternyata mama lagi berdiri di teras rumah.


"Ma, mama ngapain di luar, nggak baik untuk kesehatan mama!" ujar ku


"Chika ke sini? tanya mama


"Iya!" ujar ku


"Terus dia mana?


"Itu di garasi rumah motor milik dia kan?"


"Udah el antar pulang ma!" ujar ku


"Kok mama nggak ketemu sama dia el? tanya mama


"Dia hanya sebentar di sini ma!" ujar ku


Lalu satpam rumah menghampiri kami berdua, "mbak tadi istri tuan ya?" tanya pak satpam


Mama melihat ku dengan tatapan bingung, "istri?, istri yang mana, kamu sudah punya istri?" tanya mama


"Bukan ma, tadi tu Chika, bilang ngawur ma!" ujar ku


"Pak, mbak yang bapak maksud itu ngomong apa saja ke bapak?" tanya mama


"Dia bilang, kalau dia mau cari suami nya nyonya, katanya suami nya pak adzriel ini!" ujar pak satpam.


Aku hanya tersenyum kecil saja, "wah, berarti Chika itu pengen buru-buru minta di lamar sama kamu el!" ujar mama


"Owalah, jadi mbak tadi calon menantu di keluarga ini ya nyonya!" ujar pak satpam.


"Begitu lah pak! ujar ku


Senyum mama mengembang entah apa yang di pikiran oleh mama ku ini, senyam-senyum sendiri.


...


bersambung...


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁

__ADS_1


__ADS_2