Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 32. Sudah Lama Menyimpan


__ADS_3

1 minggu kemudian...


Sudah satu minggu juga pak adzriel pulang dari Jerman, kemaren aku bertemu dengan nya di kantor tempatku berkerja ini.


Sungguh di sayangkan besok aku pindah kerja lagi di tempat pak adzriel, dia sendiri yang datang kemari untuk menjemput ku.


Pak fondi sebagai bos ku mengizinkan ku untuk kembali lagi ke tempat pak adzriel.


Begitu baik partner bisnis mereka, sehingga pak fondi dengan mudahnya mengizinkan ku untuk kembali ke sana.


Tapi tidak apa-apa ini juga yang aku inginkan, kembali ke sana lagi, sebagai sekretaris pak adzriel.


"Kita bakalan jarang ketemu dong Chika! ujar bunga


"Nggak bakalan kok, gue janji akan sering main di sini! ujar ku


"Tapi waktu itu lo kan pernah bilang, kalau lo nggak mau balik ke sana lagi! ujar bunga


"Itu kan dulu! ujar ku seraya nyengir


"Plin-plan lo! timpal ansel


"Ya, gue gimana gitu, di sisi lain gue pengen balik ke sana, di sisi lain nya gue nggak mau karena gue udah nyaman kerja di sini! ujar ku


"Eh, tapi lo janji ya akan sering main ke sini! ujar bunga


"Gue akan kangen berat sama lo! ujar ansel


Aku hanya tersenyum saja sambil mengangguk melihat mereka berdua yang sedih.


"Gue janji! ujar ku


Aku sangat beruntung sekali memiliki teman seperti mereka.


...


Besok harinya aku sudah tiba di gedung perkantoran milik pak adzriel, aku memasuki gedung perkantoran itu.


Semua karyawan lain menatap ku bingung, aku hanya santai saja berjalan menuju lift, semua karyawan di sini pasti bertanya-tanya, kenapa aku bisa di sini lagi.


Sesampainya aku di depan pintu ruangan pak adzriel, aku langsung mengetuk pintu itu.


tok...tok...tok


Ketukan pintu tiga kali itu sontak saja bikin aku kaget, apakah Chika yang mengetuk pintu itu?


Aku mengubah ekspresi wajah ku ke ekspresi dingin.


"Masuk! ujar ku dari dalam


Cklekk


Pintu pun terbuka kini terlihat sosok wanita berpakaian gamis dan di lapisi dengan jas kerja wanita, dia berdiri di ambang pintu sambil menampakkan senyum manis nya.


"Permisi presdir! ujar nya


Aku mengangguk kecil lalu ia menghampiri ku, perasaan aneh itu muncul kembali, jantung aku seakan ingin melompat.


"Silahkan duduk! ujar ku


Lalu ia duduk di depan ku, diam sejenak, aku masih memperhatikan nya.


"Jadi saya sekarang mulai berkerja pak? tanya nya


"Lebih kurang begitu! ujar ku


"Sekarang kamu ambil berkas ini, susun sesuai dengan PT nya, jangan di campur adukkan, saya tidak suka! ujar ku

__ADS_1


Dia melihat berkas menumpuk setinggi gunung itu, lalu mengangguk patuh.


"Siap presdir! ujar nya


"Sekalian rescheduleulang jadwal meeting saya! ujar ku


Dia mengangguk lalu mengambil berkas yang menumpuk di meja ku.


Baru dua langkah ia pergi aku langsung memanggil nya.


"Chika! panggil ku


Dia menoleh, "iya ada yang saya bantu lagi pak?"


"Buatkan saya kopi! pinta ku


"Baik pak, nanti kopinya nyusul! ujar nya


...


Aku menghempaskan berkas yang baru saja aku ambil dari ruangan pak adzriel, baru pertama aku masuk, tapi pekerjaan ku sudah menggunung saja.


Malah di minta nya nanti lagi, dan sekarang aku harus membuatkan nya kopi.


Kini aku pergi ke pantry untuk membuat kan kopi untuk nya, selesai membuat nya aku cicipi sedikit menggunakan sendok untuk mengaduk nya tadi.


"Pas!"


Sesampainya di sana aku langsung menaruh kopi itu di atas meja nya, tanpa dia lihat sekali pun, lalu aku langsung saja pergi.


Belum b*k*ng ini sempat duduk ia memanggil ku dengan lantang nya.


"Chikaa...!"


Aku dengan gegas nya berlari ke ruangan nya itu, menyebalkan sekali dia, tidak bisakah aku tenang untuk sedetik?


"Kenapa panas sekali kopinya?" aku memutar bola mata ku, ku kira ada apa, ternyata hanya soal kopi doang.


"Tadi sudah saya cicipi pak presdir, nggak panas kok! ujar ku


"Apa? kamu mencicipi kopi saya? ujar nya membola kan mata nya.


Oh astaga kenapa mulut ku keceplosan sih, tukan dia marah, aduh...


"Tidak!"


"Jangan bohong!"


"Iya, tapi sedikit!" aku langsung kabur dari ruangan itu.


Baru pertama masuk kerja aku sudah kena omel, dan pekerjaan juga menumpuk.


Kini aku melanjutkan pekerjaan ku, pertama yang harus aku lakukan ialah menyusun berkas sebanyak ini, sesuai dengan PT nya, kedua aku harus mereschedule ulang jadwal meeting pak presdir, dan yang ketiga aku harus minta tanda tangan di bagian marketing, yaitu pak Budi!


Melelahkan buka?


"Chikaa...!"


Baru menyusun berkas itu aku di panggil lagi oleh nya, aku meletakkan pipiku ke atas meja saking kesal nya.


"Apa lagi pak adzriel yang terhormat? tanya ku dengan malas


"Jangan reschedule ulang jadwal itu, saya salah, itu sudah betul tadi! ujar ku


Aku tersenyum kecil lalu mengaruk-garuk kepala ku yang tak gatal sambil nyengir kuda.


"Sudah ku ubah semua pak presdir! ujar ku tanpa berdosa

__ADS_1


Yang salah dia lho bukan aku, siapa suruh reschedule ulang, kan tangan ku cekatan untuk mengubah jadwal itu, tapi lambat untuk menyusun berkas tadi.


"Buat sesuai dengan yang tadi! perintah nya


Aku mengepalkan kedua tanganku, kesel banget yang namanya minta di ulang buat kembali, emang di pikir gampang apa?


"Sekarang?"


"Besok!"


"Saya serius nanya pak!"


"Ya, sekarang lah masa tahun depan! ujar nya


Aku memutar tubuhku lalu membuka pintu secara paksa, kesal banget dengan dia, kok ada ya bos seperti dia?


...


Kini jam sudah menunjukkan pukul 16. 30 wib, aku mematikan komputer ku, lalu menyiapkan tas ku, aku hendak pulang namun di cegat oleh pak adzriel.


"Chika, tunggu! ujar nya


Seketika aku mengehentikan langkah ku, ia menghampiri.


"Ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan! ujar nya


Aku mengerutkan keningku bingung, dari raut wajah nya seperti sangat penting sekali.


"Apa itu pak? tanya ku


"Tapi aku tidak bisa ngomong di sini, bisakah kamu ikut dengan ku? tanya nya


Aku mengetuk-ngetuk daguku, "hmm...gimana ya" ujar ku


"Please, sebentar aja! ujar nya


"Oke!" ujar ku irit


Kini kami sedang duduk di bangku taman kantor, dia melirik ku sekilas, aku tambah bingung dengan nya.


"Buruan ngomong pak, saya buru-buru nih, saya kan orang nya sibuk! ujar ku


Si sok sibuk nih!


...


Nyatakan sekarang atau tidak ya?, tapi aku takut untuk mengatakan sekarang, apa aku tunggu besok saja?


Tapi aku sudah bersama dengan nya, aku sudah lama menyimpan nya, tidak bisa di tunda lagi.


...


bersambung...


...----------------...


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2