
Hari-hari terus berlalu, sudah satu bulan saja aku memiliki hubungan spesial dengan bos besar ku.
Satu persatu karyawan kantor mengetahui juga hubungan ku dengan bos besar nya, mereka bersikap biasa saja, mungkin aku yang terlalu naif dan beranggapan kalau karyawan kantor tau hubungan ku dengan bos nya mereka akan membenci ku, tapi nyatanya tidak.
Malahan mereka meledek ku, aku tau kalau ledekan mereka itu hanya becanda saja.
Pada saat aku jalan menuju ruangan pak direktur, aku di goda oleh karyawan lain.
"Cihuy... ciee...!"
"Hati-hati, nanti pak presdir cemburu lho!"
"Duh... enak juga ya punya hubungan spesial dengan bos!"
"Tutorial nya dong!"
Setelah bercoloteh lalu mereka tertawa sama-sama, aku jadi malu karena mereka menjahili ku.
Kebanyakan yang meledekku itu teman cowok ku, kalau teman cewek ku, palingan mereka, hanya bisik-bisik tetangga.
"Woy... udah, kalian nggak takut apa gangguin nyonya besar kita!"
"Nanti kita kena Sp lagi, kalau gangguin orang yang di sukai bos kita!"
Aku hanya geleng-geleng kepala, kini aku melanjutkan langkah ku ke ruangan direktur.
"Permisi pak, ini berkas yang bapak minta tadi!"
"Iya, letak di situ!"
Aku meletakkan berkas itu di atas meja nya, langkah ku terhenti saat pak direktur melihat panjang ku.
"Saya permisi dulu pak!" ujar ku
"Ya, rumor itu apakah benar? tanya nya
Aku mengerutkan keningku, rumor apa yang di maksud pak Bima selaku direktur operasional di sini.
"A-apa pak, rumor? tanya ku tidak tau maksud nya
"Ck!" decak nya
"Isu antara kamu dan pak presdir lah!" ujar nya.
Aku mengerutkan keningku sambil cengir, bukan karyawan biasa saja yang tau, direktur di sini juga tau. Cepat banget tersebarnya.
"Bapak dari mana tau? tanya ku
"Dari orang-orang lah, mereka pada omongin kalian!" ujar pak Bima
"Apa itu benar?" tanya nya lagi
"Hmmm... Begitulah pak!" ujar ku
Pak Bima mengangguk kecil, setelah selesai ia bertanya, kini aku pergi dari ruangan itu.
Kini aku pergi ke pantry untuk membuat teh, sampainya aku di sana, aku mendengar kalau mereka lagi membicarakan ku.
__ADS_1
"Palingan sekretaris nya itu yang ganjen, kalau nggak ganjen mana bisa pak presdir tergoda!
"Iya tuh, yang kita tau, pak presdir selama ini kan sangat tidak tertarik dengan perempuan!"
"Heran, kok bisa ya, dia dapatkan hati pak presdir yang sangat dingin dan kaku itu?"
"Nama nya juga cewek centil, berbagai cara pasti ia lakukan untuk mendapatkan hati pak presdir!
"Cinta di tolak dukun pun bertindak!"
"Semacam pelet ya!"
"Hahahaha...!
Mereka lagi menggunjingin ku, sedikit panas juga hati aku saat di omongin yang tidak-tidak tentang ku.
Aku tidak jadi masuk ke pantry itu, aku langsung pergi setelah mereka menggunjingin ku.
Sakit juga ya ternyata di omongin orang yang tidak itu kenyataan nya yang sebenarnya. Jatuh nya gibah karena mereka telah menuduh sembarangan bicara. Ya Allah ampunilah dosa mereka yang telah menggibahi ku, dan ampunilah dosa ku yang telah di gibahi nya ya Allah.
Sesampainya aku di meja kerja ku, aku menghapus air di sudut mata ku. Aku berusaha tetap senyum, walau hati aku sedang sakit.
"Chika, kamu harus sabar!" aku menyemangati diri ku. Apa pun yang mereka katakan, anggap saja mereka lagi mentransfer pahala ke kamu.
Tapi hati aku sakit saat mereka bilang kalau aku ini main dukun, apa lagi mereka bilang kalau aku mempelet pak adzriel. Aku bukan perempuan serendah itu, yang main dukun untuk cinta ku, cinta ku murni dari hati ini.
"Chika!"
Terdengar dari ruangan pak adzriel kalau dia memanggil ku. Aku langsung menghampiri nya.
Aku mengetuk pintu ruangan nya terlebih dahulu. Biar bagaimanapun aku ini hanya bawahan nya, jadi, aku harus sopan dengan nya.
"Masuk!"
Aku masuk ke ruangan nya itu.
"Apa pak?" tanya ku
Dia mengerutkan keningnya melihat ku, "kamu kenapa? tanya nya
Bukanya menjawab pertanyaan ku, malah dia balik bertanya kalau aku kenapa!
"Tidak!" ujar ku
"Jangan berbohong, itu wajah kamu kelihatan lagi banyak pikiran! ujar nya
"Itu mungkin pemikiran bapak!" ujar ku
Dia mendekati ku lalu berdiri tepat di hadapan ku, aku mendongak ke atas melihat nya, secara kan aku hanya setinggi bahu nya.
"Yakin?" ujar nya
Aku mengangguk, walau yang dia bilang itu benar adanya, kalau aku lagi banyak pikiran.
"Sekarang kalau kamu tidak banyak pikiran, terus kenapa mata kamu memerah?" tanya nya, seakan dia itu mau mengorek-ngorek lebih lanjut lagi masalah ku.
"Perih kena debu! ujar ku
__ADS_1
"Di sini tidak ada debu, apa kamu habis dari luar?"
"Atau kamu habis nangis?"
Benar saja, kalau dia lagi mencari-cari masalah ku.
"Apaan sih, jangan sotoy mas!" ujar ku
"Aku bukan sok tau chika, tapi aku harus memastikan kalau kamu itu baik-baik saja!" ujar nya
Aku tersenyum saja supaya dia tidak mencurigai ku lagi.
"Aku baik-baik saja!" ujar ku
Dia menggeleng tidak percaya, "kamu masih menganggap aku atau tidak?"
Deg
Jantungku berdegup kencang, seolah dia itu menganggap kalau dia tidak aku anggap lagi.
"Apa yang kamu bilang?" tanya ku dengan bingung.
"Kalau sikap kamu seperti ini, berati kamu tidak menganggap aku lagi, untuk apa aku di sisi kamu, sedangkan kamu tidak mau bicara masalah kamu ke aku!" ujar nya
Aku tidak mau bilang ke dia tentang masalah tadi, sudah susah payah aku menutupi masalah ku, tapi dia pandai mengungkit nya.
"Apaan sih mas, aku tidak nutupi apa-apa dari kamu!" aku sedikit meninggikan volume suara ku.
"Tu kan, kamu sendiri lho yang bilang, kalau kamu lagi tidak menutupi masalah dari aku!
"Berati memang benar kalau kamu lagi ada masalah, dan kamu berusaha menutupi itu dari aku!" ujar nya
Dia begitu sangat peduli dengan ku, sampai masalah aku saja dia bisa tau, kamu patut di sukai banyak orang, tapi aku tidak mau dia tau, kalau sekarang ini karyawan di sini lagi membicarakan kejelekan ku.
Bukan nya aku tidak mau bilang sama dia, tapi aku takut kalau dia memecat karyawan yang menggunjingi ku.
"Sudahlah, lebih baik kita saling diam dulu! ujar ku
Lalu aku pergi dari sana, aku pikir karyawan di sini pada suka dengan ku, ternyata tidak, mereka munafik, bermuka dua, baik di luar jahat di dalam.
"Jalan yang harus aku ambil yaitu menjauh dari pak adzriel dulu, aku tidak mau menambah masalah lagi!"
...
bersambung...
...Kata-kata mutiara :Bahagia itu sangat sederhana, kita hanya perlu mensyukuri dengan nikmat yang telah Allah berikan....
...----------------...
Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.
Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!
Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan Mas suami duda
Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁
__ADS_1