Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 44. Lagi Ngirit Buat Modal Nikah


__ADS_3

Libur akhir tahun hampir tiba, jadi aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ku, agar nanti waktu libur aku tak pusing lagi dengan kerjaan ku.


Dalam minggu ini mungkin aku sering lembur, untuk menyelesaikan pekerjaan kantor ini, liburan akhir tahun ini aku berencana untuk nyantai saja, dan tidak lupa pula untuk healing nya.


Aku sudah berencana bulan ini untuk melamar gadis pujaan hati ku, yaitu Chika Anastasya, semua nya sudah aku persiapkan jauh-jauh hari.


Aku tak sabar untuk melamar Chika untuk menjadi istri ku.


"Ngapain melamun pak, senyam-senyum lagi!" ujar Chika, dia sudah berdiri di hadapan ku.


Semenjak kapan dia masuk ke ruangan ku?


"Tidak sopan ya!" ujar ku


Biasanya kalau dia masuk ke ruangan ku, pasti dia mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Bilang aja aja terus aku tidak sopan, jelas-jelas dari tadi aku ketuk pintu, malah tak ada sahutan dari kamu, aku masuk eh kamu malah senyam-senyum tak jelas!" ujar nya


Oh begitu kah? tapi kenapa aku tak mendengar kalau ada suara ketukan pintu ya?


"Oh begitu kah?, tapi kenapa aku tak dengar kalau kamu mengetuk pintu?" tanya ku


Dia menggeleng, "budeg kali kamu nya!" ujar nya


Aku menatap tajam ke arah nya, dia hanya bersikap biasa saja, tanpa ada takut sama ku.


"Mau apa?" tanya ku


"Minta tanda tangan kamu mas!" ujar nya menjulurkan sebuah berkas pada ku.


Aku melihat terlebih dahulu berkas itu, ternyata ini berkas untuk membeli barang untuk kebutuhan perusahaan kami ini, ku lihat dulu barang yang akan kami beli dan berapa pengeluaran setiap pembelian barang ini.


"Sesuai!" ujar ku


"Kalau sesuai, buruan tanda tangan mas!" ujar Chika


Ku lihat dia yang berdiri, kelihatan gelisah sekali, kenapa dengan dia.


"Kenapa musti buru-buru?" tanya ku


"Nggak tahan mas, ah kamu lama banget deh!" ujar nya


Aku menahan tawa ku, ternyata dia lagi kebelet.


"Tu toilet!" ujar ku menunjuk pintu yang berada dekat sudut.


Dia melihat pintu itu, lalu berlari ke sana, tawa ku ingin pecah tapi tak mungkin juga aku tertawa terbahak-bahak di hadapan nya.


Selesai menanda tangani berkas ini, kini aku beralih ke layar laptop ku.


"Mas...!" teriak nya


Dia kembali lagi ke tempat ku, masih sama dia sangat gelisah saat menahan kencing.


"Apa?" tanya ku


"Itu bukan kamar mandi, malahan kamar tidur!" ujar nya


Aku menahan tawa ku lagi, ya, di ruangan ku ini ada sebuah kamar khusus untuk ku, biasa lah kalau lagi mager pasti aku tiduran di dalam kamar itu, di kamar itu juga ada kamar mandi nya.


"Di sudut kamar tu kan ada kamar mandi nya!" ujar ku


"Nggak ada!" ujar nya

__ADS_1


Aku bangkit dari duduk ku, lalu membuka kamar itu, ku tunjuk lah di sudut kamar itu ada pintu juga.


"Itu pintu apan? tanya ku


"Lah, kok ada, tadi aku nggak lihat! ujar nya


"Buruan sana!" titah ku


Dia berlari ke kamar mandi itu, kini aku duduk di kursi kebesaran ku itu, aku kembali melanjutkan pekerjaan ku.


Biasanya aku tak pernah memberi izin ke semua orang untuk memasuki kamar khusus ku itu, Alex saja tak pernah masuk ke sana, yang membersihkan kamar itu aku sendiri, tanpa menyuruh petugas kebersihan, dan entah kenapa aku dengan mudah nya memberi izin Chika untuk masuk.


Dia keluar dari kamar itu lalu menutup kamar itu kembali, wajah nya sudah kembali normal tanpa menahan kencing lagi.


"Huff... lega!"


"Udah mas?" tanya nya tangan nya sudah mengambil berkas tadi.


"Sudah!" ujar ku


"Aku keluar dulu ya, berkas ini harus di kembalikan!" ujar nya


Aku mengangguk kecil seraya tersenyum, dia juga tersenyum padaku.


"Love you mas!" ujar nya


Aku tersenyum lebar, "love you to!" balas ku


Makin hari hubungan kami makin dekat saja, dia sering lengket dengan ku, aku meeting saja dia juga ikut, katanya dia tidak mau kalau aku di ganggu sama wanita lain.


Aku benar-benar tak sabar ingin melamar nya segera mungkin.


...


Malah dia tertawa lagi, ya walaupun aku tidak melihat secara langsung dia ketawa, tapi aku sangat tau gimana dia menahan tawa tadi.


"Uuuh...sangat memalukan kamu Chika!"


Aku mengembalikan berkas tadi ke tempat pak Bima, aku menitipkan berkas ini ke sekretariat nya.


"Mbak ini berkas nya tolong berikan ke pak Bima ya!" ujar ku


Tadi pak Bima menyuruh aku untuk menitipkan berkas ini ke sekretariat nya.


"Baik, ini sudah di tanda tangan sama pak presdir kan?" tanya nya


"Sudah mbak! ujar ku


"Baiklah!" ujar nya


Aku balik lagi ke tempat meja kerja ku, kata bos libur akhir tahun ini semua karyawan akan di liburkan, kata dia lagi semua pekerjaan harus selesai dalam seminggu ini, jadi kami di tuntut untuk mengerjakan pekerjaan harus cepat, dalam seminggu ini juga kami di suruh lembur oleh pak presdir.


Liburan akhir tahun ini aku berencana untuk membantu mama menjual kue di toko kue mama saja, sekalian aku belajar buat kue lagi bareng mama.


"Inget makan Chik, jangan berkutik sama komputer mulu!" tegur pak Alex


"Mang udah jam istirahat?" tanya ku


"Sudah, tuh jam ada di pergelangan tangan kamu! ujar nya


Ku lirik jam yang melingkar sudah tak sempurna lagi di pergelangan tangan ku, udah mencong ke sana ke sini jam tangan ku, akibat terlalu bersemangat bekerja, sampai-sampai jam tangan ku ikut ngeblank juga, nggak otak aja yang ngeblank, tapi jam ku ikut ngeblank juga, hihi...


"Oh iya ya!" ujar ku

__ADS_1


"Pak Alex mau kemana hendak kemana? tanya ku basa basi


"Dari ruangan ku hendak ke sini dan ke sana!" ujar nya menunjuk ruangan pak adzriel


"Oh, oke!" ujar ku singkat


Ku matikan komputer ku dulu, aku mengambil mukena dan bekal makanan ku dari dalam paper bag organizer.


"Duluan pak!" ujar ku


"Yoii!" ujar nya


Sebelum makan siang aku pergi ke mushola kantor ini dulu, aku hendak melaksanakan shalat Zuhur, apa lagi sudah masuk waktu Zuhur.


Sedih aja sih, tiap aku pergi ke mushola ini, hanya beberapa orang saja yang melaksanakan shalat.


"Ya Allah bukakan lah pintu hati mereka, supaya mereka mau melaksanakan perintah mu dengan lapang dada ya Allah!"


Perempuan di kantor ini yang sholat hanya beberapa orang saja, Riska juga sering sholat juga, mungkin dia agak telat datang nya ke sini.


"Hai Chika!" ujar Riska


Baru ku sebut eh orang nya udah nongol, aku membersihkan karpet untuk sholat ini dulu.


"Ke mushola nggak ngajak gue!" celoteh Riska


"Abis nya lo nggak kelihatan tadi!" ujar ku


Kami berdua pasti termenung dulu, sebelum sholat, Riska pernah bilang ke aku, kalau dia sedih jika mushola sebesar ini di telentara kan, sama hal nya dengan aku, aku juga sedih jika mushola ini di telentara kan.


"Ambil wudhu yuk!" ajak Riska


Aku mengangguk kecil, kini kami berdua mengambil wudhu di tempat wudhu wanita.


Selesai mengambil wudhu kami melaksanakan sholat Zuhur empat rakaat, selesai sudah kami menjalankan perintah Allah.


"Lo bawa bekal Chik?" tanya Riska, dia melihat aku lagi menenteng bekal makanan ku.


"Ya ni, gue lagi ngirit!" ujar ku


"Tumben! ujar Riska


"Untuk modal nikah gue nanti!" ujar ku terkekeh


"Pantesan aja, dari kemaren-kemaren lo bawa bekal, ternyata lagi ngirit buat modal nikah!" ujar Riska


Aku tersenyum kecil, terpaksa ngirit buat modal nikah, aku tidak mau membebani kedua orang tua ku nanti nya.


...


bersambung...


...kata-kata mutiara : Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan kesulitan bersama kemudahan. (HR Tirmidzi)...


...----------------...


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁

__ADS_1


__ADS_2