
Seperti biasa aku pulang langsung di sambut oleh art rumah, aku pura-pura capek saat sampai rumah, supaya mama tidak curiga kalau aku pulang nya tidak naik angkot.
"Kasihan tuan muda, pulang nya naik angkot! ujar art rumah dengan iba
Aku juga berpura-pura memasang tampang iba, agar akting ku berjalan dengan sempurna.
"Aduh capek sekali! ujar ku berpura-pura sambil menghapus keringat di keningku.
Nyatanya aku bohong, ya kali aku mau naik angkot sialan itu, lebih baik mutar otak cari ide berlian, akhirnya aku mempunyai ide untuk di antar pulang oleh Alex sampai gang depan saja.
"Tuan muda mau saya pijitin? tanya art yang biasa memijit ku.
Aku tersenyum kecil lalu mengangguk, lumayan di pijitin, dari pada tidak sama sekali.
Aku duduk di sofa ruang tamu lalu kaki ku di pijit oleh art rumah, uuh...enak nya di pijitin kayak gini!
Eh btw aku harus beri tahu mama secepatnya kalau chika tidak bersalah, supaya mama percaya aku harus menunjukkan video rekaman cctv itu ke mama, agar semua fasilitas ku di kembalikan oleh mama.
Nanti saja aku bilang ke mama, sekarang aku mau istirahat dulu.
"Tuan muda tidak mau meminta fasilitas tuan ke nyonya besar? tanya bik Yatri
"Nanti aku bilang ke mama bik! ujar ku
Bik Yatri merupakan asisten rumah tangga kami yang paling lama berkerja di sini, sebentar lagi dia akan pensiun dari pekerjaan nya, aku sedikit tidak senang kalau dia pensiun, tapi mau bagaimana lagi umur nya sudah terbilang tua.
"Bibi kasihan sama kamu, pergi ke kantor naik angkot, bibi tau kalau kamu tidak pernah naik angkot! ujar bik Yatri
"Tidak masalah bik, mencoba hal baru saja! jawab ku
Setelah selesai di pijiti oleh bik Yatri kini aku pergi ke kamar, rencananya selesai makan malam nanti aku bicara dengan mama.
"Mama tumben sekali tidak kelihatan! gumam ku
Biasanya aku pulang mama pasti duduk di sofa ruang tamu, tapi sekarang mama tidak di sana, agak nya mama lagi apa ya?
Sudahlah, nanti aku harus bicara dengan mama, semoga saja mama percaya dan mengembalikan semua fasilitas ku.
Sudah selesai mandi dan mengambil wudhu, kini aku melaksanakan shalat magrib tiga rakaat.
Untuk mengakhiri sholat magrib aku memanjatkan do'a kepada yang maha kuasa.
Kini aku turun kembali ke bawah untuk makan malam, wanita paruh baya yang mengenakan hijab berwarna maron itu tersenyum melihat ku sudah datang.
"Gimana, bukti nya sudah kamu dapatkan? tanya mama
Aku langsung cemberut, bukan nya nanya tentang anak nya, lah ini mama malah nanya soal bukti itu terus, dari kemaren mama ku ini nanya itu-itu mulu lho, jadi bosan aku dengar nya.
"Lebih baik kita makan dulu ma, soal yang lain jangan di bahas dulu! ujar ku
Makanan enak sudah terhidang di meja makan ini, kini aku menyantap makanan itu dengan lahap nya.
Selesai makan kini kami berdua duduk di sofa ruang tv, ini kesempatan yang bagus untuk aku bicarakan ke mama.
Eh tunggu dulu rekaman cctv tadi sudah aku pindahkan ke hp ku belum ya?
Aku mengutak-atik hp ku untuk mencari video rekaman cctv itu, ternyata eh ternyata belum aku pindahkan ke hp ku.
__ADS_1
"G*bl*k bener! umpat ku
"Eh, anak mama ngomong apa sih! ujar mama kaget, pasalnya aku tidak pernah berkata kasar di hadapan mama, baru sekali ini mulutku keceplosan menyebut kata kotor.
Tapi untung saja laptop kantor aku bawa pulang.
"Mama tunggu sebentar di sini ya! ujar ku
Whuss...
Aku langsung berlari menaiki anak tangga untuk ke kamar ku mengambil laptop itu, tidak membutuhkan waktu lama aku kembali lagi membawa laptop ke tempat mama.
Aku membuka rekaman cctv itu dan memperlihatkan ke mama.
"Rekaman apa ini? tanya mama
"Mama lihat aja dulu! ujar ku
Lalu mama melihat rekaman itu, mama mengerutkan keningnya.
"Ini rekaman apa? tanya mama
"Rekaman itu menunjukkan kalau bukan chika yang mengambil berkas itu ma, yang mama bilang benar, kalau Chika tidak salah, jadi aku yang salah ma telah menuduh nya, tanpa mencari bukti yang valid dulu! ujar ku
"Nah kan, mama bilang apa, kamu tidak percaya sih!
"Terus perempuan yang ada dalam rekaman ini siapa? tanya mama
"Mereka tidak penting kita bahas ma! ujar ku
"Iya mereka, dia bukan hanya sendiri ma, tapi bertiga, mereka begitu jahat sama Chika ma! ujar ku
Mama mengangguk kecil, "terus mereka kamu apakan? tanya mama
"Sudah aku pecat ma! ujar ku
"Baguslah, jadinya tikus-tikus kotor itu tidak ada di kantor kita lagi! ujar mama geram
Setelah memperlihatkan rekaman itu ke mama, kini aku mau meminta kembali fasilitas ku ke mama.
"Terus fasilitas aku bisa di kembalikan kan ma! ujar ku
Mama menatap ku dengan seksama lalu mengelenggkan kepala nya, nah ini ni yang bikin aku jengkel, sudah di beri bukti yang valid, eh mama masih saja menahan fasilitas ku.
"Apa lagi yang mama mau?, aku sudah mencari bukti yang sesungguhnya lho ma! ujar ku
"Kamu tidak merasa salah gitu! ujar mama
Aku terdiam seribu bahasa, yang mama bilang itu benar ma, aku merasa sangat bersalah dengan chika, andaikan mama tau jika sekarang ini aku lagi pusing memikirkan bagaimana cara nya aku minta maaf pada nya.
"Minta maaf sana sama chika! ujar mama
"Malu ma! aku berkata jujur
Mama menggeleng-nggelengkan kepala nya, lalu mama mengambil hp ku.
"Mama mau apa? tanya ku
__ADS_1
"Telepon chika lah! ujar mama
Aku melongo saat mama sudah menelepon Chika, kini mama memberikan telepon itu ke aku.
"Ma, aku harus ngomong apa? ujar ku sangat panik
"Bilang apa pun itu terserah kamu, atau nggak kamu bilang ajak ketemu kek! ujar mama
Panggilan telepon ku di angkat oleh chika, aku sempat terdiam, dan akhirnya ia menyapaku dengan salam duluan.
"A--assalamualaikum pak! ujar nya dari seberang sana
Aku tidak tau harus ngomong apa, sedangkan mama menyuruh aku untuk bicara, mama mempraktekkan ke aku bagaimana bicara ke chika, aku jadi bingung sendiri entah apa yang mama omongkan ke aku, wong mama cuma mengisyaratkan ke aku, mana aku paham.
"Astaga, adzriel, itu aja nggak bisa! lirih mama, aku langsung menjauhkan telepon itu agar Chika tidak mendengar omongan mama.
Mau tidak mau aku harus bicara, ku tarik nafas lalu...
"Wa'alaikumussalam!
"Besok, kita bisa ketemuan tidak?, kalau bisa, saya tunggu kamu di taman biasa! ujar ku secara cepat.
"Iya, pak! jawab nya
Aku langsung memutuskan panggilan telepon itu, entah apa yang dia pikirkan tentang ku sekarang ini, yang pasti aku telah buat janji dengan nya besok.
Lalu mama menggeleng-nggelengkan kepalanya melihat ku, aku hanya nyengir saja sambil garuk-garuk kepala.
"Ma, kan aku sudah ngomong tuh sama chika, sekarang balikin fasilitas ku ya ma! bujuk ku
Mama menghela nafas lalu mengeluarkan kunci mobil, kunci motor, dompet, kartu ATM dari dalam saku baju mama.
Lalu mama memberikan fasilitas itu ke aku semua, senyumku langsung mengembang, akhirnya fasilitas ku di balikan juga oleh mama.
Dan aku tidak akan pernah naik angkot sialan itu lagi, bersyukur nya aku.
"Makasih mama, aku sayang mama! ujar ku
"Iya! ujar mama
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1