Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 49. Alex Menyebalkan


__ADS_3

Kami karyawan kantor lagi lembur sekarang ini, perkiraan waktu kami akan lembur sampai satu minggu lama nya.


Jam tujuh malam kami masih di kantor, karyawan yang tidak berkepentingan dan sudah selesai kerja nya sudah boleh pulang.


"Chik, gue malas nih lembur kayak gini!" rengek Riska


Kami baru selesai makan malam di kantin kantor.


"Sabar ris, cuma satu minggu kok kita lembur nya, selama dua minggu kita libur panjang lho!" ujar ku


"Lo kan enak bisa lembur bisa ketemuan terus sama pak adzriel, bisa saling semangat dan support!" ujar nya


Aku hanya tersenyum kecil saja, tidak enak punya kekasih apa lagi tempat kerja nya sama gini, malahan kita sering di gangguin.


"Alah nggak enak-enak bener ris, gue kadang risih kalau di ganggu mulu!" ujar ku


"Risih kan lo seneng juga, gembira dapet, senang dapet, ngobrol dari hati ke hati juga dapet, lah gue, mana ada!" ujar nya


"Jangan bersedih gitu dong!" ujar ku mengusap punggung nya.


Aku kembali ke meja kerja ku, secara bersamaan mas adzriel keluar dari ruangan nya, dia tampak buru-buru.


"Mas kenapa?" tanya ku


"Mama, Chik, mama ku pingsan!" ujar nya panik


"Astagfirullah alhazim...!" aku ikut terkejut juga dengan ucapan mas adzriel.


"Aku harus pulang sekarang juga, kamu nanti pulangnya di antar sama Alex ya!" ujar nya


Wajah cemas bercampur khawatir terlihat jelas dari wajah nya, aku juga kasihan dengan nya. Keringat sebesar biji jagung sudah membasahi pipi dan dahi nya.


"Iya mas, kamu hati-hati ya!" ujar ku


Dia mengangguk sambil tersenyum, walaupun senyum nya itu senyum palsu, dia berlari menuju lift.


"Hati-hati mas!" ujar ku sekali lagi


"Iya!"


Kini aku melanjutkan pekerjaan ku, sedikit tidak senang hati ku melihat kecemasan dari wajah nya, semoga saja tante Saras baik-baik saja.


Aku tau jika dia sangat khawatir dengan keadaan mama nya, bagaimana tidak, hanya mama nya saja yang ada dalam hidup nya selama ini, semenjak papa nya tiada dia jadi sering takut jika mama nya kenapa-napa.


...


Hati ku rasanya kacau sekarang ini, tiba-tiba saja ada telepon masuk, mengabarkan kalau mama pingsan di rumah.


Aku buru-buru tancap gas mobil ku, aku takut jika terjadi sesuatu dengan mama, sudah cukup papa yang pergi meninggalkan kami, aku tidak ingin hal itu terulang lagi.


"Ya Allah lindungilah mama hamba!"


Jalanan begitu ramai aku tak bisa membawa mobil dengan kecepatan tinggi, aku harus menjaga keselamatan para pengendara lain nya.


"Ayolah jangan kayak gini!"


Tin tin tin


Ku bunyikan klakson mobil ku supaya mobil di depan ku bisa memberiku jalan.


Setengah jam menempuh perjalanan menuju rumah, akhirnya aku sampai juga di rumah ku, aku turun dari mobil dengan tergesa-gesa.


"Ma, mama...!" teriak ku mendobrak pintu utama begitu saja.


Aku sangat cemas sekali dengan keadaan mama, "mama... mama... aku kembali ma!" teriak ku berlari memanggil mama.


Kaki ku rasa nya sangat lemas, "mama...!" panggil ku.

__ADS_1


Sampai di depan pintu kamar mama, bik Yatri menyuruhku diam.


"Den, mama aden lagi tidur, sebaiknya aden jangan menganggu dulu!" ujar bik Yatri


"Mama kenapa bik?" tanya ku


"Kata dokter nyonya kecapekan den!


"Kecapekan bagaimana bik, aku kan pernah bilang jangan biarkan mama melakukan pekerjaan rumah, percuma dong art banyak di sini, sedangkan mama ku harus melakukan pekerjaan rumah juga!" ujar ku tersulut emosi


"Maaf den, tapi nyonya sangat memaksa den, kami juga takut untuk melarang nya!"


"Itu bukan alasan yang tepat bik, kalau terjadi sesuatu dengan mama ku, aku tidak akan memaafkan kalian!


Lalu aku pergi ke kamar ku, kalau aku di sana terus yang ada aku tambah emosi.


Huff... ku hela nafas panjang, kadang mama juga begitu, sangat sulit untuk di larang.


Aku membuang jas ku di sembarang tempat, dasi dan sepatu ku, ku buang di sembarang juga.


Drrrttt drrrttt drrrttt


Hp ku bergetar ku lihat siapa yang menelepon ku, ternyata Chika yang menelepon ku, mungkin dia juga khawatir dengan mama.


"Assalamualaikum Chika!"


'Wa'alaikumussalam mas!'


'Bagaimana keadaan mama mas, mama baik-baik saja kan, tidak ada yang perlu di khawatirkan kan?'


Pertanyaan bertubi-tubi dia lontarkan di sebalik telepon ini, aku sedikit tersenyum dengan ke khawatir nya itu terhadap mama ku.


"Alhamdulillah mama baik-baik saja Chika, sekarang ini mama lagi tidur!" ujar ku


'Syukurlah kalau tante Saras baik-baik saja, aku khawatir dengan tante Saras, dan sama kamu juga!'


Senyumku mengembang dia akhir kalimat nya ia mengatakan jika ia mengkhawatirkan ku juga.


'Huff... lega aku dengar nya mas!'


Tarikan nafas nya itu membuat aku juga lega juga.


'Kamu istirahat ya, jangan sampai kamu juga yang sakit!'


'Jangan lupa makan juga ya, aku tau kalau kamu belum makan dari tadi, jaga kesehatan kamu ya mas, aku tutup telepon nya dulu!'


Aku tersenyum lebar ternyata dia sebegitu nya mengkhawatirkan ku, jadi tambah sayang sama dia.


"Iya, calon istri ku!"


'Assalamualaikum mas!'


Dia langsung mematikan panggilan telepon nya setelah dia mengucapkan salam, aku yakin jika sekarang ini wajah nya memerah seperti tomat.


"Wa'alaikumussalam!"


...


Dia selalu begitu bikin wajah ku memerah terus, huff... syukurlah jika mama nya baik-baik saja.


"Astagfirullah kok wajah kamu merah gitu?"


Aku kaget dong dengan penampakan yang satu ini, kenapa sih si Alex ini sering muncul di saat aku lagi tersipu malu gini.


"Apaan sih!" ujar ku


"Itu wajah kenapa merah Chik?"

__ADS_1


"Pakai blush-on tadi!" ujar ku memutar bola mata dengan memelas


"Bukan blush-on, palingan kamu lagi tersipu malu, ya kan!" ujar nya


Aku mencibirkan bibir ku, gregetan jika aku harus berhadapan dengan pak Alex ini.


"Mau apa bapak ke sini?" tanya ku


"Tadi kata adzriel aku harus antar kamu pulang!" ujar nya


Hmm... kata mas adzriel tadi sih iya, kalau aku di antar pulang oleh pak Alex.


"Ya!" ujar ku irit


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 21.00 wib, semua karyawan kantor sudah pulang, tapi masih tinggal sebagian karyawan yang belum pulang, aku juga harus pulang juga.


"Yuk pak kita pulang!" ujar ku


"Yoi!"


Kami menuju lantai bawah, sedikit ngeri juga kalau malam-malam masih di kantor ini, apa lagi kata orang yang sering lembur sering di gangguin gitu.


Whuss


"Astagfirullah alhazim, itu tadi apa ya Allah?" aku langsung kaget yang ku lihat tadi, melayang seketika


Di depan ku perasaan ada yang lewat, bulu kudukku sudah merinding, pak Alex tadi masih lama mengambil mobil nya di basement.


"Astagfirullah alhazim, astagfirullah alhazim, astagfirullah alhazim!"


Aku terus beristighfar agar makhluk lain tak menganggu ku.


"Pak Alex! panggil ku


"Kemana dia, sangat lama sekali?"


"Pak Alex!" panggil ku sekali lagi


Ngeri banget apa lagi aku sudah di ganggu oleh makhluk tak kasat mata tadi, ingin aku nangis sekarang ini.


"Hiks... hiks... pak Alex jangan bercanda dong!" tangisan kecil sudah keluar


"Doarrr...!


"Aaaaa.... astagfirullah alhazim!"


plak


Aku langsung menampar pipi pak Alex, saking refleks nya tangan ini tak bisa terkontrol.


"Aaw... sakit Chik!' ujar nya memegang pipi nya


"Jahat banget sih, awas kamu ya pak, aku kaduin kamu ke mas adzriel!" ujar ku


"Nggak takut!" ujar nya


Menyebalkan kalau aku bersama Alex somplak ini.


...


bersambung...


...kata-kata motivasi : Bertahan hidup di dunia yang kejam ini adalah bisnis yang melelahkan, tetapi banyak penghargaan di akhir pertempuran....


Hmm... boleh komentar nya tidak?, author pengen tau pendapat kalian tentang cerita ini, tidak ada komentar tidak semangat sama sekali author nulis novel itu.


Kalian boleh, mampir juga di cerita author yang lain nya, bisa langsung baca tanpa koin sedikit pun!

__ADS_1


Judul novel : - penyesalan suamiku, aku jatuh cinta dengan gadis SMK, pulanglah Mas, dan mas suami duda.


Yuk silahkan mampir, siapa tau kalian juga suka😁


__ADS_2