Nasib Pacaran Sama Bos Besar

Nasib Pacaran Sama Bos Besar
part 52. Lamaran Sekaligus Tunangan


__ADS_3

Satu minggu ini aku mempersiapkan diri ku dengan matang, supaya tiba saat nya aku tidak canggung dan grogi lagi.


Dan tibalah saat ini dimana aku akan di lamar oleh kekasih pujaan hati ku, pagi ini semua kerabat mama dan papa sudah sibuk di rumah ku, mereka datang jauh-jauh dari Padang untuk menyaksikan acara lamaran ku.


Begitu kompak nya keluarga besar kami, sewaktu kak nisa nikah dulu, keluarga besar ku juga datang.


Keluarga papa yang datang dari luar pulau Jawa juga ikut kompak, melihat kekompakan mereka aku jadi senang.


Semoga keluarga besar kami seperti ini terus, kini aku lagi di rias secantik mungkin oleh MUA yang ku sewa.


"Bagaimana perasaan nya mbak?" tanya MUA yang lagi merias wajah ku


"Yang pasti deg-deg mbak!" ujar ku


"Iya betul juga mbak, saya dulu di lamar sama pacar saya juga gitu, deg-degan nya minta ampun!" ujar nya


Aku tersenyum kecil, di samping kiri dan kanan ku sudah berdiri tiga sahabat ku, bunga, azura, dan Riska, mereka memperhatikan ku.


"Duh... Chika lo cantik banget!" ujar azura


"Bisa aja lo, gue merasa seperti biasa saja!" ujar ku


"Ah, itu perasaan lo aja Chik! timpal bunga


"Iya tuh, lo cantik bak bidadari Chika! ujar Riska ikut-ikut memuji kalau aku cantik.


"Lo udah siap belum? tanya bunga


"Huff... gue sudah siap, tapi gue masih deg-degan! ujar ku


Baju yang di pakai oleh Chika pada saat acara lamaran nya dengan adzriel.



Aku mengatur nafas ku supaya aku tidak grogi dan deg-degan lagi.


MUA tadi sudah selesai merias wajahku, kini aku dan tiga sahabat ku masih di dalam kamar ku.


Mulutku tak henti-hentinya berdo'a supaya acara lamaran ini berlangsung secara lancar tanpa ada gangguan sedikit pun.


"Masya Allah kamu cantik sekali nak!" mama masuk ke kamar ku


Aku tersenyum manis ke mama, lalu mama mendekati ku.


"Bagaimana kamu sudah siap? tanya mama


Aku mengangguk kecil seraya tersenyum.


"Pihak keluarga laki-laki sudah datang tan?" tanya azura ke mama


"Belum, sebentar lagi kayak nya!" ujar mama


Aku sangat nerfes sekali, bismillah semoga lancar-lancar saja.

__ADS_1


"Chika nggak usah tegang gitu, rileks aja!" ujar bunga


Bagaimana mau rileks kalau sudah seperti ini, jantungku tak bisa terkontrol seakan mau copot saja.


"Gue takut!" ujar ku


Tok tok tok


Pintu kamar di ketuk oleh seseorang, ternyata kak nisa yang mengetuk pintu kamar ku.


"Mama, Chika dan yang lainnya bersiap ya, karena di bawah tamu nya sudah datang! ujar kak nisa


Aku sudah kalang kabut ingin sembunyi tidak sanggup untuk ke bawah apa lagi bertemu dengan mas adzriel.


"Mau ngapain Chik? tanya Riska, aku yang mau sembunyi malah tidak jadi.


"Sembunyi!" ujar ku


Semua orang tertawa geli termasuk kak nisa yang menertawai ku.


"Kita ke bawah Chik bukan mau sembunyi-sembunyian gini, lo yang mau di lamar masa lo sembunyi, aneh nggak tu?" tawa azura


"Ura jangan tertawa!" ujar ku


"Buruan Chika, acaranya sudah mau di mulai! ujar kak nisa


Aku melihat ke arah mama, mama mengangguk kecil lalu memegangi tangan ku, kini aku di bawa ke bawah untuk menemui keluarga besar mas adzriel.


Semua orang melihatku terpukau, aku jadi semakin deg-degan.


"Nggak usah ngawur Chika, masa kamu naik ke atas lagi!" ujar mama


"Ma aku takut ma!" bisik ku


"Ayo dong Chika jangan kayak anak kecil!" ujar bunga


"Ntah, ini hari yang kita tunggu-tunggu lho!" timpal Riska


"Ah, masa Chika yang gue kenal penakut gini!" azura juga ikut-ikutan menimpali ucapan mereka.


Kini kami sudah tiba di bawah, nampak mas adzriel tersenyum padaku, aku menundukkan kepalaku, malu itu yang aku rasakan sekarang ini.


"Baik kita langsung saja mulai acara nya!" ujar papa


Semua orang sudah berkumpul, aku sangat deg-degan.


"Maksud dan tujuan kami ke sini mau melamar putri bapak yang bernama Chika Anastasya, untuk anak kami adzriel Sanjaya!" ujar om nya mas adzriel


Papa mengangguk aku tidak tau harus apa lagi, tangan ku sudah berkeringat saat ini.


"Kita sangat senang dengan maksud dan tujuan dari keluarga bapak datang ke sini untuk melamar putri kami, jadi kami menyerahkan ke pada putri kami, apakah dia mau menerima lamaran ini atau tidak, itu tergantung pada putri kami!" ujar papa ku


"Chika, bagaimana kamu mau menerima lamaran ini?" tanya papa

__ADS_1


Aku masih menundukkan kepalaku sambil menimang-nimang apa yang harus aku katakan.


"Bismillah!" gumamku


Aku mengangkat kepalaku lalu melihat ke arah mas adzriel yang lagi duduk dengan gagah nya menunggu baju batik itu.


"Bismillahirrahmanirrahim, aku menerima lamaran dari mas adzriel!" ujar ku dengan satu tarikan nafas


Rasanya hatiku plong saat aku sudah menerima lamaran dari mas adzriel, semua orang bertepuk tangan.


"Cie... sebentar lagi menuju pelaminan!" ujar Alex


"Lex diam!" ujar teman di sebelah nya


Bukan hanya lamaran saja tapi acara ini langsung ke acara tunangan ku dengan mas adzriel, aku berdiri di depan dekorasi yang dimana dekorasi itu sudah ada nama ku dan nama mas adzriel.


Mas adzriel jongkok sambil memegangi tangan ku, aku tersipu malu saat dia tersenyum sangat manis pada ku.


"Chika, sudah lama aku ingin menjadikan kamu sebagai istriku, sekarang aku ingin melamar kamu dan menjadi istri sungguhan untuk ku!"


"Apa kamu bersedia menerima lamaran ku?"


Aku mengangguk kecil sebagai jawaban nya.


"Will you marry me?"


"Bismillahirrahmanirrahim, aku bersedia menjadi istri kamu mas!" ujar ku


Semua orang bersorak-sorak gembira, ada yang memfoto kami dan ada juga yang memvideokan acara lamaran ini.


Kini mas adzriel memasangkan cincin di jadi manis sebelah kiri ku, dia berdiri lalu aku memasangkan juga cincin di jari manis nya.


"Aku senang kamu menerima lamaran ku!" bisik nya


"Aku juga senang karena kamu mau menerima aku!" ujar ku


"Hari ini kamu sangat cantik bagaikan bidadari!" puji nya


"Kamu juga ganteng nya Masya Allah!" ujar ku


...


Selesai acara lamaran Sekaligus Tunangan ini semua keluarga laki-laki sudah pulang, aku kini sedang merebahkan diri ku di atas kasur, karena sangat lelah, ini belum acara pernikahan kami, kalau acara pernikahan sudah pasti aku sangat lelah.


"Alhamdulillah akhirnya acara nya lancar!" gumamku sambil melihat cincin yang melingkar sempurna di jari manis ku.


"Aku mencintaimu mas adzriel!"


...


bersambung...


...Kata-kata mutiara : Dewasa tak selalu menuntut kita berubah, tapi perubahan yang baik selalu menuntut kita tuk lebih dewasa....

__ADS_1


Hai, jangan lupa beri like, komentar dan vote nya ya, sangat berharga sekali jika kalian beri author semangat dan masukan😄🙏


__ADS_2